Keracunan Karbon Monoksida Bisa Menyebabkan Kematian

Keracunan Karbon Monoksida Bisa Menyebabkan Kematian

Keracunan Karbon Monoksida Bisa Menyebabkan Kematian

Keracunan Karbon Monoksida Bisa Menyebabkan Kematian

Karbon monoksida ialah zat riskan yang ada di dekat kita. Tiap hari kita dapat terpapar gas itu lewat asap kendaraan bermotor. Jika tercium terlalu banyak, gas ini dapat mengakibatkan kematian.

Karbon monoksida atau gas CO ialah gas yang terbuat dari hasil pembakaran bensin, kayu, arang, dan sekian banyak jenis bahan bakar lainnya. Gas ini pun tidak mempunyai warna, rasa, dan bau sampai-sampai sulit sekali dideteksi.

Saat seseorang mencium karbon monoksida terlampau banyak, sel darah merah dalam tubuh yang tadinya mengikat oksigen berganti menjadi mengikat karbon monoksida.
Gejala keracunan karbon monoksida
Sakit kepala.
Pusing.
Muntah atau mual.
Kebingungan.
Merasa lemas.
Sakit perut.
Merasa tidak enak badan.
Penglihatan yang kabur.
Sesak napas.
Kehilangan kesadaran.
Terkadang fenomena dari keracunan gas CO dapat serupa dengan keracunan makanan atau flu. Namun, bila Anda merasakan keracunan karbon monoksida, kita tidak akan merasakan demam atau eskalasi suhu tubuh.

Penyebab keracunan karbon monoksida?

Keracunan karbon monoksida dapat saat Anda mencium asap yang diproduksi dari pembakaran mesin ataupun ketika memanggang di lokasi yang tertutup. Menghirup asap ketika kebakaran pun berpotensi memunculkan keracunan karbon monoksida.Umumnya, karbon monoksida timbul sebab pembakaran minyak, arang, gas, dan kayu yang tidak sempurna.

Bagaimana teknik mencegah keracunan karbon monoksida?

1. Buka garasi mobil atau motor

Bila kita mempunyai mobil atau motor dan memasukkannya ke dalam garasi rumah, tidak boleh menyalakan mesin mobil atau motor dengan pintu garasi yang tertutup dalam jangka masa-masa yang lama. Sebaiknya Anda mengobarkan mobil atau motor dalam jangka masa-masa yang lama di luar rumah.

2. Memasang detektor karbon monoksida

Akan lebih baik andai Anda memasang detektor karbon monoksida di rumah, khususnya di koridor atau kamar tidur. Jangan tak sempat untuk memeriksa dan mengubah baterai dari detektor karbon monoksida yang dipasang minimal dua kali setahun.

3. Menjaga dan memeriksa alat-alat atau mesin

Selalu pastikan bahwa alat-alat atau mesin di lokasi tinggal bekerja dengan baik dan mempunyai ventilasi yang sesuai. Jangan tidak mempedulikan alat atau mesin menyala di lokasi tinggal tanpa pengawasan.

4. Membersihkan ventilasi rumah

Bersihkan ventilasi udara di rumah andai ada kotoran atau puing-puing yang merintangi sirkulasi udara melewati ventilasi.

5. Berhati-hati saat memakai cairan kimia

Saat memakai cairan kimia tertentu yang berisi metilen klorida, laksana cat dan pembersih cat kuku, Anda butuh waspada sebab senyawa itu dapat menyusun karbon monoksida saat dihirup.