Kehilangan Game 2 dengan Dramatis, Minions Lakukan Kebangkitan Hebat

Kehilangan Game 2 dengan Dramatis, Minions Lakukan Kebangkitan Hebat

Kehilangan Game 2 dengan Dramatis, Minions Lakukan Kebangkitan Hebat

Kehilangan Game 2 dengan Dramatis, Minions Lakukan Kebangkitan Hebat

Ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil lolos ke babak 16 besar All England 2021.

Marcus/Kevin mengalahkan pasangan baru Inggris Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen dalam rubber game dengan skor 21-12, 19-21, dan 21-9 dalam pertandingan di Utilita Arena Birmingham malam ini WIB (17/3). Daftar di sini

Pada game pertama, Clare/Van Leeuwen menggebrak dengan unggul dalam posisi 5-2. Namun setelah itu, Marcus/Kevin melesat dan berganti unggul 8-6.

Marcus/Kevin lantas mempertahankan momentum tersebut. Mereka memimpin setelah interval dalam kondisi 14-8, lalu 19-10, dan akhirnya menutup game pertama dengan kemenangan nyaman 21-12.

Pada awal game kedua, Minions telat panas. Clare/Van Leeuwen yang baru dipasangkan hari ini di All England 2021 langsung memimpin jauh 6-0. Mereka terus mempertahankan keunggulan saat interval dengan skor 11-7.

Namun, Marcus/Kevin pelan-pelan mendekat. Saat tertinggal 14-19, Marcus/Kevin bangkit, mencetak lima poin beruntun, dan menyamakan kedudukan dengan skor 19-19.

Sayang, Marcus/Kevin gagal mendapatkan momentum. Clare/Van Leeuwen mencetak dua angka beruntun dan mengambil game kedua dengan skor 21-19.

“Di game kedua tadi kami banyak melakukan kesalahan sendiri, banyak mati sendiri. Dan lawan jadi semakin bangkit. Kami coba mengejar tapi memang sudah lebih susah,” kata Kevin dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Ya lawan bermain lumayan bagus, terutama di game kedua. Mereka tidak mudah dimatikan,” tambah Marcus.

Saat Clare/Van Leeuwen memimpin 20-19, Kevin salah melakukan pengamatan. Dia merasa bola keluar. Namun, ternyata bola masuk dan akhirnya Marcus/Kevin kehilangan game kedua.

Di game ketiga, Marcus/Kevin tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti game kedua.

Mereka melesat dan langsung memimpin jauh dalam kondisi 11-4. Marcus/Kevin tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memimpin jauh dan mencapai match point dalam kondisi sangat nyaman yakni 20-8.

Juara dua kali All England tersebut akhirnya memungkasi pertandingan dengan skor 21-9. Laga ini berakhir dalam tempo 43 menit.

Game ketiga kami harus lebih fokus. Langsung main cepat dan tidak memberikan kesempatan lawan untuk berkembang,” kata Marcus.

Laga ini adalah pertandingan pertama Marcus/Kevin setelah satu tahun. Mereka kali terakhir berlaga pada turnamen internasional final All England 2020. Saat itu, Marcus/Kevin kalah di final melawan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

“Kami senang bisa kembali bertanding setelah lama absen. Semoga besok bisa lebih baik,” kata Kevin.