Jangan Tertipu! Daftar 19 Hoaks Virus Corona Yang Perlu Diketahui

Jangan Tertipu! Daftar 19 Hoaks Virus Corona Yang Perlu Diketahui

Jangan Tertipu! Daftar 19 Hoaks Virus Corona Yang Perlu Diketahui

Jangan Tertipu! Daftar 19 Hoaks Virus Corona Yang Perlu Diketahui

Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) mencatat 19 hoaks atau berita bohong yang berkaitan dengan virus corona yang berasal dari Wuhan, China.pokerace99 pkr

Isu hoaks ini tersebar dan viral di media sosial. Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu mengatakan hoaks-hoaks ini diidentifikasi oleh mesin pengais konten (AIS) milik Kemenkominfo. Berikut 19 isu hoaks virus corona.

1. Kurma Harus Dicuci Bersih Karena Mengandung Virus Corona yang Berasal dari Kelelawar

Beredar di Facebook informasi mengenai anjuran dari dokter dan menteri kesehatan di Timur Tengah untuk mencuci bersih kurma sebelum dikonsumsi karena mengandung Virus Corona yang berasal dari kelelawar.

Faktanya, menurut pakar kesehatan dr. Eko Budidharmaja kabar tersebut tidak benar, sebab mencuci kurma sebelum dikonsumsi tidak akan mampu mensterilkan virus.

Selain itu Eko menyebut Virus Corona cenderung ditularkan melalui udara, khususnya dari orang-orang yang sudah terinfeksi virus ini melalui bersin dan batuk. Sehingga tidak benar bila disebarkan oleh kelelawar.

Beredar pesan berantai di WhatsApp berisi tangkapan layar percakapan mengatasnamakan Kabag OP Sarjito. Dalam pesan berantai tersebut, seorang pria memberikan imbauan adanya virus berbahaya di RSUP Dr. Sardjito.

Dalam pesan disebutkan bahwa teman-teman penumpang taksi online atau konvensional bila menjemput penumpang diharuskan untuk memakai masker sehubungan dengan penyebaran virus Wuhan dari China dan pagi ini sudah ada 2 perawat yang tertular.

Faktanya, Kasubag Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan menjelaskan bahwa sampai saat ini berita yang berisi himbauan mengenakan masker ketika ke RSUP Sardjito karena rawan terjangkit penyakit menular adalah berita bohong.

Banu Hermawan juga mengkonfirmasi bahwa pesan adanya dua perawat yang tertular virus berbahaya itu juga merupakan hoaks. Pasalnya, menurut Banu, seluruh perawat yang bertugas di Sardjito dalam kondisi siap siaga dan tidak ada yang tertular penyakit pasien.

3. Virus Corona Diduga Sudah Menyebar dan Masuk ke Indonesia di Gedung BRI 2

Beredar informasi yang menyatakan virus corona sudah menyebar dan masuk ke Indonesia. Kasus pertama terjangkitnya nCov atau virus corona di Indonesia berasal dari pekerja Huawei warga negara asal China yang bekerja di Gedung BRI 2, Benhil, Jakarta Pusat.

Faktanya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, yang menyempatkan berkunjung ke Wisma BRI 2 menyatakan karyawan Huawei tersebut hanya radang tenggorokan. Ia menjamin, virus corona belum terdeteksi masuk ke Indonesia.

Terawan menegaskan untuk tidak berasumsi terkait penyebaran virus corona, tanpa adanya diagnosis yang pasti dari dokter, rumah sakit, atau Kementerian Kesehatan. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso juga membantah tegas adanya virus di lingkungan BRI. Ia menyatakan tidak ada pegawai yang terbukti mengidap virus tersebut.

4. Virus Corona Sudah Masuk di Jakarta, 1 Pasien di RSPI Sulianti Saroso Jakarta Sedang Diisolasi.

Beredar sebuah informasi di media online yang menyebutkan bahwa virus corona sudah masuk di Jakarta, 1 Pasien di RSPI Sulianti Saroso Jakarta sedang diisolasi.

Faktanya, pasien yang diduga terjangkit virus corona tersebut telah dinyatakan negatif. Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Sulianti Saroso dr Diany Kusmowardhani mengatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan negatif virus corona.

Sebelumnya, pasien sempat di suspect karena memiliki riwayat perjalanan dari China dan mengalami demam hingga sesak napas.

Beredar postingan Facebook, dengan narasi yang menyebut ada satu orang yang dicurigai terinfeksi virus corona di rumah sakit Wahidin Makassar dan tengah diisolasi.

