Lucy Edwards Jadi Presenter Tunanetra Pertama di Dunia

Lucy Edwards Jadi Presenter Tunanetra Pertama di Dunia

Lucy Edwards Jadi Presenter Tunanetra Pertama di Dunia

Lucy Edwards Jadi Presenter Tunanetra Pertama di Dunia

LudoQQ pokerace99
Kebutaan rupanya tidak menjadikan Lucy Edwards kehilangan motivasi menjalani kehidupan.

ia kehilangan penglihatannya semenjak berusia 11 tahun sebab menderita Incontinentia Pigmenti, kelainan genetika yang merubah warna kulit, kelumpuhan otot dan masalah visual.

Meski buta, perempuan 23 tahun ini terpilih menjadi presenter di suatu stasiun radio. Sebelumnya, Lucy telah populer di Youtube melalui video tutorial make-up.

Terpilihnya Lucy sebagai presenter di suatu stasiun radio bakal menjadikan dirinya presenter tunanetra kesatu yang bekerja di BBC Radio 1. Dia memungut shift kerja pada larut malam dan hendak membuat peragaan yang luar biasa.

Lucy yang terpilih melewati ajang penelusuran presenter Radio 1 and 1Xtra’s — yang menggali 35 presenter tamu — akan mengangkasa selama lima hari selama cuti Natal.

Para presenter tamu yang terpilih adalahsiswa, podcaster, pembuat tato dan manajer toko. Bahkan konon pun akan dihadiri oleh seorang artis terpopuler, Katy Perry.

Awalnya ia merahasiakan pekerjaan sebagai presenter tunanetra kesatu di radio besar tersebut, sebab menurutnya urusan itu ialah tanggung jawab besar.

“Saya pribadi beranggapan sangat urgen untuk sedang di sana sebagai tunanetra, dan saya paling bangga dengan kelemahan saya,” katanya.

Di samping itu, ia pun sebagai podcaster di BBC Ouch yang membawakan tema mengenai hidup dengan disabilitas dan di suatu program Radio 4 In Touch mengenai tunanetra.

Lucy merupakan misal teladan mewakili komunitas penyandang disabilitas melalui bakatnya. Ia berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal.

“Selalu ambil setiap peluang yang ada, tidak boleh sampai anda ketinggalan sebab mengabaikan peluang yang datang kepadamu,” katanya.

Menjadi Diri Sendiri

Lucy paling senang karena dapat mewakili komunitas penyandang disabilitas yang bekerja sebagai presenter. Ini suatu anugerah yang ia terima sekitar hidupnya.

Ketika ia kesatu kali megetahui dirinya terpilih menjadi prsenter di BBC Radio 1, ia paling kegirangan hingga melompat-lompat.

“Saya bangga menjadi diri saya sendiri. Saya seorang perempuan dari Birmingham yang punya kekurangan,” katanya.