Jangan Takut Periksa, Kini Teknik Penanganan Saraf Terjepit Lebih Aman dan Cepat

Jangan Takut Periksa, Kini Teknik Penanganan Saraf Terjepit Lebih Aman dan Cepat

Jangan Takut Periksa, Kini Teknik Penanganan Saraf Terjepit Lebih Aman dan Cepat

Jangan Takut Periksa, Kini Teknik Penanganan Saraf Terjepit Lebih Aman dan Cepat

 

Penyakit saraf terjepit bisa dialami siapa saja dan bisa dirasakan beraneka latar belakang pekerjaan. Mereka yang kerap mengangkat beban berat sesungguhnya lebih berpotensi, namun berdasarkan penelitian, orang yang mengendarai sepeda motor juga beresiko besar lho. Ludoqq Domino99

Anda yang pekerja kantoran dan punyai kebiasaan duduk tidak sehat juga punyai potensi terkena saraf terjepit. Masalah saraf terjepit tentu tidak boleh diakui remeh. Karena berasal dari keluhan yang ringan tak hanya mengganggu aktivitas, namun jika dibiarkan lama-lama bisa berakibat fatal.

Bagaimana cara tahu tanda-tanda dan tindakan yang kudu disita untuk mengatasi kasus saraf terjepit? Simak penjelasan berikut ini.

Gejala saraf terjepit atau yang dikenal juga HNP (Herniated Nucleus Pulposus) yang paling kerap berlangsung adalah timbulnya rasa nyeri. Lokasi paling kerap terjadinya saraf terjepit adalah di bagian pinggang (lumbal), leher (cervical) dan terakhir paling jarang adalah bagian punggung (thoracal). Keluhan pasien bermacam-macam bisa berwujud kesemutan yang menjalar ke tangan atau kaki, nyeri leher atau pinggang, kelemahan atau kelumpuhan bagian gerak, ataupun susah menghambat buang air besar atau kecil.

Gangguan saraf terjepit di pinggang atau lumbal

80% berasal dari keadaan nyeri pinggang (Low Back Pain/LBP) disebabkan oleh kasus di otot pinggang dan bisa ditangani secara konservatif atau tanpa operasi, yang meliputi istirahat, obat, fisioterapi sampai akupuntur. Namun, Anda kudu berikan batas waktu terapi konservatif tersebut, jika tidak ada perbaikan nyeri di dalam waktu 6-8 minggu, kudu dicari kasus lainnya disamping kasus otot.

Teknik Penanganan Saraf Terjepit Bagian Pinggang/Lumbal

Perkembangan teknologi kedokteran di hampir seluruh lini waktu ini mengarah ke tehnik sedikitnya invasive. Demikian juga bersama tehnik operasi terhadap kasus-kasus tulang belakang seperti HNP. Walaupun tehnik operasi mikrodisektomi untuk kasus HNP tetap merupakan gold standard, namun waktu ini berkembang tehnik yang dinamakan Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD).

PELD merupakan suatu tehnik operasi saraf terjepit, di mana bisa ditunaikan bersama bius lokal, hanya butuh sayatan sebesar 8mm, bisa ditunaikan secara one day care/tanpa rawat inap, waktu operasi 20-40 menit, tidak kudu pemasangan alat implan dan perdarahan yang ditimbulkan terlalu minimal.

Pengerjaannya ditunaikan bersama pertolongan lensa dan monitor, agar saraf muncul tahu dan bisa dihindari berasal dari cedera. Dengan luka sayatan hanya 8mm, tehnik PELD menambahkan lebih dari satu keuntungan pada lain pasien dapat sedikitnya merasakan nyeri pasca operasi, bisa langsung mobilisasi jalan sehabis operasi, agar pasien bisa lebih cepat untuk lagi beraktifitas atau bekerja.

Perlu Anda ketahui bahwa level yang kerap terkena saraf terjepit terhadap daerah lumbal adalah level L45 dan L5S1, itu udah tidak dijumpai saraf yang mobilisasi otot paha dan lutut. Sehingga secara teoritis pun hampir tidak barangkali berlangsung kelumpuhan setengah badan bawah seperti yang ditakutkan pasien terhadap umumnya. Dengan indikasi yang pas serta tehnik pengerjaan yang baik, angka kesuksesan operasi PELD dapat meraih 98%.

Gangguan saraf terjepit di bagian leher atau cervical

Posisi leher yang tidak benar waktu gunakan laptop atau computer juga bisa memicu terjadinya nyeri terhadap tengkuk atau leher serta kesemutan yang menjalar berasal dari bahu sampai tangan yang terkadang bisa terlalu mengganggu kesibukan sehari-hari. Pada langkah jepitan yang lebih lanjut, bisa ditemukan keluhan myelopathy meliputi masalah keseimbangan, masalah koordinasi gerak halus (seperti mengancing baju, gunakan sendok, kerap menjatuhkan barang), sampai kelumpuhan.

Secara garis besar penanganan saraf terjepit bagian leher atau cervical meliputi terapi konservatif (tanpa operasi) atau operasi. Terapi konservatif kudu diusahakan lebih-lebih dahulu sepanjang 4-6 minggu, gara-gara 80% tanda-tanda HNP cervical bisa hilang bersama terapi konservatif yang meliputi obat, fisioterapi, akupuntur, injeksi, dan perbaikan posisi kerja. Namun 20% kasus HNP cervical kudu tindakan operasi.

Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD)

Indikasi operasi terhadap kasus HNP cervical pada lain jika terapi konservatif udah gagal, nyeri yang ditimbulkan terlalu hebat agar mengganggu kesibukan sehari-hari, udah berlangsung kelemahan bagian gerak atas, dan/atau terkandung tanda-tanda myelopathy.

Pilihan operasi terhadap HNP cervical bermacam-macam. Saat ini bersama pertumbuhan teknologi kedokteran, operasi HNP cervical bisa ditunaikan bersama tehnik endoskopi yang disebut dengan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD), yang bisa ditunaikan berasal dari depan leher (anterior) ataupun berasal dari belakang leher (posterior) bergantung lokasi tonjolan bantalan sendi.

Tehnik PECD merupakan tehnik sedikitnya invasive yang hanya butuh sayatan kecil kira-kira 6 mm, gunakan alat endoskopi berwujud tabung yang dihubungkan bersama kamera dan monitor, agar saraf bisa muncul terlalu jelas, waktu operasi singkat kira-kira 30 menit, bisa ditunaikan secara one day care atau tanpa rawat inap, dan waktu untuk lagi beraktivitas lagi sangatlah singkat.

Dengan tehnik operasi PELD dan PECD, pasien yang mengalami saraf terjepit maupun nyeri pinggang dan leher akut kini tak kudu khawatir. Dengan indikasi yang pas serta tehnik pengerjaan yang baik, efek bisa diminimalisir.

Untuk penyembuhan syaraf terjepit atau HNP, Anda bisa mengunjungi RS EMC Tangerang. Tindakan operasi nantinya dapat ditangani Dokter Orthopedi & Traumatologi Konsultan Bedah Tulang Belakang, tidak benar satunya adalah dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K)Spine.