Jokowi Marah, Nadiem Makarim di Ujung Tanduk

Jokowi Marah, Nadiem Makarim di Ujung Tanduk

Jokowi Marah, Nadiem Makarim di Ujung Tanduk

Jokowi Marah, Nadiem Makarim di Ujung Tanduk

Pakar intelijen Stanislaus Riyanta menyatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berada di ujung tanduk, posisinya mengkhawatirkan, tidak aman. Apakah Nadiem bakal lanjut sebagai menteri hingga akhir periode pemerintahan Jokowi, atau di-reshuffle di sedang jalan, terkait beberapa aspek juga besar kecilnya tekanan dari beraneka pihak yang mempunyai pengaruh.

“Nadiam Makarim ini pertentangannya luar biasa, terkait tekanan. Kalau tekanannya tinggi, dapat menjadi tidak aman,” ujar Stanislaus kepada Tagar, Senin, 22 Juni 2020. pesiarqq pokercc

Nadiem Makarim adalah pertaruhan Jokowi, kata Stanis. “Jokowi menunjuk Nadiem adalah lompatan cukup ekstrem. Menteri Pendidikan yang kebanyakan dijabat oleh senior, tokoh dari Muhammadiyah, lantas tiba-tiba Nadiem. Ini pertentangannya luar biasa. Banyak sekali pertentangan terhadap Nadiem Makarim.”

Terlepas dari pertentangan politik, Stanis memandang kinerja Nadiem Makarim belum kelihatan. “Nadiem senang mobilisasi program kerja, ternyata tiba-tiba ada pandemi Covid-19, terpaksa perlu menekuni protokol kesehatan di bidang pendidikan, senang enggak mau.”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengemukakan Program dan Kebijakan Pendidikan Tinggi bertajuk Merdeka Belajar: Kampus Belajar di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Situasi pandemi yang justru menguntungkan Nadiem, kata Stanis. “Dia diuntungkan suasana ini, gara-gara dia sebenarnya ahlinya teknologi. Ketika kita dipaksa menerapkan protokol kesehatan, senang enggak senang kan perlu gunakan teknologi. Dia tertolong suasana ini sebenarnya.”

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bakal melakukan reshuffle atau perombakan kabinet jika sebenarnya diperlukan demi menyelamatkan 260 juta rakyat Indonesia. Jokowi marah, jengkel memandang pembantunya tidak mempunyai sense of crisis menangani ekonomi di sedang pandemi Covid-19.

Kemarahan Jokowi selanjutnya berjalan di dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, 18 Juni 2020. Video menunjukkan kejengkelan Jokowi itu diunggah Sekretariat Presiden di YouTube, Minggu, 28 Juni 2020.

“Kita perlu memahami ini. Jangan biasa-biasa saja. Jangan berpikiran ini normal. Bahaya sekali ini. Dan, saya memandang bapak dan ibu berpikiran ini tetap normal,” ujar Jokowi.

Kemudian tercetus kata reshuffle dari bibirnya, sebagai anggota dari upaya memperbaiki keadaan. “Bisa saja membubarkan lembaga, dapat saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya.”

Stanislaus Riyanta memprediksi Presiden Jokowi bakal melakukan reshuffle kabinet bersama-sama bersama pergantian Kapolri dan Panglima TNI, terhadap awal tahun 2021. Selengkapnya prediksi Stanislaus di dalam video selanjutnya ini.