Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

 

Agodapoker Poker Legenda – Lembaga biologi molekuler Eijkman menyebut, virus korona yang muncul di Wuhan, Tiongkok merupakan virus ketujuh yang diketahui bisa menginfeksi dan membahayakan manusia.

Virus korona Wuhan menurut Lembaga Eijkman yang di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi ini tingkatkan model virus korona baru yang bisa menginfeksi manusia. Sebelumnya Eijkman menyebut, dari kira-kira 200 model virus korona yang Eijkman ketahui dan detil ada enam model yang berbahaya dikarenakan bisa menginfeksi manusia. Dari enam virus korona infeksius itu, dua di antaranya sudah diketahui yakni SARS dan MERS.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS) adalah wabah yang dulu berlangsung di awalnya dan disebabkan oleh virus korona yang berkunjung dari hewan.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengimbau, penduduk tidak panik namun selalu waspada, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tingkatkan energi tahan dan kekebalan tubuh.

“Untuk virus korona bukan untuk Wuhan saja, kami miliki kit korona virus yang bisa mendeteksi semua virus korona. Kita sudah rutin melaksanakan di Eijkman.

Amin menjelaskan, Eijkman dari penelitian sebelumnya, menyaksikan virus korona di Wuhan diperkirakan muncul dari hewan ke manusia yang dekat bersama dengan hewan tersebut. Karena lebih dari satu besar virus korona itu ada di hewan. Ada 200 model virus korona, yang bisa berasal satwa liar layaknya kelelawar, ular, musang. Tapi termasuk ada yang ditemukan di gajah, sapi namun tidak menyerang manusia.

“Hanya enam yang diketahui menyerang manusia dan dua di antaranya yang terakhir adalah SARS dan MERS dan yang terakhir ulang yang Wuhan. Jadi virus korona di Wuhan adalah yang ketujuh bisa menginfeksi manusia,” ungkapnya.

Bahkan, virus korona yang di Wuhan, di awalnya belum diketahui bisa menyerang manusia.

Selain pola hidup sehat lanjutnya, merawat stamina dan energi tahan tubuh sangat mutlak untuk melawan virus. Karena lanjutnya tidak semua orang yang tertular virus itu sakit dan tidak semua yang sakit itu berat. Hal ini sangat terbujuk oleh kekebalan tubuh.

Setelah itu penduduk termasuk diminta untuk sadar gejala-gejala awal layaknya demam, batuk, sesak napas, kesulitan bernapas, sebaiknya konsultasi bersama dengan dokter meskipun itu bisa saja hanya influenza biasa.

“Yang mutlak adalah kalau ada riwayat kontak, pulang dari perjalanan, atau kontak bersama dengan pasien yang dianggap kena virus atau buat yang bekerja di tempat tinggal sakit yang merawat pasien layaknya itu, termasuk berisiko,” ucapnya.

Selain virus corona 2019-nCov Wuhan, virus corona yang sudah diketahui bisa menginfeksi manusia adalah 229E (alpha coronavirus), NL63 (alpha coronavirus), OC43 (beta coronavirus), dan HKU1 (beta coronavirus), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory dan Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV).

Laboratorium Independen

Amin menambahkan, Eijkman bersama dengan sarana laboratorium biosafety level tiga miliki kekuatan mendeteksi awal dan mengonfirmasi sebuah virus. Jika ada permintaan uji sampel virus dan konfirmasi maka hasilnya selalu dapat disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Ia menambahkan, untuk meyakinkan suatu virus wajib ada dua laboratorium independen yang menetapkannya, salah satunya dari Kementerian Kesehatan.

Eijkman lanjutnya, sejak tahun 2007 miliki laboratorium tertentu yang disebut emerging virus research unit yang sudah berperan kala pandemi flu burung. Agodapoker Poker Legenda

“Kami sudah miliki fasilitas biosafety level tiga sesudah itu fasilitas polymerase chain reaction (PCR) terakhir untuk mendeteksi secara molekuler adanya virus yang kami tuju dari bermacam macam virus,” ucapnya.

Kemudian lanjutnya, kalau sudah dalam step PCR ditunaikan pengecekan lebih lanjut dengan  next generation sequencing guna sadar kronologis DNA. Peralatan, ruangan tertentu dan peneliti lab Eijkman sangat terlatih. Prosedur penelitian virus termasuk berstandar internasional.

“Jadi kami sudah miliki pengalaman mendeteksi virus untuk pertama kali di Indonesia seandainya di 2015 virus zika hanya kami yang menemukan,” ujarnya.

Virus itu berkunjung dari group orang di Jambi yang dianggap terinfeksi dengue sesudah itu Eijkman periksa bermacam virus dan ketemu satu virus zika.

Bahkan lanjutnya, tiga tahun di awalnya Eijkman untuk pertama kalinya mendapatkan virus west nile di Indonesia, meskipun belum ada knowledge epidemologinya. Belum ada masalah yang dilaporkan, namun di Australia dan Malaysia sudah dilaporkan ada kasus. Virus ini berasal hewan yang menjadi reservoar (pembawa atau perantara).

“Kami selalu secara berkala rutin hampir setiap hari mendeteksi sampel-sampel dari pasien yang menderita demam yang tidak bisa dijelaskan. Sampelnya kami periksa di lab Eijkman, bersama dengan ada satu panel untuk mendeteksi bermacam virus,” paparnya.

Waktu yang diperlukan dari sampel diterima hingga sistem PCR 1-2 hari. Kemudian kalau hasil positif wajib dilakukan sequence sekitar 2-3 hari ulang untuk meyakinkan semua prosedur berlangsung bersama dengan baik.

Penyebaran Zoonis

Amin termasuk mengingatkan semakin tingginya sebaran penyakit zoonis atau yang disebabkan satwa liar. Manusia wajib bijak dan merawat keseimbangan ekosistem alam.

Dalam pendekatan one health ada lingkaran di mana terdapat kesegaran manusia, hewan, dan lingkungan menjadi satu kesatuan.

“Jika lingkungannya diganggu otomatis hewan liar dan manusia dapat semakin dekat. Hal itu tingkatkan risiko terjadinya pemindahan mikroba- mikrobadari hewan ke manusia atau sebaliknya. Serta tingkatkan risiko terjadinya penyakit zoonosis,” katanya.

Artinya, kalau ekosistem itu bisa berlangsung bersama dengan baik diharapkan, risiko penularan dapat semakin kecil. Misalnya kata dia, mengenai malaria atau dengue, bisa saja orang beranggapan sebaiknya nyamuk dimusnahkan, namun kalau dunia tanpa nyamuk tidak bisa juga.

Menurutnya, dalam rantai ekosistem nyamuk termasuk makanan hewan lain layaknya kodok dan burung. Kalau makanannya tidak ada maka hewan dapat mendekati ke manusia.

“Mereka (hewan) memang mempunyai virus namun tidak membawa dampak masalah. Tapi begitu kerap sekali dekat bersama dengan manusia, membawa dampak manusia kerap tercemar bersama dengan kotoran hewan, kerap terpapar menjadi tingkatkan risiko infeksi,” jelasnya.