Jadi Perias Jenazah Gadis Ini Senang Bukan Kepalang

Jadi Perias Jenazah Gadis Ini Senang Bukan Kepalang

Jadi Perias Jenazah Gadis Ini Senang Bukan Kepalang

Jadi Perias Jenazah Gadis Ini Senang Bukan Kepalang

Menjadi makeup artist untuk jenazah bukanlah perihal yang umum bagi kalangan anak muda. Namun, ini tidak serupa bagi wanita berusia 20 tahun, Song Jia Wen. Dia pilih untuk jadi perias jenazah.

Jumat 24 April 2020, Jia menekuni pekerjaan ini sejak duduk di bangku SMA.

Dirinya termasuk udah join di industri pemakaman dan mengabdikan dirinya untuk merias muka orang yang udah meninggal.

Saat usia Jia tetap 15 tahun, dirinya tinggal di Johor Bahru. Ketika itu, ia sedang memirsa film dokumenter berkenaan makeup artist asal Taiwan yang bekerja sebagai perias jenazah.

Film dokumenter selanjutnya memunculkan kesan tersendiri sehingga membuatnya tertarik terhadap profesi tersebut.

Kakak laki-laki Jia bekerja untuk industri pemakaman di bidang penjualan. Jia pada akhirnya masuk ke industri pemasaran pemakanan dan bekerja sebagai pegawai paruh waktu waktu duduk di bangku sekolah menengah. Disinilah ia memulai karirnya sebagai perias jenazah.

Setelah lulus SMA, Jia memastikan untuk berlatih jadi makeup artist untuk jenazah secara profesional dan dirinya berhasil selesaikan pelatihannya.

” Sangatlah berarti untuk saya mampu membantu jenazah beristirahat bersama dengan tenang dan memuaskan pihak keluarga (orang yang ditinggalkan) melalui tangan saya,” kata Jia terhadap Sin Chew Daily.

Dia termasuk terlalu bahagia dikarenakan kedua orang tuanya beri tambahan pertolongan penuh atas profesi yang dipilihnya.

” Ibu mulanya tidak setuju bersama dengan pekerjaan paruh waktu kala tetap SMA dulu. Setelah saya lulus, saya memastikan untuk ikuti pelatihan jadi penata rias jenazah. Orang tua saya tidak berkomentar banyak dan berpikir bahwa pekerjaan selanjutnya merupakan perihal yang hebat dan sakral,” kata Jia.

Jia termasuk bercerita bahwa dirinya kudu bersiaga 24/7 dan tidak mampu berlibur. Ketika ia pergi bersama dengan teman-temannya atau berolahraga, dia kudu menegaskan teleponnya selalu aktif.

” Kadang-kadang saya mendapat telephone di sedang malam. Singkatnya, saya kudu selalu pergi. Orang tua saya selalu khawatir berkenaan keamanan mengemudi di sedang malam,” kata dia.

Jia waktu ini memiliki rencana untuk melanjutkan studinya di Taiwan. Hal ini ia lakukan kegunaan menambah keterampilannya sebagai makeup artist jenazah. Meski beban kerja yang berat, ia jadi terlalu berterima kasih. Cerdaspoker DominoQQ

” Ketika sebuah keluarga menyebutkan ‘terima kasih’, semua kerja keras saya jadi tidak sia-sia,” kata dia.