Latih Kekuatan Fisik dan Mental di Sekolah Anjing

Latih Kekuatan Fisik dan Mental di Sekolah Anjing

Latih Kekuatan Fisik dan Mental di Sekolah Anjing

Latih Kekuatan Fisik dan Mental di Sekolah Anjing

Layaknya manusia, latihan fisik pun membangkitkan kekuatan mental pada anjing. Baik itu jenis latihan di air maupun di darat. Kini, menyekolahkan anjing tidak lagi sekadar tren. Namun, sudah menjadi kebutuhan. Daftar di sini

TUNG-TUNG tidak berhenti menggoyangkan ekornya. Pandangannya terus tertuju pada kolam renang di depannya. Begitu pintu kandang dibuka, golden retriever itu langsung mencolot. Dalam hitungan detik, ia menceburkan diri ke kolam renang. Segaaaar…

Jenny Purnomo, pelatih Tung-Tung, pun langsung menyambung adegan nyemplung kolam tersebut dengan sesi bermain. Saat ”muridnya” sibuk menggerakkan kaki-kakinya di dalam air, perempuan berambut sebahu itu melemparkan bola ke kolam. Dengan gesit, Tung-Tung mengejar bola tersebut. Gerakan empat kakinya pun lincah dan luwes demi mencapai sasaran.

Aktivitas siang bolong pada Rabu (31/3) itu menerbitkan senyum di wajah Jenny. Dia senang karena Tung-Tung aktif. Bagi jenis anjing besar seperti golden retriever, berenang memberikan banyak manfaat. Utamanya untuk mendinginkan suhu tubuh si sahabat terbaik manusia itu.

”Pada dasarnya, semua jenis anjing punya kemampuan berenang,’’ kata Jenny. Namun, seperti pepatah yang berbunyi bahwa tak kenal maka tak sayang, tidak berlatih juga tidak akan membuat anjing tiba-tiba jago berenang. Semua perlu proses. Ada tahapannya. Dan, yang paling penting adalah tahap mengenalkan anjing pada air.

”Kejadian anjing masuk got atau tandon air dan meninggal itu bukan karena tidak bisa berenang. Mereka panik sehingga napasnya tidak teratur dan staminanya terkuras. Akhirnya lemas dan tenggelam,’’ urai salah satu pelatih di Pet Ground Kenjeran Park tersebut.

Setelah mengenal air, anjing tidak akan panik lagi jika bertemu kolam, sungai, atau laut sekali pun. Langkah selanjutnya setelah kenal air adalah melatih berenang. Mulai kolam yang dangkal dulu, lalu kolam yang dalam.

Gerakan kaki depan dan kaki belakang di dalam air akan memperkuat otot. Khususnya, dua kaki belakang.

Selain latihan otot, berenang melibatkan latihan napas. Ritme kerja paru-paru saat anjing berada di dalam air perlu dijaga. Itu supaya mereka bisa lebih menikmati saat-saat berenang.

”Jangan sekali-kali memaksa anjing untuk langsung beraksi di dalam kolam. Tak berarti begitu masuk langsung happy,” ujar pelatih anjing yang sudah 13 tahun menekuni bidangnya tersebut.

Karena adaptasi dengan air membutuhkan waktu yang tidak singkat, Jenny selalu menyelipkan permainan dalam setiap sesi latihan. Misalnya, bermain bola dengan Tung-Tung pada Rabu siang itu. Hal tersebut dia lakukan agar ”muridnya” merasa nyaman dan latihan bisa lebih maksimal.

Sebelum masuk kolam renang, pastikan anjing sehat. Syaratnya adalah sudah menjalani vaksin dua kali. Jenny tidak akan mengizinkan anjing yang sedang sakit ikut sesi berenang. Sebab, jika ada virus atau bakteri di air kolam, anjing yang imunitasnya sedang tidak bagus akan mudah terinfeksi.

”Itu kan bisa berbahaya. Nah, jangan lupa juga untuk memandikan anjing setelah berenang ya,’’ pesan Jenny. Kebersihan dan kesehatan harus tetap yang utama.

Tiap Sesi Hanya 30 Menit

SELAIN berenang, anjing bisa berolahraga di darat. Yang paling populer adalah latihan ketangkasan dan ketaatan terhadap perintah. Namun, pawrent harus sabar karena anjing butuh waktu yang panjang untuk menjadi mahir.

Melatih ketangkasan tidaklah mudah. Banyak faktor yang harus diperhatikan. Bukan sekadar jenis anjingnya, tapi juga kepribadian dan kedekatan dengan pawrent.

Jenny mengatakan, anjing sudah bisa dilatih untuk ketangkasan mulai usia 3–4 bulan. Pada usia itu, mereka sudah bisa diajar berkonsentrasi. ”Butuh waktu yang lumayan untuk melatih. Apalagi, jika tipe anjingnya penakut atau grogian saat bertemu orang,’’ katanya Rabu itu.

Ada anjing yang melakukan perintah dengan senang dan ada yang dengan terpaksa. Jenis latihan ketangkasan untuk anjing itu berjenjang. Yang wajib adalah latihan dasar.

Nanti, setelah semua latihan dasar sudah dikuasai, barulah diarahkan pada spesialisasi. Karena prosesnya panjang, para pelatih harus telaten dan sabar. Sebab, sesi latihannya juga tidak boleh terlalu lama. ”Hanya sekitar 30 menit dalam sehari. Itu pun 20 menit untuk latihan, sisanya bermain,’’ ungkap Jenny.

Karena hampir semua reward dalam tiap sesi adalah makanan, jika durasi latihan terlalu panjang, si anjing akan kekenyangan. ”Harus seimbang,’’ katanya.

Menurut Jenny, pawrent bisa memilih metode sekolah on the spot atau home schooling bagi momongan mereka. Masing-masing ada syarat dan konsekuensinya. ”Sekolah di rumah pun nantinya harus tetap keluar. Sebab, kalau tidak begitu, mereka manja pada pemiliknya,’’ tegasnya.