Kisah Suami Setia Rawat Istri dengan Gangguan Lou Gehrig

Kisah Suami Setia Rawat Istri dengan Gangguan Lou Gehrig

Kisah Suami Setia Rawat Istri dengan Gangguan Lou Gehrig

Kisah Suami Setia Rawat Istri dengan Gangguan Lou Gehrig

Seorang pria asal Korea Selatan mengabdikan hidupnya untuk memelihara sang istri yang mengalami gangguan Lou Gehrig. Gangguan yang disebut juga amyotropic lateral sclerosis ini adalah salah satu penyebab disabilitas fisik.

Amyotrophic lateral sclerosis merupakan keadaan yang berjalan waktu proses saraf dan sel-sel tertentu di di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan. Akibatnya sel yang bertugas mengirimkan pesan berasal dari otak dan sumsum tulang menuju otot terganggu.

Seperti kelihatan di dalam tayangan SBS What on Earth, pria bertubuh gempal ini laksanakan banyak hal demi memelihara istrinya. Awalnya, sang istri hidup bersama dengan normal dan ceria hingga satu ketika perlahan pergerakannya makin terbatas.

Kini, sang istri hanya bisa terbaring di kasur dan laksanakan komunikasi bersama dengan sedikit kedipan mata saja.

“Saya berjanji kepadanya bahwa saya dapat membuatnya bahagia, dia menekuni keidupan yang susah dikarenakan saya,” ujar sang suami

Menciptakan Berbagai Alat Demi Sang Istri

Pada usia 45 tahun, rasa putus asa sempat menghampiri. Namun, pria ini bertekad untuk berhenti menangis tiap-tiap hari dan jadi laksanakan hal-hal bermanfaat demi sang istri.

Ia sukses memicu alat komunikasi berbentuk pager atau telegram tertentu yang bisa berdering ketika sang istri butuh bantuan. Awalnya, pager ini didesain bersama dengan tombol yang bisa ditekan sang istri. Namun, keadaannya makin lemah dan apalagi tidak bisa menekan tombol  Cerdaspoker Dominobet.

Pager pun diatur untuk mendeteksi gerakan dagu. Namun, tiga tahun lantas dagu sang istri ikut lumpuh. Sang suami tidak menyerah, ia sesuaikan kembali pager agar bisa terima gerakan otot sekecil apa pun.

“Saya inginkan berada di sisinya selama 24 jam. Namun, kadang saya terhitung wajib pergi ke toilet atau meninggalkannya sebentar,” ujarnya.

Selain itu, mantan supir truk ini terhitung menyediakan monitor deteksi jantung. Ketika detak jantung istrinya naik secara otomatis monitor itu dapat berdering. Hal lainnya, adalah bantal dan kasur pompa hawa otomatis yang bisa dinaik turunkan dan juga dicondongkan ke kanan dan ke kiri. Tempat tidur ditambah selang penampung urin agar badan sang istri  tidak usah dipindah ke toilet.

“Saya dapat terus menciptakan hal-hal yang bisa membuatnya nyaman, itulah satu-satunya hal yang saya hiraukan waktu ini,” pungkasnya.