Ini Dia 7 Tips Mengasuh Anak Sulung Apa sih Tipsnya ?

Ini Dia 7 Tips Mengasuh Anak Sulung Apa sih Tipsnya ?

Ini Dia 7 Tips Mengasuh Anak Sulung Apa sih Tipsnya ?

 

Ini Dia 7 Tips Mengasuh Anak Sulung Apa sih Tipsnya ?

 

Ludoqq Domino99 – Anak sulung ingin menjadi orang dewasa versi mini. Mereka ialah pekerja keras yang siap dan dapat menyenangkan orang dewasa di dekat mereka. Sebagian anak sulung pun dapat tidak banyak mengendalikan tentang mengerjakan sesuatu dengan “cara mereka.”

1. Biarkan anak sulung menciptakan keputusan sendiri

Anak mama berpengalaman dalam menari balet, misalnya. Mama mungkin beranggapan kalau ia pun akan pandai menari tradisional atau modern, sampai-sampai Mama membuatnya mencoba pelbagai jenis tarian. Ini bakal menjadi bumerang untuk Mama, anak tidak diberi pilihan dan Mama menginginkan ia menguasai seluruh hal yang Mama harapkan.

Karena anak sulung ingin berprestasi, mereka mengerjakan apa yang diminta, terlepas dari apakah mereka benar-benar menyukainya. Jika Mama melulu ingin mengenalkan anak pada urusan baru, ini bukanlah masalah besar. Namun jangan beranggapan kalau diteruskan, mereka bakal belajar menyukainya.

Ajar anak untuk menciptakan keputusannya. Mama dapat mengajaknya berdiskusi, menimbang-nimbang mana pekerjaan yang baik baginya. Ludoqq Domino99

2. Jangan bercita-cita anak menjadi pengganti Mama

“Aturan praktis yang baik ialah jangan bercita-cita anak yang lebih banyak menjadi pengasuh anak yang lebih muda,” Dr. Kevin Leman, seorang psikolog yang sudah mempelajari urutan kelahiran selama nyaris empat dekade, mencatat dalam The Birth Order Book. Hanya sebab mereka lebih tua bukan berarti mereka mesti bertanggung jawab atas adik dan tindakannya.

3. Bantu anak melihat cerminan besarnya

Anak sulung ingin menjadi begitu konsentrasi dalam menyempurnakan tugas yang ada sampai-sampai mereka terkadang tidak menyaksikan hal lain. Seperti disebutkan Dr. Leman, perfeksionisme tidak tidak jarang kali kuat. Apakah penting andai anak yang berusia 8 tahun bergadang hingga subuh untuk menggarap tugas? Atau apakah lebih urgen bahwa dia mengerjakan pekerjaan dengan baik, belajar mengenai tata surya, dan benar-benar merasakan apa yang dia lakukan?

4. Jangan menyoroti keahliannya saja

Orangtua mana yang tidak bangga pada anak yang berprestasi? Namun pastikan antusiame Mama tidak menjadikan anak sulung besar kepala. Di samping itu, tidak boleh menekankan anak guna menjadi sempurna. Pujilah anak, bukan keahliannya. Alih-alih memujinya dengan “kerja yang bagus”, Mama dapat menuliskan “kami bangga padamu.”

5. Ajari anak guna lebih peka

“Tidak mau” ialah kata yang umum terbit dari mulut anak mana pun, namun Mama barangkali lebih tidak jarang mendengar ini dari anak sulung. Anak sulung ingin menjadi pemimpin, dan sifat ini bisa memanifestasikan dirinya sebagai agresif atau sifat suka memerintah.

Jika anak bersikeras bermain dengan caranya, ketidakpekaannya dapat mengakibatkan dia dikucilkan dari teman-temannya. Tunjukkan padanya bahwa sikap “melakukan dengan teknik saya” tidak tidak jarang kali berhasil. Tekankan anak guna mau berbagi, berkompromi, dan lebih peka.

6. Ingat, anak bukan boneka, Ma

Mama bukan polisi, anak tidak akan pulang menjadi penjahat andai Mama membiarkannya bermain permainan mobil balap. Mama barangkali merasa satu-satunya teknik membesarkan anak ialah dengan memberinya tidak sedikit aturan dan disiplin, ini bakal menjadi bom masa-masa yang dapat meledak kapan saja.

Mama dapat menciptakan aturan yang benar-benar dibutuhkan dan sampaikan kepadanya kenapa aturan ini ada. Ini tidak melulu akan membuatnya mengerti dalil di balik perbuatan Mama dan pun membuat Mama beranggapan apakah aturan itu benar-benar diperlukan.

Ajarkan anak untuk memutuskan batasan dengan memberi mereka tanggungjawab cocok usianya.

7. Habiskan waktu bareng anak sulung, terutama andai ia memiliki tidak sedikit saudara kandung

“Anak sulung merespon lebih baik pada orang dewasa daripada anak-anak dari urutan kelahiran lainnya,” tulis Leman. Mereka tidak jarang merasa bahwa orangtua tidak terlalu menyimak mereka sebab sibuk dengan anak yang lebih muda.

Luangkan waktu berbobot | berbobot | berkualitas berdua dengannya. Ini dapat menciptakan anak menghilangkan benak “Mama melulu memperhatikan adik.”