Kabar Baik! Vaksin Corona Buatan RI Diproduksi 2021

Kabar Baik! Vaksin Corona Buatan RI Diproduksi 2021

Kabar Baik! Vaksin Corona Buatan RI Diproduksi 2021

Kabar Baik! Vaksin Corona Buatan RI Diproduksi 2021

 

Kabar baik guna kita semua. Pemerintah mengumumkan vaksin Corona mulai diproduksi pada Januari atau Februari 2021. Hal tersebut diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir usai meresmikan software Ferizy kepunyaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Agodapoker Domino99

Erick menuliskan pemerintah telah menerima vaksin Corona dari China dan sedang dilaksanakan uji klinis oleh PT Bio Farma.

“Yang bapak mesti ketahui vaksin telah akan diproduksi tapi tersebut baru Januari-Februari tahun depan, berarti masih 6-7 bulan lagi anda harus menghadapi COVID ini yang tidak di melulu di Indonesia, tapi semua negara di dunia,” kata Erick ketika meresmikan software Ferizy melewati video conference, Sabtu (25/7/2020).

Sambil menunggu vaksin Corona diproduksi, Erick menghimbau untuk seluruh masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, mulai memakai masker, membasuh tangan, sampai jaga jarak (physical distancing).

“Tidak terdapat lagi istilahnya mesti ditakut-takuti pakai masker, didenda baru pakai, namun protokol ini gunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, mesti menjadi prioritas utama kita bila mau pulang merasa aman,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari dia, masih terdapat waktu selama enam hingga tujuh bulan untuk masyarakat guna ikut andi memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan mengemban protokol kesehatan hingga vaksin Corona benar-benar diproduksi.

“Ini bisa sukses kalau masyarakatnya bersatu, pasti saya harapkan dapat didukung seluruh yang hadir, dan insha Allah kita seluruh pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat bersatu menghadapi COVID-19,” ungkapnya.

Kerja sama pengembangan vaksin virus Corona (COVID-19) dari China sempat memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Sebagaimana diketahui, vaksin asal China ini merupakan produksi Sinovac Biotech Co. yang adalahperusahaan biofarmasi yang konsentrasi pada penelitian, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin. Perusahaan itu berbasis di Beijing, China.

Menjawab keresahan tersebut, PT Bio Farma (Persero) juga angkat bicara. Berdasarkan keterangan dari Head of Corporate Communication PT Bio Farma, Iwan Setiawan salah satu dalil penunjukkan Sinovac sebagai partner pengembangan vaksin ialah karena Sinovac memiliki sejumlah kesamaan dengan Bio Farma, khususnya dari penelitian vaksinnya. Keduanya sama-sama telah mengerjakan riset terhadap jenis vaksin yang sama yaitu inactivated vaccine SARS Cov-2.

“Jadi ada sejumlah yang terdapat kesamaan. Kan ada lantas ada vaksin inactivated vaccine SARS Cov-2, lantas ada recombinant. Nah ini yang diciptakan di mereka itu ialah yang inactivated, anda yang anda buat di Bio Farma pun sama,” ungkap Iwan dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (23/7/2020).

Di samping itu, keduanya pun menggunakan teknologi yang serupa sampai-sampai mempermudah proses produksi.

“Ada keserupaan teknologi, sehingga anda tidak perlu lagi terdapat pengembangan dari segi teknologi sebab kita telah menguasainya di Bio Farma dan nanti anda tinggal menciptakan secara massal saja,” sambungnya.

Lalu, produk-produk Sinovac pun secara lembaga sudah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO), sampai-sampai secara kualitas telah tidak butuh diragukan lagi.

“Kemudian berikutnya dari segi quality anda kan Bio Farma telah terakreditasi oleh WHO produk kita. Nah guna Sinovac pun sama, produknya yang lain telah terakreditasi oleh WHO,” tambahnya.

Rencananya, bila proses uji klinis etape III mengindikasikan hasil yang positif, Bio Farma memproduksi sejumlah 250 juta takaran vaksin masing-masing tahunnya. Namun, guna tahap kesatu, Bio Farma melulu akan memproduksi 100 juta dosis.

Bila seluruh berjalan mulus cocok rencana, maka diduga Bio Farma dapat mulai memproduksi vaksin pada Januari 2021.