Kontrasepsi Cegah Kehamilan Tak Direncanakan saat Pandemi

Kontrasepsi Cegah Kehamilan Tak Direncanakan saat Pandemi

Kontrasepsi Cegah Kehamilan Tak Direncanakan saat Pandemi

Kontrasepsi Cegah Kehamilan Tak Direncanakan saat Pandemi

Dunia memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia setiap 26 September. Pada tahun ini, Hari Kontrasepsi Sedunia fokus meningkatkan kesadaran untuk mencegah kehamilan yang tak direncanakan di tengah pandemi Covid-19.
Hari Kontrasepsi Sedunia rutin diperingati setiap tahun sejak 2007. Pada tahun ini, peringatan menyoroti situasi global mengenai keluarga berencana yang dinilai mengkhawatirkan.

“Berangkat dari masalah global bahwa situasi KB pada tahun 2000-an mengkhawatirkan, stagnansi di mana-mana, termasuk di Indonesia, sehingga muncul inisiasi-inisiasi global yang menggaungkan pentingnya KB dalam pembangunan,” kata SenjaQQ Assistant Representative Melania Hidayat dalam konferensi pers peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang dihelat DKT Indonesia, Kamis (24/9).

World Contraception Day memiliki visi untuk memastikan bahwa semua kehamilan adalah sesuatu yang diinginkan. Untuk mewujudkan visi tersebut, WCD terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi.

Kontrasepsi adalah metode untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti kondom, pil kb, IUD, dan sebagainya.

Di masa pandemi ini, penggunaan alat kontrasepsi sangat penting untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Berdasarkan studi dari UNFPA, pandemi Covid-19 yang membuat orang lebih banyak berada di rumah berdampak pada kehamilan yang tidak direncanakan.

Diperkirakan sekitar 47 juta perempuan tidak dapat mengakses kontrasepsi modern seperti pil KB, suntik KB, dan implan di seluruh dunia.

“Di Asia Pasifik, termasuk di dalamnya Indonesia, dengan skenario terbaik akan ada 11,4 juta kehamilan tidak diinginkan dan dengan skenario terburuk ada 20,7 juta kehamilan tidak diinginkan,” ungkap Melania.

Selain penggunaan kontrasepsi di masa pandemi Covid-19, WCD 2020 kali ini juga fokus untuk menyebarkan pentingnya kesehatan reproduksi dan keluarga berencana pada para pemuda yang saat ini berjumlah 3,5 miliar dari populasi penduduk dunia sebanyak 7,8 miliar.

“Setengahnya adalah pemuda usia di bawah 30 tahun. Kalau pemahaman kesehatan reproduksi tidak baik, bisa dibayangkan kondisi ke depannya seperti apa,” ucap Melania.