Kebijakan Pemerintah Bawa Angin ke Pasar Properti di indonesia

Kebijakan Pemerintah Bawa Angin ke Pasar Properti di indonesia

Kebijakan Pemerintah Bawa Angin ke Pasar Properti

 

Kebijakan Pemerintah Bawa Angin ke Pasar Properti

Semakin membaiknya pasar properti di semester kedua 2019 mengindikasikan bahwa sekian banyak kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah memang membawa akibat positif terhadap pasar.

Hal ini mengindikasikan bahwa program-program pelonggaran LTV, FLPP, serta model pembiayaan lainnya dominan positif pada pertumbuhan properti di Tanah Air.

“Berbagai kepandaian pemerintah tersebut mengindikasikan bahwa sesungguhnya ketika ini adalahwaktu yang paling gampang untuk melakukan pembelian rumah,”

Data Rumah Property Index mengindikasikan terjadi eskalasi indeks harga properti sebesar 5% pada kuartal I 2019 dikomparasikan kuartal I 2018 (year-on-year). Kenaikan ini jauh lebih baik bila dikomparasikan dengan eskalasi pada kuartal I 2018, yang melulu naik 1% dikomparasikan kuartal I 2017 (y-o-y). Melihat siklusnya, pada kuartal I 2020 akan merasakan kenaikan sampai 7-10% dikomparasikan dengan kuartal I 2019.

Sementara itu, suplai hunian pada kuartal I 2019 mengalami eskalasi sebesar 8% secara tahunan. Peningkatannya tidak banyak lebih kecil dikomparasikan kenaikan pada tahun sebelumnya, di mana suplai property pada kuartal I 2018 mengalami eskalasi sebesar 10% dikomparasikan kuartal I 2017. Namun secara umum, penambahan suplai properti ini dapat disebutkan stabil.

“Tahun ini ialah waktu yang tepat untuk melakukan pembelian rumah sebab pasar properti mulai merasakan pemulihan. Program DealJuara adalahsalah satu teknik kami untuk mempermudah pencari lokasi tinggal untuk memanfaatkan momen ini. Di samping mempermudah hal DP, sekian banyak penawaran unik lain laksana cashback, subsidi biaya, dan hadiah unik lainnya pun dapat dinikmati dalam program,”

“Alasan utama kenapa orang belum berencana melakukan pembelian properti ialah terkendala duit muka. Di mana tantangan ini ditetapkan oleh 54% narasumber survei,”

Nantinya semua pencari rumah berpeluang mencari lebih dari 2.000 unit properti opsi siap dibeli konsumen sekitar program dilangsungkan mulai 7 Juli sampai 30 September 2019. Dimulai dengan kisaran harga Rp300 juta sampai Rp4 miliar, opsi properti yang merangkum rumah tapak sampai apartemen di sekian banyak jenis dan unit pilihan.

BACA JUGA :

Daftar Dompet Digital Paling Banyak Digunakan Milenial