Kebingungan Bayar utang, Modus Pegawai Kedai Bunuh Penagih utang

Kebingungan Bayar utang, Modus Pegawai Kedai Bunuh Penagih utang

Kebingungan Bayar utang, Modus Pegawai Kedai Bunuh Penagih utang

Kebingungan Bayar utang, Modus Pegawai Kedai Bunuh Penagih utang

Penyidik Satreskrim Polresta Bandung menjerat para pelaku pembunuhan Edward Silaban, pria yang menagih pinjaman kepada bos kedai ramen, dengan pasal pembunuhan berencana.

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Hendra Kurniawan mengatakan, penyidik miliki bukti-bukti bahwa para tersangka diduga telah berencana aksinya sebelum akan membunuh Edward.

“Para pelaku ini telah mempersiapkan alatnya, pisau, batu bata, kendaraan, wilayah pembuangan dan menyewa mobil. Jadi telah direncanakan telah memadai baik oleh si pelaku,” kata Hendra selagi dihubungi Rabu (5/2/2020).

Hendra mengungkapkan, penyidik telah menangkap dua pelaku utama didalam kasus ini yakni manajer kedai ramen LT (26) dan pegawai kedai RM (19) sebagai eksekutor pembunuhan. Sementara, lima orang tersangka lainnya yakni DM (20), SR (21), DS (23), AM (20), dan IN (21), turut menopang LT dan RM didalam kejahatan pembunuhan tersebut Agodapoker poker republik.

“Lima orang karyawan di sini perannya sebagai pembantu. Mereka disuruh manajer bersihkan ceceran darah. Fatalnya, mereka tahu tapi tidak melaporkan ke polisi jika berlangsung pembunuhan,” ujar Hendra.

Penyidik Satreskrim Polresta Bandung menjerat para pelaku pembunuhan Edward Silaban, pria yang menagih pinjaman kepada bos kedai ramen, dengan pasal pembunuhan berencana

Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik dari LT, diketahui manajer kedai ramen selanjutnya meminjam duit Rp150 juta dari korban Edward. Dari pinjaman itu, berlangsung kesepakatan bahwa LT perlu membayar sebanyak 150 kali dengan cicilan Rp1,2 juta per hari.

Namun, pelaku yang mengelola enam kedai ramen di beberapa titik selanjutnya mengaku miliki penghasilan kira-kira Rp17 juta didalam satu bulan.

“Mungkin berat bagi pelaku untuk membayar utangnya. Karena pusing untuk melunasi utangnya, si pelaku berpikir jika saya sanggup menghabisi nyawa korban ini utang-utangnya sanggup selesai,” papar Hendra.

Kedua otak pelaku yakni LT dan RM ditangkap di Malang, Jawa Timur. Sedangkan lima tersangka lainnya ditangkap di Bandung.

Atas kasus dugaan pembunuhan berencana ini, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 328, 333, dan 430 KUHPidana. “Ancaman hukumannya, 20 hingga dengan seumur hidup,” ucap Hendra