Kisah Cinta Titanic Ini Lebih Mengharukan dari Jack dan Rose

Kisah Cinta Titanic Ini Lebih Mengharukan dari Jack dan Rose

Kisah Cinta Titanic Ini Lebih Mengharukan dari Jack dan Rose

Kisah Cinta Titanic Ini Lebih Mengharukan dari Jack dan Rose

 

pesiarqq pokercc – Ida Straus di ambang maut, terombang-ambing di Kapal Titanic yang nyaris karam. Selangkah lagi ia meraih sekoci No.8, namun tiba-tiba perempuan itu berbalik.

“Kita telah hidup dengan sepanjang bertahun-tahun. Ke manapun kau pergi, aku ikut,” kata dia kepada suaminya, Isidor Straus.

Keduanya memilih bersama, layaknya janji yang mereka ikrarkan 40 th. lalu, meski taruhannya adalah nyawa.

Ida dan Isidor Straus telah lama kondang sebagai pasangan setia. Mereka kerap bepergian bersama, ke seantero Amerika Serikat atau Eropa. Jika Isidor mesti pergi sendirian di dalam perjalanan bisnis, mereka dapat saling berkirim surat.

Seperti dikutip dari The Vintage News, keduanya nikmati kebersamaan lebih dari apapun — apalagi harta berlimpah yang mereka miliki.

Rosalie Ida Strauss, yang berdarah Jerman-Amerika lahir di Worms terhadap 1849. Pada usia 22 tahun, ia menikah dengan Isidor Straus — pemuda 26 th. kelahiran Palatinate. Kala itu sang mempelai pria telah jadi pengusaha di AS dan jadi salah satu pemilik toko serba tersedia Macy’s Department Store, New York.

Uang tak pernah jadi masalah bagi keduanya. Dengan kekayaannya, Isidor Straus bisa dikatakan sebagai ‘miliarder’ terhadap masanya.

Pasangan tersebut punya tujuh anak, satu di antaranya meninggal dunia selagi lahir.

Pada awal th. 1912, pasangan tersebut nikmati musim dingin di Eropa, menggunakan selagi di Cape Martin, Prancis selatan.

Awal April, mereka lagi ke rumah di kota New York, dengan menaiki RMS Titanic.

Setelah kapal termewah terhadap zamannya itu menghantam gunung es dan terasa karam, semua orang bergegas menuju dek, demi mendapat daerah di sekoci yang tak sebanding dengan kuantitas penumpang.

Di tengah kepanikan, awak Titanic menentukan untuk mengevakuasi anak dan perempuan khususnya dahulu. Ida dibawa ke sekoci No.8.

Dan gara-gara jadi anggota dari ‘kelas elite’ Isidor ditawari bangku di dalam sekoci, di sebelah istrinya. Namun, pria sejati itu menolaknya.

Dengan suara tegas, ia berbicara terhadap Kolonel Gracie, “Aku tak dapat pergi lebih pernah dari pria-pria lain.”

Ida lantas apalagi bersikukuh agar pembantu barunya, Ellen Bird masuk sekoci. Ketika gadis Inggris itu ragu, ia beri tambahan mantel bulunya yang mahal, mengatakan bahwa ia tak lagi membutuhkannya.

Saat Kolonel Gracie dan sejumlah kawan coba membujuknya, Ida selamanya menolak. Ia tak senang berpisah dari pria yang ia cintai. “Aku tak dapat berpisah dari suamiku. Kami dapat hidup atau mati bersama,” kata perempuan itu.

Ida dan Isidor kali terakhir nampak di dek di dalam situasi saling berpegangan tangan.

Saksi mata yang lihat pasangan itu mendeskripsikan adegan tersebut sebagai, “momentum luar biasa yang tunjukkan cinta dan kesetiaan.”

Kisah cinta pasangan itu lebih nyata dan mengharukan daripada Jack dan Rose di dalam Film Titanic.

Ida dan Isidor Strauss meninggal dunia selagi Titanic karam di Laut Atlantik yang nyaris beku.

Jasad Isidor ditemukan dan dibawa ke Halifax, Nova Scotia — di mana identitasnya lantas dikonfirmasi. Jenazah sang miliarder lantas dibawa ke New York. Sayangnya, tubuh Ida tak pernah ditemukan.

