Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Penting Dan Wajib Cek USG

Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Penting Dan Wajib Cek USG

Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Penting Dan Wajib Cek USG

Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Penting Dan Wajib Cek USG

LudoQQ pokerace99 – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik. Aturan Menkes Terawan ini berpotensi menghambat pelayanan kesehatan radiologi, termasuk pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) pada ibu hamil.
Padahal pemeriksaan kehamilan dengan pengecekan ultra sonografi (USG) ini penting dijalani ibu hamil.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Yassin Yanuar Mohammad menjelaskan USG merupakan penunjang yang sangat krusial lantaran mampu mengidentifikasi usia kehamilan hingga mendeteksi potensi kelainan.

Dengan deteksi dini kondisi ibu dan janin maka tindakan dan penanganan yang tepat pun bisa ditentukan.

“Kehamilan itu kalau dibilang cukup bulan itu 37-41 minggu kalau kelebihan postmature kalau kecepetan premature. Bayangkan kalau tidak ada alat USG yang dapat memprediksi usia kehamilan. Maka risiko komplikasi akan terjadi, bayinya bisa prematur atau kelebihan bulan, bisa meninggal di dalam,” ungkap Yassin yang juga konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi yang berpraktik di RS Pondok Indah dalam diskusi daring RSPI Group, Rabu (7/10).

USG juga penting untuk menentukan kondisi kegawatdaruratan. Yassin menerangkan, anomali yang dialami bayi boleh jadi memerlukan penanganan khusus atau terapi tertentu.

Skrining sejak awal ini akan membantu menyelamatkan ibu dan bayi.

“Misalnya ada pendarahan di dalam. Menentukan kehamilan ini kembar atau tunggal, karena penanganan dan kecukupan gizinya pun beda kan.”

Seiring berkembangnya teknologi, USG juga dapat digunakan untuk mendeteksi preeklamsia pada ibu hamil. Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang membahayakan dan ditandai dengan tekanan darah tinggi. Penyakit ini merupakan salah satu penyumbang dari tiga besar penyebab kematian ibu hamil.

Risiko Ibu Hamil yang Tidak USG
Yassin mengingatkan absennya pemeriksaan USG terhadap ibu hamil berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Sebab ia menjelaskan, kelainan atau kondisi gawat lainnya tak bisa terlacak sejak awal.

Alhasil, penanganan pun boleh jadi terlambat dilakukan.

“Misalnya kita USG mendapatkan kelainan anomali pada bayi, misalnya pada kehamilan kembar yang mengalami twin to twin tranfusion syndrome sehingga bayinya yang satu kecil yang satu besar, maka akan berisiko kematian janin itu bisa dilakukan pethal teraphy, itu bisa dikerjakan [jika ada USG] dan akan menolong keduanya ke depan,” kata dia merinci.

Ada banyak kelainan lain yang bisa dideteksi. Dengan begitu orang tua dan dokter pun bisa menimbang pilihan terapi yang mungkin dilakukan.

“Jadi USG itu penting, kalau dibintangin itu bintang lima itu. Jadi kalau tidak cek USG pada kehamilan maka bayi dan ibu akan mengalami berbagai risiko yang tidak tertangani dengan baik,” ucap Yassin meyakinkan.

Ia menambahkan, permasalahan pada kehamilan itu tidak terjadi tiba-tiba, sebagian besar menunjukkan tanda-tanda. Itu sebab antenatal care atau pemeriksaan kehamilan oleh dokter atau bidan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil penting dilakukan.

Pemeriksaan USG, adalah salah satu penunjang penting dari antenatal care tersebut.

“Ada berbagai kelainan yang terlewatkan begitu saja tanpa bisa dideteksi. Misalnya, screening down syndrome atau screening trimester pertama untuk mendeteksi kelainan kromosom. Itu kita lakukan pada sekitar 11-14 minggu, kalau lewat ya, momen untuk mendeteksi juga lewat sehingga harus menggunakan metode lain.”1