Legenda Perempuan Amazon, Ditakuti dan Rela Potong Payudara

Legenda Perempuan Amazon, Ditakuti dan Rela Potong Payudara

Legenda Perempuan Amazon, Ditakuti dan Rela Potong Payudara

Legenda Perempuan Amazon, Ditakuti dan Rela Potong Payudara

Hutan hujan Amazon yang terletak di Brasil, Amerika Selatan, menyimpan begitu tidak sedikit keindahan sekaligus misteri yang masih belum diketahui tidak sedikit orang. Di balik keindahan dan misteri tersebut, tersimpan satu kisah yang lumayan populer tentang di antara suku terpencil Amazon yang seluruh anggotanya terdiri dari perempuan. Ludoqq Domino99

Entah kisah ini nyata atau tidak, namun sampai kini cerita perempuan suku Amazon masih menjadi perdebatan. Tak tidak banyak pihak yang meragukan eksistensi para wanita Amazon ini, bahkan terdapat pula yang memandang cerita ini hanyalah unsur dari legenda atau kisah fiktif yang telah ada semenjak zaman Yunani Kuno.

Menurut kisah yang beredar, semua perempuan suku Amazon ini rupanya lumayan dikenal dan ditakuti. Layaknya ksatria, mereka pandai bertarung dan melakukan kegiatan fisik laksana laki-laki, laksana berburu, memanah, sampai berperang dengan suku lainnya. Mereka juga dikenal sebagai kumpulan suku nomaden, yang bisa beralih dari satu lokasi ke lokasi lain.

Menariknya, tak terdapat satupun laki-laki yang terdapat di dalam suku ini. Tetapi, semua perempuan di suku Amazon dapat hamil dan punya anak.

berbagai sumber mengadukan bahwa teknik mereka mempunyai keturunan lumayan unik. Para wanita tersebut akan membidik suku beda yang mempunyai anggota laki-laki dan tak segan ‘menculiknya’, lantas melakukan hubungan intim sampai perempuan suku Amazon sukses hamil.

Setelah hamil, lelaki dari suku beda yang dilarikan tadi akan dibalikkan ke suku aslinya. Agar mengawal garis keturunan yang semuanya didominasi oleh jenis kelamin perempuan, wanita Amazon tak segan untuk melemparkan atau bahkan membunuh anaknya yang baru bermunculan bila ia berjenis kelamin laki-laki.

Sedangkan andai anaknya perempuan, maka sang anak akan diasuh dan diajar hingga tangguh dan kuat. Para ibu dari suku Amazon ini akan mengajar anaknya dengan paling keras, supaya mereka kelak dapat menjadi seorang wanita ksatria yang mahir memakai senjata dan menguasai wilayah lokasi tinggalnya.

Di samping itu, wanita suku Amazon diberitakan mempunyai tradisi menarik yang agak menyeramkan. Mereka rela mencukur sebelah payudaranya supaya tubuhnya lebih enteng dan dapat memanah dengan lebih baik. Dikabarkan, tradisi ini dilaksanakan ketika semua perempuan itu masih bayi. Sang ibu menciptakan alat dari perunggu merah lantas ditempelkan pada payudara kanan supaya pertumbuhannya terhenti. Sehingga, seluruh kekuatan dan pertumbuhan dipindahkan kepada bahu dan lengan unsur kanan.
Terlepas dari sekian banyak tradisi dan teknik hidup yang dijalankan semua perempuan suku Amazon, cerita mereka sering dirasakan sebagai legenda. Hal ini sebab tidak terdapat bukti yang lumayan kuat yang dapat memperlihatkan apakah mereka benar-benar ada, baik dari benda-benda peninggalan maupun jejak keberadaan mereka.

Berdasarkan keterangan dari para berpengalaman sejarah, cerita ini sengaja diciptakan sebagai dongeng. Tetapi, tak tidak banyak pula yang percaya bahwa mereka benar-benar hidup di terpencil hutan hujan Amazon semenjak zaman Romawi dan Yunani kuno.

tim peneliti arkeolog dari Institute of Archaeology di Russian Academy of Sciences sukses mengidentifikasi tulang-belulang seorang wanita perantau (Scythian) yang dimakamkan selama 2500 tahun kemudian di wilayah Rusia barat. Usia semua perempuan ini diduga berumur belasan tahun sampai akhir 40-an.

Tulang-belulang tertua dari semua perempuan tersebut ditemukan mengenakan dekorasi kepala laksana mahkota yang tercipta dari emas dengan ornamen bunga. Arkeolog mencari sisa-sisa makam empat prajurit wanita tersebut dan mengejar sejumlah panah, tombak dan perlengkapan menunggang kuda, serupa seperti cerita-cerita Yunani kuno ketika mendeskripsikan suku Amazon yang nomaden.

“Penemuan ini menghadirkan bukti sangat detail bahwa sampai saat ini, bahwa prajurit wanita di dalam hutan hujan Amazon bukanlah sebuah rekaan belaka,” demikian tutur Adrienne Mayor, peneliti sekaligus pengarang ‘The Amazons: Lives and Legends of Warrior Women Across the Ancient World‘.