Faktanya, Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Khalid Saleh mengatakan bahwa kabar adanya pasien dengan diagnosa mengidap virus corona yang dirawat di RSUP Dr Wahidin adalah tidak benar. Melainkan, pasien tersebut hanya mengidap sakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

6. Kepanikan Luar Biasa Orang-Orang China Akibat #VirusCorona

Beredar potongan video di media sosial dengan narasi “Kepanikan luar biasa orang-orang china akibat #VirusCorona, lalu bagaimana kepanikan orang2 #Uyghur saat kalian teror dengan teror di luar batas prikemanusiaan?? Ini hanya sedikit balasan dari Allah didunia ini akibat China memusuhi islam,”

Faktanya, video yang beredar bukanlah video kepanikan warga China yang diakibatkan virus corona. Melainkan, potongan video pekerja Guangdong yang kembali ke Yulin untuk merayakan Festival Musim Semi.

Fakta lainnya narasi yang beredar salah sehingga menimbulkan premis yang tidak sesuai dengan konteks sesungguhnya dari video tersebut.

Beredar melalui media sosial Facebook tentang Warga Negara Asing (WNA) asal China terserang Virus Corona di RSU Dr Soetomo Surabaya.

Faktanya, setelah ditelusuri berita tersebut tidak benar. Humas RSUD Dr Soetomo Pesta Parulian mengatakan pasien asal China itu disebut tidak terjangkit Virus Corona.

8. Pasien Umur 7 Bulan Meninggal karena Virus Corona di RSUD DR. Soetomo

Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan adanya pasien berumur 7 bulan meninggal karena terserang Virus

corona di RSUD DR. Soetomo Surabaya.

Faktanya, informasi tersebut dibantah oleh RSUD Dr. Soetomo melalui akun Twitternya @rsudrsoetomo yang menegaskan sampai saat ini di RSUD Dr. Soetomo belum ada pasien yang menunjukkan diagnosa sebagai infeksi dari Virus Corona.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

9. Virus Corona Dapat Dicegah dengan Rutin Minum Air Putih dan Menjaga Tenggorokan Tetap Lembap

Beredar sebuah pesan berantai di sosial media Whatsapp yang menyebutkan bahwa virus corona dapat dicegah dengan cara rutin minum air putih dan menjaga kelembapan tenggorokan. Pada narasi pesan berantai disebutkan bahwa informasi itu berasal dari Kementerian Kesehatan.

Faktanya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Anung Sugihantono mengatakan pesan tersebut bukan dikeluarkan oleh Kemenkes. Setelah ditelusuri, pesan berantai serupa ditemukan dalam Bahasa Inggris dan sudah dinyatakan hoaks oleh Kemenkes Singapura.

Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa penyebab penyakit yang mematikan yaitu Virus Corona disebabkan oleh hidangan sup kelelawar, yang dijual di Restoran di kota Wuhan China.

Faktanya, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto membantah soal Kelelawar ada hubungannya dengan Virus Corona. Beliau mengatakan bahwa itu adalah hoaks, Kelelawar dan semacamnya tidak ada hubungan dengan virus corona.

Selain itu, Erni Juwita Nelwan Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengatakan bahwa Virus Corona awalnya menyerang hewan, seperti kelelawar. Namun, jika sudah dijadikan sup, seharusnya virus sudah mati.

11. Vaksin Virus Corona Sudah Ada dan Dikembangkan Sebelumnya

Beberapa postingan di media sosial yang mengklaim bahwa sebuah virus corona telah ada dan dikembangkan sebelumnya. Klaim itu secara luas dibagikan dalam sebuah grup anti-vaksin di Facebook, menyebutkan beberapa pengguna mengatakan penyakit ini bisa menjadi rencana pemerintah untuk memvaksinasi lebih banyak orang. Postingan itu disertai tautan link patents.justia.com yang sudah ada sejak 2015.

Faktanya, virus corona tersebut berbeda dengan yang menyebabkan SARS. Virus Corona tersebut berbeda dari jenis penyakit yang terjadi di Wuhan.

SARS-CoV sendiri merupakan beta coronavirus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut parah. Mesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins mengatakan saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk virus corona yang berasal dari Wuhan.

Beredar sebuah postingan di Instagram berisi foto gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedarso Pontianak disertai keterangan yang menyebutkan seorang warga yang baru datang dari Malaysia mendadak meninggal diduga terkena virus corona.

