Intip Keseruan Turnamen PUBG di Arab Saudi Keseruan Turnamen PUBG

Intip Keseruan Turnamen PUBG di Arab Saudi Keseruan Turnamen PUBG

Intip Keseruan Turnamen PUBG di Arab Saudi

Intip Keseruan Turnamen PUBG di Arab Saudi

POKER ONLINE Pemerintah Arab Saudi, melewati General Sports Authority (GSA) melangsungkan turnamen eSport game Playerunknown’s Battleground (PUBG) di King Abdullah Sports City di Jeddah, Arab Saudi. Turnamen yang sudah usai itu dilangsungkan pada 15-21 Juni dan menimbulkan pemenangnya.

AGODAPOKER Ahad Uz Zaman (20) sukses mengalahkan 50 peserta lainnya. Lelaki ini diketahui sangat menyukai game PUBG ini dan menyatakan kerap diomeli ibunya sebab hobinya tersebut.

PREDIKSI TOGELĀ  PALING JITU “Saya masih seorang pelajar dan saya menguras sebagian besar masa-masa saya bermain PUBG. Ibu saya tidak jarang memarahi saya, bertanya untuk saya kenapa saya memainkan game ini sepanjang waktu. Saya senang, saya dapat menggunakan kemampuan PUBG saya dan membuatnya bahagia,” ujarnya.

Tidak melulu PUBG, turnamen yang dilangsungkan Arab Saudi ini pun mempertandingkan game kompetitif lainnya, laksana Tekken, Super Smash Bros, dan game sepakbola FIFA.

Bertolak Belakang dengan Fatwa Haram di Aceh

Apa yang terjadi di Arab Saudi ini berbeda dengan yang diberlakukan di Aceh. Di mana, sampai kini ulama setempat mendesak MUI untuk menyokong fatwa haram game online PUBG tersebut.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian, meminta untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat supaya mendukung fatwa yang telah dikeluarkan oleh MPU Provinsi Aceh, berhubungan fatwa haram game online Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) dan semacamnya yang berisi bagian kekerasan atau peperangan.

“Kita berharap, apa saja fatwa yang telah dikeluarkan oleh MPU Provinsi Aceh berhubungan fatwa haram game online atau fatwa lainnya, maka MUI Pusat mesti menyokong fatwa ini,” kata Teungku Abdurrani Adian dilansir dari Antara di Meulaboh, Senin (24/6/2019).

Sementara itu, Ketua Bidang Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menuliskan MUI pusat belum mengeluarkan fatwa tentang permainan elektronik dalam jaringan (daring) Player Unknown’s Battlegrounds Mobile (PUBG Mobile).

“MUI pusat sedang mengkajinya, belum berlalu menganalisis, walau ada indikasi sebagaimana di Aceh, orang-orang yang keranjingan ‘game’ buang masa-masa banyak, ada evolusi mental, namun kami belum secara tuntas meneliti efek besarnya,”

BACA JUGA :

Catat, Ini Keunggulan Diet DNA Dibandingkan Diet Golongan Darah