Kalah dari Makedonia Utara Itu, Lebih Parah dari Dibantai Spanyol 0-6

Kalah dari Makedonia Utara Itu, Lebih Parah dari Dibantai Spanyol 0-6

Kalah dari Makedonia Utara Itu, Lebih Parah dari Dibantai Spanyol 0-6

Kalah dari Makedonia Utara Itu, Lebih Parah dari Dibantai Spanyol 0-6

Laga pertama Jerman di Euro 2020 menghadapi Prancis kurang 76 hari lagi. Bukannya makin menunjukkan status sebagai salah satu tim favorit pemenang Euro 2020, performa Jerman malah anjlok.

Kemarin (1/4) Ilkay Guendogan dkk dipermalukan Makedonia Utara 1-2 di kandang sendiri, Schauinsland-Reisen-Arena, Duisburg. Daftar di sini

Bertolak belakang dengan start mulus Die Mannschaft dalam dua laga awal kualifikasi Piala Dunia 2022 sebelumnya. Yaitu, ketika skuad asuhan Joachim Loew mengalahkan Islandia 3-0 (26/3) dan unggul 1-0 di kandang Rumania tiga hari berselang (29/3).

”Lebih memalukan ketimbang kekalahan 0-6 di La Cartuja,” tulis Sport 1 dalam judul halaman utamanya.

Ya, Estadio La Cartuja di Sevilla pernah memberikan memori buruk bagi Jerman pada 17 November 2020. Yakni, ketika Jerman disikat Spanyol setengah lusin gol tanpa balas pada matchday keenam UEFA Nations League. Itu merupakan kekalahan terbesar dalam histori Jerman.

Tapi, kalah oleh Spanyol yang notabene tim tangguh Eropa masih bisa ditoleransi. Ranking Spanyol saat itu (peringkat ke-6) juga di atas Jerman (peringkat ke-13).

Tentu berbeda dengan Makedonia Utara yang berselisih 58 setrip di bawah Jerman. ”(Kalah oleh tim yang perbedaannya) bagaikan bumi dan langit,” tulis Kicker.

Media dan publik Jerman pun mulai pesimistis akan peluang tim kesayangannya dalam Euro 2020 pada musim panas nanti.

”Aku tidak tahu apakah ini kemunduran atau tidak. Waktu yang akan menjawabnya,” ucap Guendogan, gelandang Jerman yang dipercaya sebagai kapten dalam laga kemarin.

Sebagaimana diketahui, dalam Euro 2020, Jerman tidak hanya satu grup dengan Prancis yang notabene juara Piala Dunia 2018. Ada pula juara bertahan Portugal.

Performa Prancis dan Portugal pun masih terjaga di kualifikasi Piala Dunia 2022. ”Masih ada waktu untuk berbenah,” imbuh Guendogan yang musim ini tampil sebagai mesin gol Manchester City.

Taktik Loew mengganti formasi lini belakang dari empat bek menjadi tiga bek (skema 3-1-4-2) pada 56 menit pertama dituding sebagai salah satu faktor kekalahan Jerman.

Sebab, Leroy Sane yang biasanya bermain sebagai wide attacker bersama Bayern Muenchen keteteran dalam bertahan (seolah menjadi wingback kanan). Berbeda dengan Robin Gosens di sisi kiri karena pemain Atalanta BC itu memang terbiasa memainkan posisi tersebut.

Jogi –sapaan akrab Loew– juga membayar mahal pilihan tidak pernah mencari pemain nomor 9 yang mumpuni.

Dalam skuad Jerman kemarin hanya ada Timo Werner dan dia baru turun pada menit ke-56. Meski menggairahkan lini serang, Werner menjadi olok-olok di media sosial karena membuang peluang bagus di 10 menit terakhir.

Menerima umpan Guendogan dalam posisi tidak terkawal di depan gawang Makedonia Utara, sepakan Werner tidak akurat dan melebar.

Loew pun sangat kesal atas momen kegagalan striker Chelsea tersebut dalam memaksimalkan peluang. ”Itu benar-benar mengecewakan. Kami sering kehilangan bola dalam pertandingan ini,” keluh pelatih yang telah memutuskan tidak akan menangani Jerman selepas Euro 2020 itu.