Jika Kami Bisa Kalahkan Milan, Kami Juga Bisa Kalahkan Juve

Jika Kami Bisa Kalahkan Milan, Kami Juga Bisa Kalahkan Juve

Jika Kami Bisa Kalahkan Milan, Kami Juga Bisa Kalahkan Juve

Jika Kami Bisa Kalahkan Milan, Kami Juga Bisa Kalahkan Juve

Juventus dikenal sebagai klub dengan pertahanan terbaik di Italia. Meski ditangani allenatore debutan Andrea Pirlo musim ini, Juve tetap menahbiskan diri sebagai tim yang paling sedikit kebobolan di Serie A dengan 18 gol.

Dalam empat laga terakhir, dua di Serie A (lawan Bologna FC dan Sampdoria) serta perempat final Coppa Italia kontra SPAL lalu Supercoppa Italiana (versus SSC Napoli), pertahanan Juve mencatat clean sheet. Daftar di sini

Tim terakhir yang bisa membobol gawang Bianconeri adalah Inter Milan. Yaitu, saat Juve takluk dua gol tanpa balas di Stadio Giuseppe Meazza dalam giornata ke-18 Serie A (18/1).

Yang menarik, Inter kembali jadi lawan Juve dalam first leg semifinal Coppa Italia di venue yang sama dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional/UseeSports 2 pukul 02.45 WIB).

Apakah Inter akan kembali menodai pertahanan Juve dan meraih predikat pertahanan clean sheet? Atau Bianconeri yang mampu melanjutkan clean sheet untuk kali kelima beruntun?

”Antonio Conte telah mengubah Inter Milan menjadi tim dengan pertahanan yang lebih baik. Musim lalu, (pertahanan) mereka paling sedikit kebobolan di Serie A (36 gol, berbanding Juve dengan 43 gol, Red),” kata Leonardo Bonucci, bek Juve, seperti dilansir Tuttosport.

Tapi, Bonucci menyatakan bahwa Juve sudah belajar dari kekalahan sebelumnya di Giuseppe Meazza. Secara tersirat, Bonucci merujuk kepada Pirlo.

Sebab, musim lalu, Juve masih mampu mengalahkan Inter bersama Conte dalam dua kali pertemuan di Serie A. Yaitu, semasa Bianconeri masih dilatih Maurizio Sarri.

Kepada Rai Sport, Pirlo tidak memungkiri berhadapan dengan Inter dan Conte seperti menuntut tim asuhannya untuk melakukan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan Bonucci dkk dalam pertemuan sebelumnya.

”Bukan hanya membobol gawang mereka, melainkan juga menjaga gawang kami (supaya tidak kebobolan, Red),” ucap Pirlo. ”Kami senang karena kondisi kami belakangan ini (mencatat clean sheet dalam empat laga terakhir, Red),” imbuh pelatih 41 tahun tersebut.

Menurut Pirlo, memiliki pertahanan solid sangat krusial saat dihadapkan dengan format pertandingan dua leg dan Juve memainkan leg pertama di kandang Inter.

Di era Pirlo, memang inilah kali pertama Bianconeri melakoni duel berformat kandang dan tandang. Apalagi, lawan adu taktik Pirlo adalah Conte yang notabene pelatih pertama Juve dalam periode sukses Bianconeri di Serie A selama sembilan musim terakhir (2011–2014).

Terpisah, Conte juga menghadapi Juve dengan statistik dalam empat pertandingan terakhir gawang Inter hanya bisa dibobol oleh bomber AC Milan Zlatan Ibrahimovic. ”Jika kami bisa mengalahkan AC Milan (2-1 di perempat final Coppa Italia, Red), kami pun bisa melakukannya atas Juventus,” sumbar Conte