Sebuah cenotaph atau monumen yang bentuknya sama nisan didirikan bagi Ida dan Isidor di Straus Mausoleum di Woodlawn Cemetery di Bronx.

Sebuah kata-kata dari Song of Solomon atau Kidung Sulaiman tertulis di sana. “Air sebanyak apapun tak dapat memuaskan dahaga cinta — juga tak bisa membanjiri atau menenggelamkannya.”

Kenangan atas cinta Ida dan Isidor Straus sampai kini tetap terpasang di 34th Street Memorial Entrance, Macy’s Herald Square.

Selain kisah cinta yang menggetarkan hati, tersedia juga sejumlah jalinan asmara penumpang Titanic yang masuk kategori ‘terlarang’.

Cinta Terlarang terhadap Istri Miliarder

Kisah cinta dikira berhubungan antara penumpang kelas satu di Titanic dan seorang pria yang berasal dari kelas yang lebih rendah.

Emilio Portaluppi adalah penumpang kelas dua. Seniman asal Italia itu jatuh cinta terhadap seorang perempuan di kelas utama, Madeleine Talmage Astor — istri dari miliarder John Jacob Astor.

Portaluppi mulanya memesan tiket kapal White Star lainnya, Oceanic II, namun ia berubah pikiran sehabis terima telegram dari Kolonel John Jacob Astor IV, salah satu orang terkaya di dunia selagi itu.

Bagi Portaluppi, ini adalah kesempatan unik, berhimpun di dalam pelayaran perdana Titanic. Dan meski ia membeli tiket kelas dua, sebagai tamu Astor, ia sempat nikmati pelayaran di kabin kelas satu.

Portaluppi adalah pemahat kondang dan berbakat, karyanya terpajang di Gedung Bursa Efek New York. Astor ingin memanfaatkan keahliannya itu untuk memahat patung di villa miliknya di Newport.

Di sanalah hatinya tertambat terhadap Madeline Astor. Namun, ia tak pernah mengumbar perasaannya.

“Portaluppi berusia 80-an selagi ia mengakui bahwa ia jatuh hati terhadap Madeleine Astor. Namun, ia tak menceritakan sejauh apa jalinan mereka. Ia pria sejati yang pantang mengumbar aib,” kata Claudio Boss, layaknya dikutip dari Daily Mail.

Kisah Portaluppi punya banyak kemiripan dengan tokoh Jack Dawson di dalam Film Titanic.

Seperti halnya Jack, ia diundang makan malam di kelas satu terhadap 14 April 1912. Pada malam nahas itu.

Saat Titanic menabrak gunung es, ia berada di kabinnya. Mengira kapal telah sampai ke New York dan tengah berlabuh, ia meninggalkan kabinnya hanya dengan jubah tidur, lantas pergi ke dek.

Portaluppi mulanya coba melompat ke sekoci yang diisi perempuan. Namun, ia kehilangan pijakan dan tercebur ke air.

Ia berenang sepanjang dua jam di air sedingin es, sebelum akan selanjutnya ditarik sekoci 14 — sekoci terakhir yang meninggalkan Titanic.

Bahwa ia berenang sepanjang dua jam terkonfirmasi terhadap 16 Januari 1913, selagi itu New York Times mengumumkan gugatannya senilai US$25 ribu ke Ocean Steam Navigation Company atas kerugian fisik dan materi.

“Aku berada di air sedingin es Samudera Atlantik sepanjang dua jam, menderita rasa sakit luar biasa baik fisik maupun mental,” kata dia di dalam gugatannya.

Namun, rumor beredar, ia masuk ke sekoci Titanic dengan menyamar sebagai perempuan.

Setelah selamat dari Titanic, Portaluppi berhimpun jadi tentara di Angkatan Bersenjata Italia terhadap Perang Dunia I dan menikah untuk kali keduanya — meski tak pernah menceraikan istri pertamanya.

Madeleine Astor juga selamat dari musibah Titanic. Ia yang tengah hamil 8 bulan dinaikkan ke sekoci No 4.

Sang suami tak ikut naik kapal penyelamat. JJ Astor, salah satu pria paling kaya di dunia itu sempat menopang perempuan dan anak-anak masuk ke di dalam sekoci dan selamanya tinggal di Titanic sampai kapal itu karam.

Madeleine Astor menikah lagi di tengah Perang Dunia I, kehilangan hak atas kekayaan yang ia warisi dari mendiang suaminya.