Inilah Tanda Stres yang Patut Diwaspadai dan Cara Menghilangkannya

Inilah Tanda Stres yang Patut Diwaspadai dan Cara Menghilangkannya

Inilah Tanda Stres yang Patut Diwaspadai dan Cara Menghilangkannya

Inilah Tanda Stres yang Patut Diwaspadai dan Cara Menghilangkannya

Tertekan atau stres sebenarnya adalah kondisi yang normal. Namun, jika stres yang terakumulasi tidak kunjung diatasi, tentu dapat mengganggu kesehatan, baik mental maupun fisik.
Kenali tanda stres dan cara menghilangkannya agar hidup lebih bahagia dan sehat.

Apa itu Stres?  Klik di sini

Hampir semua orang pernah mengalami stres. Stres merupakan reaksi psikologis ketika menghadapi tekanan.

Penyebabnya beragam, bisa dari tuntutan pekerjaan maupun studi, kehilangan pekerjaan atau di-PHK, menghadapi kemacetan setiap hari, kurang tidur, tagihan bulanan, dan sebagainya.

Bahkan saat aktivitas tak begitu padat pun, stres bisa saja menyerang terlebih jika kondisi emosional tak stabil.

stres terjadi ketika hormon-hormon tubuh, khususnya adrenalin dan kortisol, melonjak sebagai respons dari ancaman dan tantangan.

Ibarat fenomena gunung es, stres yang tak dikelola dengan baik malah rentan memicu melakukan banyak kesalahan dan berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, antara lain:

Tanda stres yang paling umum dirasakan
Gejala stres yang paling mudah dikenali adalah ketika tubuh akan memberikan sinyal. Jika stres, Anda bisa memperhatikan 6 tanda berikut:

1. Jantung berdebar

Gejala stres yang paling mendasar adalah jantung yang berdebar lebih cepat. Biasanya hal tersebut dipicu oleh situasi yang mengancam dan tak terduga.

Sebelum menyimpulkan bahwa hal tersebut terjadi karena gangguan jantung, Anda bisa terlebih dahulu mengaitkan dengan keadaan yang tengah dihadapi.

Saat jantung berdebar lebih kencang, akan lebih banyak darah yang terpompa ke organ tubuh lain.

2. Sulit tidur

Hormon yang bekerja ekstra membuat tubuh sulit untuk mencapai kondisi rileks. Mengutip Medical News Today, stres rentan memicu insomnia karena tubuh kita seakan mengaktifkan tombol ‘alert’ alias berada dalam situasi waspada.

3. Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan

Stres yang terakumulasi dan diabaikan dapat mengganggu konsentrasi. Ini bisa menyebabkan hilang fokus, sulit menyelesaikan tugas, frustrasi, kacau.

4. Sakit kepala

Sakit kepala sangat mungkin terjadi ketika stres. Stres adalah pemicu umum sakit kepala tegang dan migrain, atau bisa juga memicu sakit kepala jenis lain bahkan memperburuk keadaannya.

5. Gairah seks menurun

Studi mencatat bahwa stres akan memicu disfungsi seksual, baik pria maupun wanita. Bagi pria, stres dalam tingkatan tertentu berpengaruh langsung pada kemampuan ereksi bahkan berujung pada impotensi.

6. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, sembelit, dan mual bisa jadi tanda stres. Selain itu, stres dapat menyebabkan kejang otot di usus yang terasa nyeri.

Stres dapat memengaruhi pencernaan dan menunda penyerapan nutrisi pada usus. Peningkatan produksi gas atau sering buang angin juga bisa menjadi gejalanya.

Bahkan stres juga bisa mengubah kebiasaan makan. Ini karena hormon tidak bekerja seperti biasanya. Bisa ditandai dengan makan berlebihan atau justru tidak nafsu makan.

Cara menghilangkan stres
Untuk mengatasi stres dan membuat perasaan menjadi lebih baik, hal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi gejala dan tahu penyebabnya.

Membiarkannya berlalu hanya akan memperparah stres jika masalah datang lagi di kemudian hari. Berikut yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stres.

1. Menerapkan pola hidup sehat

Hal dasar yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi makanan sehat dan olahraga secara teratur. Kedua hal tersebut dapat memproduksi hormon baik seperti dopamin. Dopamin memicu perbaikan mood serta menimbulkan rasa senang.

Anda bisa mulai dengan mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Selain tetap memberi asupan energi lebih baik, makanan sehat juga membantu mengendalikan stres.

2. Bersosialisasi

Dengan tetap terhubung dengan orang-orang di sekitar, Anda akan merasa mendapat dukungan sekaligus menghilangkan stres. Terlebih jika berkumpul dengan teman dan saling melempar obrolan lucu.

Dengan tertawa, tubuh melepaskan zat endorfin yang membantu Anda merasa lebih baik, menghilangkan cemas, dan mempertahankan pikiran positif.

3. Cara menghilangkan stres dengan meditasi

Melatih pernapasan adalah cara meditasi paling sederhana yang bisa dilakukan sekalipun Anda sedang bekerja. Lakukan meditasi sederhana ini dengan fokus. Cari posisi duduk yang nyaman dan fokuslah bernapas secara teratur.

Relaksasi bisa mengurangi gejala stres seperti sakit kepala.

Sisihkan waktu setidaknya 10 menit setiap hari untuk relaksasi, bisa dengan meditasi, yoga, ikut kelas Tai Chi, atau sekadar latihan pernapasan.

Alternatif lain, Anda bisa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas menyenangkan, seperti mendengarkan musik, menari, berolahraga, membaca buku, atau bermain dengan hewan peliharaan agar tubuh dan pikiran lebih rileks.

4. Tidur yang cukup

Stres dapat mengganggu tidur. Tetapi kurang tidur juga dapat menghambat kemampuan Anda dalam mengatasi stres.

Ketimbang asyik dengan media sosial, percepat jam tidur Anda agar tubuh dapat banyak waktu untuk istirahat. Durasi tidur yang kurang dari tujuh sampai delapan jam sehari, membuat tubuh tidak mampu menoleransi stres dengan baik.

5. Hentikan kebiasaan buruk

Stop kebiasaan merokok yang bisa merusak kesehatan diri dan orang sekitar Anda. Jika Anda juga minum alkohol dan kafein, perhatikan takarannya agar tidak berlebihan.

6. Istirahat dan liburan

Luangkan waktu untuk menjernihkan pikiran sejenak. Bisa dengan mengambil cuti untuk liburan ke tempat yang tenang dan santai, atau sekadar menghabiskan waktu bersantai di rumah.

Ini bisa jadi cara untuk memperbarui energi sehingga Anda lebih siap menghadapi tugas maupun pekerjaan selanjutnya.

7. Jangan ragu minta bantuan

Setiap orang memiliki tingkat ketahanan dan kerentanan stres yang berbeda-beda. Tak ada salahnya membicarakan masalah pada keluarga atau teman, dan biarkan mereka membantu Anda melewati masa sulit.

Atau, Anda bisa berkonsultasi dengan terapis atau psikolog jika merasa tak mampu mengatasinya sendirian. Tujuannya agar stres tidak berlarut dan membawa Anda ke situasi yang lebih buruk, termasuk depresi dan gangguan kesehatan lainnya.

Itulah tanda stres dan cara menghilangkannya. Dengan mampu mengelola stres amat mungkin jadi bekal baik untuk Anda serta orang-orang di sekitar dalam menjalani hidup yang lebih baik, produktif, dan bahagia