Lumpuh dan Bisu Wanita Ini Sukses Jadi Miliarder

Lumpuh dan Bisu Wanita Ini Sukses Jadi Miliarder

Lumpuh dan Bisu Wanita Ini Sukses Jadi Miliarder

Lumpuh dan Bisu Wanita Ini Sukses Jadi Miliarder

 

PESIARQQ – Bagi mereka yang pantang menyerah, rasanya tak tersedia rintangan apa pun yang bisa menahannya tetap maju sementara bergelut di dunia bisnis. Simak saja perjalanan Suna Kirac yang didiagnosa menderita penyakit saraf progresif, Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) pada 2000, tetapi sukses mencatatkan namanya sebagai tidak benar satu miliarder terkaya di dunia tujuh tahun kemudian.

Sejak sementara itu, Kirac hanya bisa berkomunikasi menggunakan matanya saja. Itu lantaran penyakitnya terbilang amat betul-betul dan mengakibatkan kelemahan otot. Lebih parah lagi, ALS bisa mengakibatkan kecacatan hingga pada akhirnya kematian.

Suna Kirac lahir di Ankara, Turki pada 1941. Ketertarikannya dapat dunia bisnis, diturunkan berasal dari sang ayah, Vehbi Koc. Ayahnya merupakan pendiri Koc Holding, tidak benar satu perusahaan besar di Turki yang bergerak di bidang energi, otomotif, makanan, dan keuangan.

Sebagai anak bungsu berasal dari pengusaha kaya dan ternama, Kirac tidak tumbuh sebagai anak manja yang hanya mengandalkan harta orangtua. Sejak kecil, Kirac tenar suka menantang dirinya sendiri untuk menjadi sosok yang produktif.

Tak seperti umumnya anak orang kaya lain, dia kerap tidak menggunakan layanan yang diberikan orangtuanya. Masuk ke dunia perkuliahan, Kirac menentukan fokus mempelajari perbankan dan keuangan.

Kirac mengawali kehidupan kariernya bersama dengan bekerja sebagai asisten di Vehbi Koc pada 1960. Lima tahun kemudian, ia meraih promisi menjadi sekretaris di perusahaannya. Pada 1980, Kirac lantas ditunjuk menjadi wakil presiden direktur oleh dewan direksi perusahaan. Sejak sementara itu, dia lantas menjabat bermacam posisi di dewan direksi di beberapa anak usaha Koc Holding, baik sebagai presiden atau dewan.

Berkecimpung di dunia bisnis, Kirac tak melewatkan dunia pendidikan. Secara pribadi, ia mendanai konstruksi Suna Kirac Hall di Roberct College. Dia juga ikut mendirikan yayasan Koc Ozel dan Koc University.

Banyaknya kekuatan dan prinsip yang dicurahkan Kirac di dalam meniti kariernya di dunia usaha ternyata kudu terganjal berita buruk. Dirinya didiagnosa menderita ALS yang melumpuhkan hampir semua otot tubuhnya. Sejak sementara itu, Kirac hanya bisa berkomunikasi menggunakan mata.

Sakit bukanlah penghalang

Bukan Kirac namanya jika ia menyerah begitu saja. Meski hanya bisa memberikan maksudnya lewat mata, Kirac tetap bertahan untuk selalu produktif. Dirinya masih melanjutkan tugas berasal dari semua jabatan yang telah ia emban sepanjang ini.

Tak heran, pada 2007, ia sukses mencatatkan namanya sebagai tidak benar satu miliarder terkaya di dunia bersama dengan total harta sebesar US$ 1,2 miliar. Kini bersama dengan harta senilai US$ 2 miliar, Kirac menjadi orang terkaya ke-8 di Turki.

Dengan suaminya, ia juga mendirikan Pera Museum yang menunjukkan bermacam jenis lukisan oriental dan sejumlah benda antik lain.

Daya juang Kirac sesungguhnya patut diacungi jempol. Meski hanya bisa berkomunikasi lewat mata, Kirac tetap mengusahakan keras utamakan keinginannya untuk mendulang sukses di dunia bisnis. Sakitnya menyadari tak menjadi penghalang.