Kepala Hiu Berusia 330 Juta Tahun Ditemukan di Gua Kentucky

Kepala Hiu Berusia 330 Juta Tahun Ditemukan di Gua Kentucky

Kepala Hiu Berusia 330 Juta Tahun Ditemukan di Gua Kentucky

Kepala Hiu Berusia 330 Juta Tahun Ditemukan di Gua Kentucky

PESIARQQ – Sebuah kepala hiu berusia 330 juta tahun sudah ditemukan di Mammoth Cave National Park di Kentucky, Amerika Serikat.

Gua yang jauh dari laut tersebut telah mengindikasikan bahwa rupanya wilayah itu pernah diisi hiu.

“Para ilmuwan sudah mengidentifikasi sisa-sisa 15 sampai 20 spesies hiu yang berada jauh di dalam gua, tergolong bagian dari kepala monster besar berukuran putih – hiu – yang beberapa menonjol dari dinding,” kata berpengalaman paleontologi John-Paul Hodnett,

Hiu hidup selama 330 juta tahun yang lalu, yaitu masa yang dikenal sebagai periode masa-masa geologis Late Mississippian. Saat itu tidak sedikit bagian dari Amerika Utara diliputi oleh lautan.

Ketika mereka mati, jenazah mereka terbungkus dalam endapan yang kesudahannya menjadi batu kapur lokasi gua terbentuk.

“Hampir tidak pernah ada daftar sama sekali mengenai gigi hiu yang berasal dari bebatuan ini. Hal tersebut jadi menarik,” kata Hodnett. “Ini ialah rekor baru hiu dari lapisan masa-masa tertentu.” tambahnya.

Bukan Kerangka Melainkan Bagian dari Kepala Hiu

Ilmuwan Mammoth Cave, Rick Olson dan Rick Toomey sedang memetakan bagian terasing gua saat mereka mulai menyaksikan fosil hiu, menurut keterangan dari Vincent Santucci, berpengalaman paleontologi senior di National Park Service.

Mereka mengirim potret temuan mereka ke Hodnett, sebab dia berpengalaman hiu Paleozoikum. Dia bekerja di Taman Dinosaurus Maryland, suatu situs fosil di sekitar Washington DC, dan menyokong penelitian guna Layanan Taman Nasional.

Ada sejumlah gigi hiu di foto-foto itu, kata Hodnett, namun ia pun melihat tulang rawan yang menurutnya barangkali kerangka hiu.

Itu lumayan langka sebab tulang rawan lebih empuk daripada tulang lainnya, sampai-sampai tidak tidak jarang diawetkan. Ketika ilmuwan mendatangi gua tersebut pada bulan November 2019, dia menyadari bahwa dia sedang menyaksikan sesuatu yang jauh lebih besar.

“Ternyata sebenarnya tersebut bukan kerangka, tersebut sebenarnya melulu bagian dari kepala. Dan kepala tersebut sendiri lumayan besar,” kata Hodnett.

“Anda dapat menyaksikan bagian dari rahang hiu di mana ia menempel pada tengkorak dan ujung dagunya,” kata Hodnett. Beberapa unsur tengah rahang tidak terlihat, namun ia memperkirakan bahwa panjangnya selama 2,5 cm.

Dengan mempelajari giginya, Hodnett bisa menilai bahwa fosil itu ialah bagian dari spesies yang dinamakan Saivodus Striatus yang berukuran sebesar hiu putih besar canggih – panjang selama 16 sampai 20 kaki. Dia menuliskan mereka tidak tahu berapa tidak sedikit hiu yang masih terkubur di dalam batu.

“Ini paling menarik, namun bukan urusan yang paling gampang untuk dipelajari,” kata Hodnett. “Gua ialah lingkungan yang paling istimewa, jadi tidak ideal untuk menerbitkan bongkahan batu besar dari dalamnya dan merusak lingkungan internal dengan mengerjakan ini.”

Tantangan Menemukan Fosil Hiu dalam Gua

Mencapai unsur gua ini ialah tantangan tersendiri. Hodnett menuliskan mereka mesti merangkak dengan tangan dan lutut selama seperempat mil untuk menjangkau temuan mereka. “Akan paling sulit untuk membawa peralatan yang cocok di sana untuk mencari spesimen dengan benar dari gua,” katanya.

Hodnett menuliskan dia masih mempelajari spesimen fosil yang dia kumpulkan dari gua, namun dia telah belajar banyak. Dia memperkirakan bahwa dia telah mengejar fosil selama 150 hiu yang bertolak belakang dari 15 sampai 20 spesies yang berbeda. Sebagian besar daftar fosil dari periode Akhir Mississippian ditemukan di Eropa, sampai-sampai ini bisa menjawab tidak sedikit pertanyaan mengenai apa yang sedang terjadi di Amerika Utara.

“Jadi, mudah-mudahan, dengan lebih tidak sedikit kerja lapangan, anda akan mendapatkan kelompok spesimen bagus untuk menolong mendapatkan paling tidak sejumlah keanekaragaman yang lebih banyal.”

Para peneliti berencana guna mempresentasikan temuan mula mereka pada bulan Oktober di pertemuan Society of Vertebrate Paleontology.

Santucci menuliskan fosil-fosil tersebut ditemukan di bagian terasing taman yang tidak bisa dikunjungi orang tanpa izin khusus, namun mereka tidak hendak mengungkapkan tempat persisnya. Katanya, mereka akan memperlihatkan fosil di taman dan online, dan proyek ini baru saja dimulai.

“Luar biasa alangkah cepatnya anda menemukan sejumlah hal menarik,” kata Santucci.