Ivan Rakitic Bersinar, Lionel Messi Beruntung Tidak Dikartu Merah

Ivan Rakitic Bersinar, Lionel Messi Beruntung Tidak Dikartu Merah

Ivan Rakitic Bersinar, Lionel Messi Beruntung Tidak Dikartu Merah

Ivan Rakitic Bersinar, Lionel Messi Beruntung Tidak Dikartu Merah

Reuni merupakan momen menyenangkan. Hal itu berlaku bagi gelandang Sevilla Ivan Rakitic kala bersua mantan timnya, FC Barcelona, dalam first leg semifinal Copa del Rey kemarin (11/2).

Itu adalah kali kedua Rakitic melawan Barca setelah meninggalkan klub asal Catalan tersebut musim panas tahun lalu. Pertemuan pertama terjadi di Camp Nou dalam La Liga (5/10/2020) dan Sevilla mampu menahan Barca 1-1. Daftar di sini

Kemarin, Los Nervionenses jadi pemenang dengan Rakitic jadi pencetak gol pemungkas dalam kemenangan dua gol tanpa balas.

Gelandang asal Kroasia itu tidak berselebrasi secara berlebihan. Hal tersebut sesuai dengan janjinya ketika resmi kembali ke Sevilla. Rakitic ingin menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki rasa hormat kepada Barca yang melambungkan namanya selama enam tahun bergabung (2014–2020).

Terlepas dia harus pergi dengan cara tidak menyenangkan alias tidak masuk rencana entrenador baru Ronald Koeman.

Selepas laga, Rakitic kedapatan masih berbincang dengan beberapa pemain Barca maupun saling bertukar pelukan. Seperti dengan kiper Marc-Andre ter Stegen yang diklaim lumayan akrab dengan Rakitic selama mereka bersama di Blaugrana.

”Aku masih berhubungan baik dengan beberapa pemain Barca dan momen ini (menghadapi Barca, Red) tetap terasa aneh (meski bukan kali pertama, Red),” ucap pemain 32 tahun itu di laman resmi klub.

Meski begitu, Rakitic tetap ingin menikmati dan merayakan kemenangan Sevilla. ”Sebab, bermain di Camp Nou (second leg semifinal Copa del Rey, 5/3, Red) akan sangat sulit sehingga hasil malam ini (kemarin, Red) sangat berarti,” imbuhnya.

Jika Rakitic menunjukkan sikap kalem menghadapi mantan klubnya, Lionel Messi malah sebaliknya. Menghadapi klub yang notabene paling sering dibobol sepanjang karirnya (37 gol dalam 41 pertemuan), kemarin La Pulga alias Si Kutu dibuat mati kutu.

Yang juga menjadi sorotan adalah aksi tidak simpatik Messi pada menit ke-63. Dari tayangan televisi, striker 33 tahun asal Argentina itu menyikut gelandang Sevilla Joao Jordan karena tidak mau memberikan bola tendangan bebas bagi Barca.

Messi sepertinya masih kesal karena pelanggaran Jordan kepadanya yang berbuah tendangan bebas tersebut. ”Leo (Messi) beruntung tidak mendapatkan kartu merah atas insiden tersebut,” tulis Mundo Deportivo. ”Setelah pengusiran di final Supercopa de Espana kurang dari sebulan lalu (18/1, Red), dia (Messi) masih bertindak seperti itu,” kritik Diario AS.

Warganet di media sosial yang membenci Messi pun membandingkan aksi La Pulga kemarin dengan rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang sehari sebelumnya meloloskan Juventus ke final Coppa Italia. Juve lolos berkat kontribusi dua gol Ronaldo ke gawang Inter dalam first leg.

Di sisi lain, laga kemarin bertepatan dengan pertandingan ke-900 Messi baik di level klub maupun timnas. Perinciannya, 758 laga bersama Barca dan 142 laga dengan timnas Argentina. Sayang, Messi menandainya dengan kekalahan dan perilaku tidak simpatik.