Kisah Sejati Wanita Indonesia Dijual ke Tiongkok, Modus Pernikahan Palsu

Kisah Sejati Wanita Indonesia Dijual ke Tiongkok, Modus Pernikahan Palsu

Kisah Sejati Wanita Indonesia Dijual ke Tiongkok, Modus Pernikahan Palsu

Kisah Sejati Wanita Indonesia Dijual ke Tiongkok, Modus Pernikahan Palsu

 

Poker online Sebanyak 29 wanita sukses diselamatkan dari durjana perdagangan orang. Mereka dipasarkan ke Tiongkok oleh distributor dengan modus pernikahan pesanan.

Para korban ini mengalami pelbagai perlakuan yang tidak manusiawi. Salah satu korban, Monika, membeberkan tragedi yang dialaminya.

Dikutip dari Pojoksatu, Senin 24 Juni 2019, perempuan 23 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut menceritakan cerita kelamnya. Semula, dia diperkenalkan oleh temannya untuk perekrut yang biasa dinamakan makcomblang.

Waktu itu, Monika bertemu dengan dua orang perekrut. Satu orang berasal dari Tiongkok, sementara lainnya dari Indonesia.

Monika lantas ditawari menikah dengan lelaki Tiongkok oleh makcomblang. Dia dijanjikan duit Rp20 juta diperbanyak jaminan kesejahteraan untuknya dan keluarga.

” Saya dipertemukan dua lelaki Tiongkok di Pontianak, ditawari nikah dengan dia. Saya enggak inginkan dan saya dicarikan lelaki lainnya oleh makcomblang,” kata Monika.

Monika lantas dibawa ke Singkawang. Di sana, makcomblang mempertemukannya dengan dua lelaki yang pun dari Tiongkok.

Pertemuan terjadi di suatu rumah. Dalam pertemuan itu, Monika menyatakan ditanya apakah setuju menikah dengan lelaki Tiongkok itu atau tidak.

” Saya tanya aman enggak di sana sebab nikah sama orang luar negeri. Kata dia, ‘kamu di sana hidupnya enak nanti’. Oke lah, saya inginkan yang ini, saya pilih di antara laki-laki itu,” ucap dia.

Sesaat kemudian, dia menjalani prosesi pernikahan yang telah disiapkan perekrut. Wanita tersebut menerima cincin kawin dan duit mahar Rp19 juta.

Setelah prosesi pernikahan, Monika diminta kembali dulu ke rumahnya. Keesokan harinya, dia dijemput makcomblang lalu diangkut ke sebuah lokasi tinggal untuk menandatangani surat nikah.

” Di situ terdapat dua orang laki-laki, saya enggak kenal. Dia tanya saya, benar inginkan ikut ke Tiongkok? Saya bilang oke mau, berakhir itu saya tanda tangan surat itu,” cerah dia.

Sepekan berlalu, Monika diberangkatkan sendirian ke Tiongkok pada 18 September 2018 lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di bandara, dia bertemu dengan dua orang agen dari Tiongkok.

” Itu adik bos besar (agen) Tiongkok. Lalu berangkat, saya terbang ke Tiongkok bertiga,” kata dia. Agodapoker

Tiba di sana, Monika tidak langsung diantar ke lokasi tinggal suaminya tetapi sebuah apartemen. Di sana rupanya telah ada tiga perempuan Indonesia lainnya.

Barulah keesokan harinya, Monika dijemput family sang suami. Dia lalu diangkut ke lokasi tinggal mertuanya.

Tinggal di lokasi tinggal mertua, Monika tidak menemukan kebahagiaan sama sekali. Dia malah sering diperlakukan tidak manusiawi dan sering mendapat kekerasan baik dari suami maupun mertuanya.

Bahkan, dia pernah ditelanjangi sebab menolak bersangkutan badan dengan suaminya. Padahal, saat tersebut dia sedang menjalani siklus bulanan.

” Pas saya lagi datang haid tersebut saya tidak melayani suami saya. Saya dimarahi mertua dan ditelanjangi pas musim dingin,” ucap Monika.

Wanita tersebut mengaku tidak inginkan menuruti kehendak suaminya dan terus menangis. Dia pun minta dipulangkan.

Penderitaan Monika tidak berlalu sampai di situ. Dia pun dipekerjakan dengan jam kerja yang tidak jelas dan tidak menerima upah.

” Saya pun dipekerjakan sama mertua menyusun bunga, saya dipekerjakan dari jam 7 pagi hingga 7 malam, dipaksa kerjanya mesti cepat bila telat dimarahi. Saya enggak dikasih duit sama sekali,” tutur Monika.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menulis 29 korban TPPO yang sukses diselamatkan berasal dari dua daerah. 13 orang dari Kabupaten Senggau, Kalimantan Barat, sementara 16 lainnya dari Jawa Barat.

Seorang perempuan asal Indonesia menjadi korban penyerangan dan pemerkosaan di Rotterdam, Belanda. Insiden ini diadukan terjadi pada Sabtu pekan lalu.

Laman media setempat, NOS, mengadukan wanita yang adalahmahasiswi tersebut sedang bersepeda dari Stasiun Pusat Rotterdam mengarah ke tempat tinggalnya di Herman Bavinckstraat. Dia hingga di kediamannya selama pukul 5.30 pagi masa-masa setempat.

” Tidak lama sesudah mengunci sepedanya, dia diserang sampai terluka dan mesti diculik ke lokasi tinggal sakit,” demikian laporan NOS, dilansir dari merdeka.com, Senin 23 Juli 2018.

Kepolisian segera menyusun tim penyidikan usai mendapat laporan berhubungan insiden tersebut. Mereka menggali saksi di dekat lokasi, mengecek rekaman CCTV, dan melacak rute yang dilewati korban.

” Pelaku dipercayai berumur selama 20 tahun dan memakai mantel gelap. Dia terlihat mengemudikan sepeda berwarna gelap,” ujar di antara polisi.

Stasiun televisi lokal, RTV Rijnmond, mengadukan korban ialah seorang mahasiswi Indonesia yang mengekor program pertukaran di Universitas Erasmus. Warga sekitar mengejar mahasiswi tersebut usai merasakan pemerkosaan.

Diduga, mahasiswi tersebut telah dikuntit semenjak dari Avenue Concordia sampai ke lokasi tinggalnya. Korban pun sempat dicekik dengan rantai sepeda.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, membetulkan terjadinya insiden ini. Saat ini, korban merasakan trauma.

” Sejak tadi malam, kesebelasan perlindungan WNI KBRI Den Haag telah berada di tempat untuk menyerahkan pendampingan. Di samping itu, tim pun telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna mengejar pelaku,” kata Iqbal.

Kemlu tidak mau mengungkap identitas korban. Ini cocok permintaan family korban sekaligus formalitas yang sudah ditetapkan.

” Atas permintaan family korban, kami berjuang menjaga privasi dari permasalahan ini. Sesuai SOP Kemlu, kami mesti mengawal identitas korban,” cerah Iqbal. PREDIKSI TOGEL PALING JITU