Ini Dakwaan untuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun yg Diduga Terima Suap

Ini Dakwaan untuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun yg Diduga Terima Suap

Ini Dakwaan untuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun yg Diduga Terima Suap

Ini Dakwaan untuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun yg Diduga Terima Suap

Gubernur Kepulauan Riau non-aktif Nurdin Basirun didakwa menerima suap berupa duit berjumlah Rp 45 juta dan SGD 11 ribu melewati Edy Sofyan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Budi Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi.

Penerimaan suap tersebut bersangkutan pemberian izin prinsip dan tempat pemanfaatan laut, proyek reklamasi di distrik pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018-2019.

“Melakukan sejumlah perbuatan berlanjut yaitu tertuduh sebagai Gubernur Kepulauan Riau periode 2016-2021 menerima duit senilai Rp 45 juta, SGD 5 ribu, dan SGD 6 ribu melewati Edy Sofyan, Budi Hartono yang bersumber dari Kock Meng dan Abu Bakar,” ucap jaksa Asri ketika membacakan surat tuduhan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Penerimaan suap dimulai pada 2018, Nurdin menyuruh Edy menggali dana untuk kebutuhan pribadinya dari pengusaha yang sedang mengurus proses perizinan pemanfaatan ruang laut. Nurdin menunjukkan Edy supaya para pengusaha tidak butuh mengurus melewati Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Edy lantas meneruskan arahan itu ke Budi Hartono. Setelah itu, Budi membicarakan informasi tersebut dengan Johannes Kodrat yang mengenalkannya dengan Abu Bakar dan Kock Meng. Keduanya adalahpengusaha yang berkeinginan mengurus proses izin prinsip pemakaian lahan sekaligus izin reklamasi.

Bakar dan Meng lantas menemui Budi untuk mengemukakan izin prinsip pemanfaatan laut. Saat itu, Budi mengucapkan ada ongkos Rp 50 juta guna proses tersebut. Bakar dan Meng setuju atas permintaan itu.

“Kock Meng serahkan Rp 50 juta ke Johanes dan di berikan ke Abu Bakar lantas menyerahkan ke Budi Rp 45 juta di lokasi tinggal Budi. Sementara Rp 5 juta ditabung Abu Bakar guna operasionalnya,” kata dia.

Uang tersebut lantas diteruskan ke Edy Sofyan.

“Edy pakai Rp 45 juta guna kepentingan terdakwa ketika lakukan trafik ke pulau-pulau ketika makan-makan bareng atas sepengetahuan dan kehendak terdakwa,” tukasnya.

Pada bulan April, Kock Meng dan Abu Bakar kembali mendatangi Budi mengucapkan keinginannya berhubungan reklamasi. Sama dengan sebelumnya, Meng dan Bakar sepakat pulang merogoh kocek guna proses reklamasi.

Pada bulan April, Meng dan Bakar memberikan SGD 28 ribu ke Johannes. Uang tersebut kemudian ditukar ke format rupiah sebesar Rp 50 juta. Sementara SGD 5 ribu di berikan kepada Edy.

“Budi temui Edy, Budi serahkan amplop ‘Pak ini terdapat titipan dari Abu Bakar’,” ucap jaksa menirukan perkataan Budi.

Dakwaan guna Nurdin

Kemudian, pada bulan Mei Meng dan Bakar kembali mendatangi Budi meminta supaya wilayah tata ruang laut yang dikemukakan masuk ke dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K). Keduanya memberikan USD 28 ribu untuk Johannes.

“Dari SGD 28 ribu Johannes serahkan ke Abu Bakar USD 6 ribu sedangkan 19 ribu ditabung Johannes,” tandasnya.

LudoQQ Poker Galaxy

Atas perbuatannya, Nurdin didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diolah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001, mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.