Kongo, salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk lalu lintas pesawat

Kongo, salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk lalu lintas pesawat

Kongo, salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk lalu lintas pesawat

Kongo, salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk lalu lintas pesawat

Walau terbang dalam pesawat adalah satu dari sedikit cara berpergian paling aman, di sejumlah negara yang memiliki medan sulit dan regulasi tak memadai, penerbangan bisa mematikan.

Dua kecelakaan pesawat terakhir di Republik Demokratik Kongo memunculkan keprihatinan atas keselamatan penerbangan di negara itu.

Sejak tahun 2010, Kongo masuk daftar 10 besar negara dengan angka kecelakaan pesawat tertinggi. Kongo ada di bawah Indonesia, termasuk dari jumlah kematian penumpang pesawat.

Kecelakaan pesawat terbaru di Kongo terjadi awal November lalu, saat sebuah pesawat menabrak rumah-rumah di kota Goma. Setidaknya 27 orang tewas dalam peristiwa itu.

Tapi seberapa tidak amannya terbang di Kongo? Dan bagaimana perbandingan mereka ini dengan negara lainnya?

Bagaimana jejak keselamatan penerbangan Kongo?
Data Aviation Safety Network, lembaga pemantau dan pengumpul informasi tentang keselamatan penerbangan, menunjukkan jumlah kecelakaan pesawat penumpang di Kongo adalah yang terbanyak di Afrika sejak 1945.

Daniel Kwasi Adjekum, akademisi di University of North Dakota, menyebut tingginya tingkat kecelakaan di Kongo dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, dari wilayah negara yang sangat luas, medan yang sulit, hingga regulasi yang lemah.

Perjalanan udara di Kongo penting karena hanya empat dari 25 ibukota provinsi di negara ini yang dapat diakses melalui jalan dari ibu kota, Kinshasa.

Namun pemerintah Kongo mengabaikan infrastruktur bandara, navigasi lalu lintas, dan peralatan pengawasan. Undang-undang yang mengatur teknis dan keselamatan penerbangan Kongo pun lemah.

Tantangan lain yang dihadapi negara di Afrika bagian tengah itu termasuk deretan pesawat yang telah usang.

Ada juga persoalan awak pesawat dan staf pemeliharaan, yang seringkali tidak dipantau pengawas dan tak memiliki standar peraturan yang ketat untuk dipatuhi.

Berdasarkan penyelidikan, beberapa kecelakaan di Kongo disebabkan cuaca buruk, termasuk hujan lebat dan badai selama musim hujan. Kongo berada di sabuk tropis.

Negara apa yang paling banyak mengalami kecelakaan pesawat?
Kecelakaan udara terbanyak sejak 2010 terjadi di Amerika Serikat. Di peringkat berikutnya adalah Rusia, Kanada, Meksiko, dan Indonesia.

Namun AS memiliki beberapa rute penerbangan komersial tersibuk di dunia dan volume lalu lintas udara yang tinggi. Dua faktor itu membuat AS lebih rentan terhadap risiko dan potensi penyimpangan keselamatan terbang.

Jumlah korban tewas terbanyak akibat kecelakaan pesawat berada di Rusia, yaitu 532 jiwa. Indonesia ada di peringkat kedua dengan 520 kematian.
Rusia dan Indonesia mempunyai jumlah maskapai komersial besar. Jumlah penumpang di dua negara itu juga meningkat tajam dalam satu dekade terakhir.

Di Rusia, jumlah orang yang terbang hampir tiga kali lipat sejak 2009. Sementara itu, penumpang pesawat komersial di Indonesia sudah tumbuh lebih dari empat kali lipat.

Nepal memiliki jumlah kematian penumpang pesawat yang serupa dengan Kongo selama periode itu, sekitar 180 orang.

Sama halnya dengan Kongo, Nepal juga memiliki medan yang sulit, masalah peraturan, keamanan udara serta jumlah penumpang yang semakin banyak.

Namun Nepal memiliki lalu lintas penumpang tiga kali lebih banyak daripada Kongo, dengan kenaikan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Persentase lalu lintas udara Kongo sangat kecil jika dibandingkan dengan angka secara global, kurang dari 0,1%. Akan tetapi, nyaris 4% dari total kecelakaan udara sejak 2010 terjadi di Kongo.

Dampak dari seluruh fakta itu, berbagai maskapai penerbangan Kongo dilarang atau dibatasi Uni Eropa. Tapi, Kongo bukan satu-satunya negara Afrika dalam daftar tersebut.

Daftar yang disusun Uni Eropa itu mencakup 13 negara Afrika lain. Sejumlah maskapai Asia dan Amerika Latin juga masuk daftar tersebut.

Di Kongo, tahun terburuk industri penerbangan komersial mereka terjadi tahun 2007, ketika ada delapan kecelakaan dalam satu tahun.

Kecelakaan paling mematikan di negara itu terjadi tahun 1996, saat sebuah pesawat angkut Antonov melewati landasan pacu di Kinshasa dan menabrak pasar, menewaskan 237 orang.