Kenali Berbagai Penyakit Berbasis Lingkungan dan Cara Menghindarinya

Kenali Berbagai Penyakit Berbasis Lingkungan dan Cara Menghindarinya

Kenali Berbagai Penyakit Berbasis Lingkungan dan Cara Menghindarinya

Kenali Berbagai Penyakit Berbasis Lingkungan dan Cara Menghindarinya

Pernahkah kita mendengar mengenai penyakit berbasis lingkungan? Seperti namanya, penyakit-penyakit ini timbul dampak kondisi lingkungan tidak sehat, misalnya sebab sampah yang menumpuk, genangan air got yang jarang dibersihkan, sampai pencemaran udara, dan pemanasan global.

Penyakit berbasis lingkungan pada dasarnya ialah semua jenis penyakit yang diakibatkan oleh penyampaian racun. Racun di sini bukan datang dari makanan, tetapi lingkungan yang sudah tercemar polusi tanah, air, sampai udara.Paparan racun ini bisa mengakibatkan sekian banyak reaksi kesehatan di dalam tubuh, mulai dari susah konsentrasi, cepat lelah, sampai penyakit kronis lainnya. kita juga dapat merasakan reaksi alergi, sekalipun sedang di lingkungan yang tampak bersih. Padahal di angkasa pun terdapat polusi yang tidak terlihat.
Penyakit berbasis lingkungan muncul dampak ini
Rokok yang disulut
Zat kimia asbestos pada material di gedung-gedung
Asap pembakaran kayu atau sampah
Air minum dari sumber yang sudah tercemar
Logam berat, contohnya dari makanan laut yang sudah tercemar merkuri
Paparan sekian banyak zat kimia ini mungkin menyebabkan Anda menderita fenomena penyakit berbasis lingkungan. Gejala ini sendiri beragam, tapi seringkali berupa demam, mual dan/atau muntah, batuk, bercak merah pada kulit, maupun nyeri otot.

Jenis penyakit berbasis lingkungan dan teknik mengobatinya
Berdasarkan keterangan dari National Institute of Environmental Health Sciences, penyakit berbasis lingkungan tidak sedikit jenisnya. Beberapa di antaranya merupakan:
1. Alergi dan asma
Penyakit berbasis lingkungan berupa alergi dan asma ini dirangsang oleh polutan atau alergen yang sedang di udara. Gejala penyakit ini ialah sering bersin, hidung berair, mata gatal, sampai sesak napas.
2. Penyakit yang bersangkutan dengan sanitasi
Ketika mengonsumsi air ternoda (misalnya tidak direbus terlebih dahulu), ada bisa jadi Anda pun menelan mikroorganisme riskan maupun logam berat. Penyakit ini seringkali berupa diare, kram perut, muntah, maupun demam.
3. Gangguan penglihatan

Debu yang masuk ke mata dapat memunculkan iritasi, mata merah dan berair, sampai rasa gatal, dan perih. Bahkan, mata yang tidak jarang terpapar sinar matahari langsung pun berisiko merasakan pembentukan awan, atau dikenal sebagai katarak.

4. Keracunan logam berat

Dalam etape ringan, penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, mual, dan muntah. Sementara tersebut dalam etape yang kronis, keracunan ini dapat sampai merusak faedah otak, ginjal, hati, sampai mengakibatkan kematian.

5. Infertilitas

Kondisi ini ditandai dengan sulitnya lelaki atau perempuan mempunyai keturunan sesudah lebih dari 1 tahun mencoba. Penyebabnya dapat bermacam-macam, salah satunya penyampaian logam berat.

6. Penyakit jantung

Polutan yang masuk ke dalam tubuh dapat berubah menjadi radikal bebas yang lantas dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat, sampai-sampai mengganggu kerja jantung.

7. Kanker

Salah satu jenisnya yaitu kanker kulit, yang dapat muncul dampak paparan radiasi berlebihan. Kanker jenis beda juga dapat muncul dampak paparan asap rokok, asbestol, alkohol, sampai zat kimia lainnya.