Jangan Remehkan Sakit Kepala yang Makin Berat

Jangan Remehkan Sakit Kepala yang Makin Berat

Jangan Remehkan Sakit Kepala yang Makin Berat

Jangan Remehkan Sakit Kepala yang Makin Berat

POKER ONLINE Sakit kepala atau pun pusing merupakan keluhan yang biasa dialami kebanyakan orang. Walau sebagian besar bisa sembuh sendiri, namun keluhan sakit kepala dalam jangka waktu lama perlu diwaspadai.

AGODAPOKER Sakit kepala yang makin berat bisa jadi merupakan gejala tumor atau kanker otak. Untuk memastikannya memang perlu dilakukan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) di rumah sakit.

PREDIKSI TOGEL  PALING JITU Menurut penjelasan dokter spesialis bedah saraf Made Agus M.Inggas, gejala kanker otak sebenarnya tidak ada yang khas.

“Gejalanya bisa sama dengan gejala maag, selalu sakit kepala, mual, muntah. Tapi, ada juga pasien yang gejalanya migren, kadang vertigo, kadang sakit kepala di pagi hari. Sangat bervariasi,” ujarnya ketika ditemui di MRCCC Siloam Semanggi (25/6/2019).

Walau demikian, menurut Made, sakit kepala yang terus-menerus dan makin buruk, harus segera dicek.

Jangan Remehkan Sakit Kepala yang Makin Berat

“Misalnya kalau biasanya sakit kepala dikasih obat sudah sembuh, sekarang obatnya tidak mempan. Berarti kan progresif, ada sesuatu yang tidak normal. Sebaiknya periksa,” kata Ketua Departemen Bedah Saraf di MRCC Siloam Semanggi ini.

Karena gejalanya yang tidak khas tersebut, pemeriksaan kesehatan berkala (check up) termasuk pemeriksaan otak seharusnya dilakukan untuk deteksi dini penyakit.

Lihat juga : 5 Pekerjaan Ini Cocok untuk Generasi Milenial
Selain gejala umum yang tidak khas, gejala kanker otak bisa muncul tergantung lokasi tumornya. Misalnya jika tumornya ada di otak kecil, gejalanya bisa berupa vertigo.

“Kalau tumornya di belakang, biasanya gangguan penglihatan. Bisa juga langsung hilang kesadaran kalau tumornya di batang otak. Karena ukuran batang otak itu hanya sebesar jempol orang dewasa, jadi kalau ada tumor langsung muncul gangguan,” paparnya.

Made menjelaskan, walau kanker otak termasuk penyakit yang ganas, tetapi angka harapan hidup pasien kini semakin tinggi.

“Secara teori survival rate pasien sampai 2 tahun dengan pengobatan yang komplit. Tapi banyak juga yang bisa bertahan sampai 5 tahun kalau kankernya ditemukan di stadium awal,” ujarnya.

Perkembangan pengobatan di Indonesia, menurut Made, tidak kalah dengan negara-negara tetangga.

“Pengobatannya dengan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Teknik operasinya juga sudah macam-macam. Apa yang bisa dilakukan dokter di luar negeri, kita juga sudah punya,” katanya.

Selain itu, pengobatan kanker otak juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan.