Ini Jurus Maut Oknum Kepsek yang Diduga Cabuli Siswi SMK di Surabaya

Ini Jurus Maut Oknum Kepsek yang Diduga Cabuli Siswi SMK di Surabaya

Ini Jurus Maut Oknum Kepsek yang Diduga Cabuli Siswi SMK di Surabaya

Ini Jurus Maut Oknum Kepsek yang Diduga Cabuli Siswi SMK di Surabaya

Senjaqq Domino99 -Siswi SMK swasta di Surabaya berinisial ARN (19) melaporkan kepala sekolahnya atas dugaan pencabulan. Dia menjadi korban perbuatan tak senonoh pelaku yang terjadi pada akhir Desember 2019, namun baru dilaporkan ke polisi.

Korban didampingi ayahnya, melaporkan oknum kepsek berinisial AF ke Polrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021). Laporan diterima dengan tanda bukti lapor Nomor: TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya.

Korban menceritakan, sejak awal dia tidak memiliki prasangka buruk terhadap pelaku. Mengingat AF merupakan guru dan kepala sekolah yang dihormati banyak orang. Namun tak disangka, ternyata AF tega berbuat tak senonoh saat sekolah dalam keadaan kosong.

Sebelum pencabulan terjadi, ARN memang sudah dekat dengan AF layaknya siswa dan guru. Dia sempat diajak jalan-jalan ke salah satu mal di Surabaya. Karena saking akrabnya, ARN bergurau pada AF dia ingin beli boneka. Tak disangka, ternyata AF mengabulkan keinginanya.

“Waktu di mal saya dibelikan boneka, tas, topi dan headset. Sebelumnya saya memang pernah cerita saya pengen boneka, tapi harganya mahal. Tapi pikiran saya cuma bercanda, ya masak kepala sekolah mau belikan. Ternyata waktu di mal dibelikan,” katanya.

Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. Dia juga menjanjikan akan membantu pembayaran SPP. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang.

Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.

“Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkatnya. Telponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat datang ke rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah,” katanya.

Meski sudah melakukan perilaku tidak senonoh, AF tidak pernah mengancam. Kepseknya hanya berpesan agar tidak bercerita soal perbuatannya kepada orang lain, termasuk guru di sekolah.

“Tidak pernah ada ancaman serius, tapi tidak boleh bilang ke siapa pun termasuk guru-guru juga tidak boleh tahu,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengaku sudah mengetahui menerima laporan tindak pidana dugaan pencabulan yang dilakukan kepala sekolah SMK swasta di Surabaya terhadap siswinya. Berdasarkan bukti laporan polisi tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mencari alat barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi.

Polisi juga akan segera menurunkan tim dari satreskrim untuk mendalami kejadian seperti yang sudah dilaporkan. Hal itu untuk membuktikan dugaan tersebut apakah benar atau tidak.

“Kami sudah menerima laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah SMK Swasta di Surabaya. Berdasarkan laporan polisi tersebut kita akan segera memanggil beberapa saksi, termasuk keluarga korban maupun terlapor,” ujarnya.