Langgar Aturan Isolasi Mandiri Corona WNI Asal Bogor Dideportasi dari Korea Selatan

Langgar Aturan Isolasi Mandiri Corona WNI Asal Bogor Dideportasi dari Korea Selatan

Langgar Aturan Isolasi Mandiri Corona WNI Asal Bogor Dideportasi dari Korea Selatan

Langgar Aturan Isolasi Mandiri Corona WNI Asal Bogor Dideportasi dari Korea Selatan

Di tengah merebaknya pandemi Virus Corona COVID-19, nyaris semua negara di dunia memberlakukan keputusan isolasi atau karantina independent bagi siapa saja yang mencukupi sejumlah syarat-syarat seperti kontak dengan orang lain yang telah dinyatakan positif maupun berkunjung dari negara lain yang juga telah mendapatkan kasus COVID-19. pokerrepublik

Begitu pula dengan Korea Selatan yang memberlakukan keputusan tersebut.

Aturan isolasi independent mestinya sanggup diterapkan berdasarkan kesadaran diri masing-masing, lantaran rumah sakit tak sanggup membendung kalau semua orang perlu dikarantina di sana.

Aturan ini pun lantas dilanggar oleh seorang WNI asal Bogor yang ketahuan melanggar keputusan tersebut. Informasi ini pun lantas di konfirmasi oleh Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI.

peraturan ini dilakukan untuk mengurangi dari dampak virus corona yang terus berkembang.

“Dapat kami sampaikan bahwa benar ada warga negara kami yang dideportasi oleh pemerintah Korea Selatan gara-gara melanggar keputusan isolasi mandiri,” ujarnya.

Judha lantas mengimbuhkan bahwa yang berkaitan telah tiba tempo hari malam dan difasilitasi kepulangannya. Setelahnya, lantas dijalankan pengecekan kesehatan tambahan dan telah diantar kembali pulang ke tempat asal.

Ketahuan Tidak Berada di Alamat Terdaftar
Setiap orang yang baru tiba di Korea Selatan diwajibkan untuk isi data diri, juga alamat di mana ia dapat melakukan isolasi mandiri. Namun, menurut laporan, ia terdeteksi tidak tinggal di alamat tersebut.

Judha Nugraha juga lantas mengingatkan bagi tiap-tiap orang untuk sanggup mematuhi keputusan yang berlaku dimanapun berada, terutama di negara lain.

Namun, menurut laporan, ia terdeteksi tidak tinggal di alamat tersebut.

 

“Ini juga sekaligus menjadi pembelajaran bagi kami semua, Ibu menteri luar negeri juga telah mengemukakan sehingga kami sanggup menunda perjalanan-perjalanan yang tidak esensial, tidak perlu dan juga pentingnya mematuhi hukum negara setempat terkait dengan kebijakan penanganan penyebaran COVID-19,” paparnya.