Ini Lima Kelemahan Virus Corona yang Perlu Diketahui

Ini Lima Kelemahan Virus Corona yang Perlu Diketahui

Ini Lima Kelemahan Virus Corona yang Perlu Diketahui

Ini Lima Kelemahan Virus Corona yang Perlu Diketahui

Corona atau Covid-19 yang sedang merebak di sebanyak negara, ternyata mempunyai kelemahan. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan untuk menangkal penularan, sampai-sampai risiko terinfeksi virus mematikan tersebut dapat diminimalisir. Ludoqq Domino99

Penyebaran Covid-19 tergolong paling cepat dan belum ditemukannya obat atau vaksin yang tepat, sampai-sampai tak tidak banyak orang yang cemas dengan situasi tersebut. Sejauh ini, ilmuwan, peneliti, serta petugas kesehatan sudah menyusun teknik mencegah penularan melewati kelemahan-kelemahan tersebut.

1. Mudah Mati dengan Sabun
Semenjak virus Corona atau Covid-19 mewabah di sekian banyak penjuru dunia, seluruh masyarakat disarankan untuk membasuh tangan sesering mungkin. Sebab, virus tersebut dapat hancur dan mati bilamana terkena sabun.

Virus Corona sendiri terdiri atas tiga unsur yang tersusun dari DNA atau RNA sebagai inti dari virus, protein yang menjadi bahan baku virus untuk menggandakan diri, dan lapisan lemak sebagai pelindung luarnya.

Ketiga rangkaian tersebut sebenarnya tidak terbelenggu kuat antara satu sama lain, sehingga ketika lapisan lemak hancur dampak sabun, maka virus tersebut pun akan ikut mati.

Imbauan untuk membasuh tangan menjadi teknik yang paling efektif untuk menangkal penyebaran Covid-19. Jadi, bisa jadi virus beralih dari tangan dan masuk ke dalam tubuh bakal berkurang, sehingga mengurangi penularan penyakit riskan itu.

Mencegah penularan virus Corona, usahakan rajin membasuh tangan dengan sabun dan air mengalir sekitar 20 detik. Hal ini mesti dilaksanakan dengan rutin supaya virus tidak gampang masuk menyerang tubuh.

2. Bisa Dikalahkan dengan Antibodi
Infeksi Covid-19 dapat terjadi dalam sejumlah tingkat, mulai dari yang ringan sampai parah. Pasien yang memiliki fenomena ringan, penyakit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya sekitar daya tahan tubuhnya baik.

Sebuah riset yang dilaksanakan di Australia meyakani bila antibodi yang sehat menjadi salah satu kekurangan virus Corona. Penelitian tersebut menyaksikan secara tertata kadar antibodi dari hasil seorang pasien Covid-19 berusia 47 tahun dengan fenomena ringan sampai sedang.

Kondisi pasien itu secara borongan sehat dan tidak mempunyai penyakit penyerta, laksana diabetes atau hipertensi, melulu satu infeksi yakni Covid-19. Pada hari ke 7-9 semenjak fenomena Covid-19 hadir kesatu kali pada pasien tersebut, sebanyak antibodi mulai terbentuk di tubuh.

Kondisi itu pertanda, andai tubuh sedang mengeluarkan sekian banyak senjata guna melawan virus mematikan itu. Tubuh pasien itu berangsur-angsur mulai membaik sejumlah hari sesudah antibodi terbentuk.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut dalam skala lebih banyak lagi untuk menyaksikan pola penanganan antibodi terhadap virus Corona. Dari riset tersebut, masyarakat diingatkan guna selalu mengawal daya tahan tubuh dengan menjalani pola hidup sehat.

3. Mampu Dibunuh dengan Disinfektan
Virus Corona terdiri dari sejumlah jenis, laksana yang mengakibatkan SARS dan MERS. Saat ini yang menjadi penyebab Covid-19 adalahjenis virus corona yang baru ditemukan.

Namun sejauh ini, diketahui family Coronavirus mempunyai karakter yang lumayan serupa. Semuanya dirasakan lemah, bilamana harus berhadapan dengan bahan disinfektan.

Berdasarkan hasil penelitian, virus Corona yang mengakibatkan SARS dan MERS dapat bertahan di permukaan benda, laksana kaca, metal, dan plastik selama sejumlah hari. Namun sekitar ini memang belum ada riset mengenai keawetan virus penyebab Covid-19 di permukaan, tetapi diperkirakan hasilnya tak jauh bertolak belakang dari jenis virus Corona sebelumnya.

Tetapi, virus corona dianggap dapat tak berdaya dengan bahan disinfektan, laksana alkohol dengan kadar 60-70 persen, sodium hipoklorit 0,1 persen, atau hidrogen peroksida 0,5 persen dalam masa-masa satu menit.

Mencegah penularan virus Corona tersebut, masyarakat disarankan untuk mencuci permukaan benda yang tidak jarang disentuh, laksana gagang pintu, meja, dan telepon genggam dengan memakai cairan disinfektan.

4. Tak Bertahan Lama Dipermukaan
Meski virus Corona dapat bertahan sejumlah hari di permukaan, tetapi seiring berjalannya masa-masa virus itu tak lagi lumayan kuat untuk memunculkan infeksi. Sehingga, World Health Organization (WHO) maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak tidak mengizinkan pengiriman paket antar negara, lantaran risiko penularan melewati media ekspedisi paket tersebut paling rendah.

5. Melemah di Suhu Panas
Sejauh ini memang belum ada riset yang menyinggung virus Corona penyebab Covid-19 lemah terhadap panas.Tetapi, virus corona penyebab SARS, terbukti melemah pada suhu panas. Berdasarkan data yang diterbitkan WHO, virus penyebab SARS dapat terbunuh pada suhu 56 derajat celcius.

Kelemahan virus Corona ini patut guna diketahui oleh masyarakat supaya bisa mengerjakan upaya pencegahan penularan Covid-19 tersebut. Jadi diinginkan semua orang mesti bersama-sama memerangi virus ini dan tidak boleh anggap remeh penyebarannya.