Faktanya, tim peneliti Hoax Crisis Centre (HCC) Kalbar, menemukan bahwa informasi yang diposting tersebut itu tidak ada kaitannya dengan virus corona.

“Kami menemukan bantahan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, yang menegaskan bahwa informasi yang disebar tentang warga Malaysia meninggal di RSUD dr Soedarso karena virus corona adalah hoaks,” kata Ketua Umum HCC Kalbar, Reinardo Sinaga.

13. Pasien Corona di RSUD Dr Moewardi Solo

Beredar pesan berantai pada WhatsApp yang menyebutkan bahwa terdapat pasien di RSUD Moewardi Solo dikarenakan terjangkit virus corona tipe baru.

Faktanya, berita tersebut tidak benar atau hoaks, sesuai dengan keterangan dari Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD Moewardi Solo, Eko Haryati.

Eko menambahkan bahwa belum ada pasien suspek virus corona dan pihak rumah sakit sampai saat ini baru menyiapkan segala fasilitasnya jika nanti ada pasien suspek virus tersebut.

14. Penyembuhan Virus Corona dengan Bawang Putih

Beredar sebuah informasi di media sosial berupa tata cara pengolahan bawang putih yang diklaim dapat menyembuhkan korban yang terinfeksi virus corona.

Faktanya, menurut Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, klaim bawang putih dapat menyembuhkan virus corona bisa dipastikan tidak benar alias hoaks.

Menurutnya hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang teruji bisa menghalau virus. Ditegaskan juga oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu bahwa belum ada vaksin maupun obat untuk Virus Corona baru ini.

Diunggah di media sosial sebuah himbauan yang memberitakan bahwa virus corona dapat ditularkan melalui server pada ponsel Xiaomi buatan China. Unggahan tersebut mendapatkan banyak tanggapan dari para warganet di media sosial.

Faktanya, menurut Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes RI Achmad Yurianto menjelaskan virus corona tidak bisa hidup jika menempel di benda mati.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih juga menjelaskan bahwa Virus Corona 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV bisa menular antar manusia lewat batuk dan bersin hingga lewat makanan tercemar air liur orang yang terinfeksi virus tersebut. Penularan virus corona juga dapat berasal dari hewan ke manusia.

16. Korban Meninggal Terkena Virus Corona di Singapura

Telah beredar pesan di HardwareZone yang berisi kabar bahwa terdapat korban meninggal satu orang akibat virus korona di Singapura.

Faktanya, kabar tersebut telah diklarifikasi oleh otoritas atau Pemerintah Singapura menyebut informasi di forum HardwareZone bahwa ada seorang warga yang meninggal di rumah sakit akibat virus korona merupakan berita hoaks.

Beredar sebuah narasi bahwa virus corona sengaja disebarkan rezim di Wuhan, Hubei, Tiongkok dimaksudkan untuk membasmi umat Islam yang jumlahnya sangat banyak dan berkembang di wilayah tersebut.

Faktanya, persebaran umat Islam di Wuhan tidak terlalu signifikan, mayoritas penduduk Wuhan ialah beragama Animisme. Muslim di Wuhan hanya 1,6 persen dari 11 juta penduduk Wuhan.

Agama Islam-pun masih kalah jumlah dengan Kristen yang hampir 3 persen. Maka tuduhan bahwa virus korona sengaja disebarkan terkait bahwa Wuhan Menjadi salah satu kota dengan persebaran Muslim paling besar adalah tidak mendasar.

18. Penumpang Meninggal Karena Virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Beredar sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp, yang berisikan sebuah foto seorang penumpang meninggal karena Virus Corona di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Faktanya, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, Febri Toga Simatupang, membantah kalau foto yang beredar tersebut meninggal karena virus corona, Menurut Febri, penumpang yang meninggal tersebut karena gagal jantung.

19. Pasien Terjangkit Virus Corona Di RSHS Bandung

Beredar informasi di media sosial Twitter, yang menyebutkan bahwa di RSHS Bandung sudah ada seorang yang kena virus Corona.

Faktanya, menurut Staf Khusus Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia ia mengatakan bahwa dua pasien yang diduga terpapar virus corona di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung itu hoaks.

Selain itu juga dibantah oleh Direktur Utama RSHS Jawa Barat, Nina Susana Dewi, yang mengatakan agar masyarakat tidak resah dan gelisah terhadap dugaan dua pasien yang terpapar Virus Corona. Ia pun menegaskan jika informasi di luar yang menyebutkan adanya pasien positif terkena virus Corona itu hoaks.