Korban Prostitusi Online Anak Jalani Trauma Healing

Korban Prostitusi Online Anak Jalani Trauma Healing

Korban Prostitusi Online Anak Jalani Trauma Healing

Korban Prostitusi Online Anak Jalani Trauma Healing

 

Agodapoker poker republik – Polisi mempunyai tiga korban masalah prostitusi online anak di bawah umur, di Apartemen Kalibata City, merintis trauma healing untuk memperbaiki suasana kebugaran dan suasana kejiwaannya.

“Saat ini korban didalam sistem penyembuhan atau pendampingan untuk psikologi, trauma healing. Juga untuk memperbaiki kebugaran dan suasana kejiwaannya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Bastoni Purnama, Kamis (30/1/2020).

Dikatakan Bastoni, untuk waktu tersedia tiga korban didalam masalah prostitusi online. Penyidik akan mendalami apakah tersedia korban lainnya.

“Namun, nanti akan kami kembangkan dari info saksi-saksi maupun termasuk dari medsos, dari handphone juga, bisa saja termasuk dari pelaku-pelaku lain yang dulu terkait dengan korban, nanti akan kami mintai keterangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Valentina Ginting mengatakan, sistem menyingkirkan trauma kepada korban merupakan cara yang terlalu penting dan tidak mudah.

“Menghilangkan trauma anak tersebut bukanlah perihal yang mudah. Satu hari, dua hari tidak cukup. Ini makan waktu dan perlu ongkos yang besar,” katanya.

Valentina menuturkan, korban sanggup termasuk mengalami kecanduan, supaya sanggup tumbuh menjadi predator.

“Nah ini yang harus kami sikapi semua, diproses pencegahan, bagaimana anak tidak masuk ke didalam dunia yang tanpa batas ini (prostitusi online). Menjadi penting bikin kami sikapi semuanya, literasi kepada anak, pola pengasuhan yang baik,” tandasnya. Agodapoker poker republik

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan, mengamankan enam tersangka tentang tindak pidana prostitusi anak lewat online, di Apartemen Kalibata City, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Selain kejahatan seksual, korban termasuk mengalami penganiayaan.

Para korban berinisial JO (15), AS (17), dan NA (15). Sementara pelaku inisialnya, MTG (16), ZMR (16), JF (29), NF (19), AS, dan NA. Dua nama paling akhir adalah pelaku sekaligus termasuk korban.