Lionel Messi Semakin Menunjukkan Sikap Pemberontakan kepada Barcelona

Lionel Messi Semakin Menunjukkan Sikap Pemberontakan kepada Barcelona

Lionel Messi Semakin Menunjukkan Sikap Pemberontakan kepada Barcelona

Lionel Messi Semakin Menunjukkan Sikap Pemberontakan kepada Barcelona

FC Barcelona, tampaknya, harus legawa menerima kenyataan tidak akan diperkuat Lionel Messi lagi. Sebab, megabintang asal Argentina itu menunjukkan keseriusannya untuk tidak lagi menjadikan Barca sebagai klub pilihan setelah 16 tahun terakhir bersama.pesiarqq pokercc

Pada Selasa waktu setempat (25/8), Messi melayangkan faks kepada Presiden Barca Josep Maria Bartomeu bahwa dirinya ingin pergi. Dan, Minggu (30/8) Messi yang masih dijadwalkan menjalani tes swab di markas latihan klub, Ciutat Esportiva Joan Gamper, di Sant Joan Despi tidak menampakkan batang hidungnya.

Tes untuk Covid-19 itu merupakan agenda penting karena hasilnya digunakan sebagai pedoman mengikuti latihan perdana Barca di era entrenador Ronald Koeman hari ini (31/8).

Sebagai perbandingan, striker Luis Suarez yang jelas-jelas sudah tidak dibutuhkan Koeman tetap hadir dalam tes kemarin. ’’Leo (sapaan akrab Messi, Red) telah resmi menunjukkan perlawanannya dengan melewatkan tes swab tersebut,’’ tulis Ole.

Menurut Clarin, sikap Messi mungkin bisa berarti mbalela bagi Barca. Tapi, La Pulga alias Si Kutu juga ingin menunjukkan sikap bahwa dirinya merasa tidak diperlakukan sebagai pemain Barca lagi. Permintaan striker 33 tahun itu untuk pergi secara gratis pada musim panas ini ditolak mentah-mentah.

Messi lalu berinisiatif untuk mengagendakan mediasi. Namun, Bartomeu hanya bersedia berbicara empat mata dengan peraih enam kali pemain terbaik dunia itu kalau membahas perpanjangan kontrak La Pulga yang kedaluwarsa per 30 Juni 2021. Bukan tentang hal lain.

Kondisi kedua pihak makin semrawut lantaran Barca menyudahi kerja sama dengan lembaga penasihat hukum Messi, Cuatrecasas. Langkah itu dilakukan untuk menekan kans Messi meninggalkan Barca. Setidaknya sampai ada klub yang mampu memenuhi klausul pelepasan La Pulga senilai EUR 700 juta (Rp 12,2 triliun).

Versi pihak Messi, dia bisa meninggalkan Barca secara gratis karena memenuhi klausul bahwa dirinya sudah berusia 32 tahun, pergi karena kemauannya sendiri, dan di akhir musim sebelum musim terakhir kontraknya.

Tapi, versi Barca, klausul itu terlewati pada 10 Juni atau sepuluh hari pascafinal Liga Champions 2019–2020 sebelum molor dan diubah formatnya karena pandemi Covid-19.

Pendapat Barca tersebut didebat pihak Messi yang berasumsi bahwa klausul masih berlaku karena akhir musim ini molor. Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain versus Bayern Muenchen berlangsung pekan lalu (24/8) dan Messi mengajukan keinginan hengkangnya hanya sehari berselang.

Terkait dengan konflik Messi versus Barca, otoritas La Liga lebih mendukung Barca. Dalam rilis resmi mereka tadi malam yang dilaporkan Marca, La Liga merujuk pada artikel 16 Keputusan Kerajaan Spanyol Nomor 1.006 yang disahkan pada 26 Juni 1985.

Yakni, penghentian kerja sama kedua pihak (antara Messi dan Barca) hanya bisa terjadi jika klausul pelepasan ditebus. Jika Messi tetap ngeyel, La Liga tidak akan mengeluarkan visa kerja baginya ke klub barunya nanti. Apalagi, Manchester City yang santer disebut sebagai klub destinasi Messi berada di Inggris. Negara yang sangat ketat dalam penerbitan izin visa kerja bagi atlet.

’’Messi adalah pemain loyal dan yang terbaik di Barca. Sangat menyedihkan jika semuanya diakhiri dengan perseteruan,’’ komentar mantan striker Barca dan timnas Inggris Gary Lineker kepada Mundo Deportivo.

Kabarnya, Messi bakal menggelar konferensi pers mengenai situasinya saat ini. Tetapi, belum diketahui kapan waktunya. Mengorek info darinya juga tidak mudah karena privasinya sangat terjaga.

Sebagaimana ditulis Sport Bible, rumah mewah Messi di Castelldefels, Barcelona, yang hanya berjarak sekitar 15 km dari Camp Nou sangat eksklusif. Sampai-sampai pesawat komersial tidak diizinkan lewat di atas kediamannya meski hanya berjarak 13 km dari bandara setempat.

’’Hal itu (larangan pesawat melintas di atas kediaman pribadi, Red) tidak dijumpai di dunia selain Messi,’’ ujar presiden maskapai asal Spanyol, Vueling, Javier Sanchez-Prieto.