Jumlah Virus Korona Pada OTG Bisa Sama Banyaknya Seperti Pasien di RS

Jumlah Virus Korona Pada OTG Bisa Sama Banyaknya Seperti Pasien di RS

Jumlah Virus Korona Pada OTG Bisa Sama Banyaknya Seperti Pasien di RS

Jumlah Virus Korona Pada OTG Bisa Sama Banyaknya Seperti Pasien di RS

Orang yang tidak memiliki gejala atau OTG saat terinfeksi Covid-19 ternyata dapat memiliki jumlah virus yang sama banyaknya seperti pasien di rumah sakit. Dan beberapa orang bahkan menularkan virus Korona jauh lebih banyak daripada yang lain.

Data itu terungkap menurut dua studi terbaru oleh para peneliti University of Colorado Boulder. Studi tersebut menggunakan data dari lebih dari 72 ribu sampel air liur yang dikumpulkan dari mahasiswa CU Boulder dan beberapa anggota fakultas, antara 17 Agustus hingga 25 November melalui program pemantauan virus Korona kampus.

Studi tersebut belum ditinjau oleh peneliti sejawat dan sedang dalam proses untuk dikirim untuk dipublikasikan. Studi pertama mengamati jumlah virus Korona (viral load) dalam sampel yang diberikan oleh 1.405 orang yang dites positif. Penelitian menemukan bahwa setengah dari mereka yang dites positif berada dalam fase penyakit ‘tidak menular’ karena jumlah virus yang rendah dalam sampel. Daftar di sini

Hanya 2 persen dari mereka yang dites positif membawa 90 persen virus atau berpotensi sebagai penyebar super. Satu individu menyumbang 5 persen dari virus yang diukur dalam penelitian ini.

“Tetapi ada juga variabel lain yang perlu dipertimbangkan,” kata Direktur BioFrontiers Institute Roy Parker, yang bekerja sama dalam kedua proyek tersebut seperti dilansir dari Times Call, Jumat (19/3).

“Viral load seseorang meningkat dan menurun sepanjang siklus infeksi, jadi sampel yang diberikan adalah gambaran dari siklus itu,” lanjut Parker.

Dan beberapa orang menghasilkan jauh lebih banyak partikel di udara, atau aerosol, daripada yang lain. Dan mereka mungkin menyebarkan virus bahkan dengan viral load yang lebih kecil.

Studi kedua menemukan hubungan antara viral load yang tinggi pada siswa yang dites positif dan menyebarkan virus ke teman sekamar mereka. Satu dari lima siswa CU Boulder yang dites positif terkena virus Korona saat tinggal dengan teman sekamar di asrama menginfeksi teman sekamar mereka. Dan mereka yang menularkan virus memiliki viral load yang 7 kali lebih tinggi.

Penulis utama Kristen Bjorkman yang juga Direktur Ilmiah Covid-19 di BioFrontiers Institute mengatakan studi tersebut juga meyakinkan bahwa protokol yang diterapkan termasuk tes pemantauan, ruang isolasi dan pelacakan kontak memang penting. “Kami belajar bahwa tidak setiap orang dapat menularkan seperti orang lain. Beberapa orang bisa menginfeksi banyak orang, dan yang lainnya sangat sedikit,” tegasnya.

“Anda dapat memiliki viral load yang sangat tinggi tapi tetap merasa sehat dan merasa baik-baik saja,” kata Bjorkman.

Peneliti selanjutnya ingin melihat mengapa orang tertentu menghasilkan lebih banyak virus daripada yang lain. Masih belum diketahui mengapa setiap orang bisa memiliki viral load yang berbeda.