Ini 7 Tanda Hubungan Rumah Tangga yang Bisa Membuat Depresi

Ini 7 Tanda Hubungan Rumah Tangga yang Bisa Membuat Depresi

Ini 7 Tanda Hubungan Rumah Tangga yang Bisa Membuat Depresi

Ini 7 Tanda Hubungan Rumah Tangga yang Bisa Membuat Depresi

Menjalani bahtera rumah tangga, tentu enggak selalu berjalan mulus seperti apa yang diharapkan. Ada lika-liku yang perlalui, ada banyak masalah yang kerap datang silih berganti. Kalau enggak segera ditangani, hal ini bisa memicu terjadinya depresi yang dirakan oleh salah satu pasangan, entah kamu atau suami. SenjaQQ

Merasa tertekan hingga berujung depresi bisa datang dari mana pun. Mulai dari pasangan yang terlalu mendominasi, terlalu nge-bossy, hingga sering marah dan juga kerap bersikap kasar. Depresi yang dirasakan disebut sebagai depresi situasional.

berikut tujuh tanda depresi situasional yang disebutkan oleh hubungan beracun dan penuh akan kekerasan secara emosioanl di dalamnya.

Kamu merasa didominasi
Depresi bisa muncul ketika kamu merasa lebih kecil atau kurang kuat dari orang yang berinteraksi denganmu. Enggak semua perbedaan kekuatan menciptakan depresi. Misalnya, orang tua memiliki sebagian kekuasan dalam hubungan orang tua dan anak yang sehat.

Selama kewenangan tersebut ditujukan untuk mendidik, hal ini akan berjalan dengan baik. Namun, dalam hubungan cinta antara dua orang dewasa, kekuatan bersama lebih sehat ketimbang saling mendominasi satu sama lain.

Kamu merasa sering dikritik
Beauty, mungkin banyak di antara kamu yang kerap dikritik oleh suamimu sendiri. Kritik tersebut seakan terdengar sebagai bentuk protes dan hinaan terhadap apa yang kamu pakai dan lakukan selalu buruk di matanya.

Umpan balik mungkin enggak jadi masalah, tetapi enggak dengan kritik. Umpan balik biasanya diartikan sebagai bentuk memberi tahu dengan lembut kalau apa yang kamu lakukan itu salah dan perlu diperbaiki.

Sebaliknya, kata-kata kritis dengan nada suara yang menghakimi membuat kritik menjadi problematis.

Suami yang terlalu nge-bossy
Dalam kehidupan, sikap nge-bossy atau sering memerintah sangat menurunkan moral. Hal ini juga berlaku dalam hubungan rumah tangga ya, Beauty. Perintah suami yang enggak berbahaya pun bisa memicu depresi pasangannya sendiri. Karena enggak ada satu pun orang yang suka diberitahu apa yang harus diakukannya.

Suami mencoba mengontrolmu
Tanda hubungan rumah tangga yang bisa membuat depresi lainnya ialah suami yang coba mengontolmu sebagai istrinya. Mengontrol dari segi hal yang bisa kamu lakukan dengan waktu, uang, berteman, dan seberapa sering mengunjungi keluarga, hal ini cenderung membuatmu depresi.

Enggak cuma itu, suami yang sering marah karena hal sepele, misal saat kamu meninggalkan piring di meja, menjadi tanda kalau suamimu hanya berfokus untuk mengendalikanmu daripada menjadi kepala rumah tangga yang baik.

Suami ingin ‘selalu benar’
Itu hal yang baik untukmu kalau kamu mendapat pasangan yang benar, selama ia enggak merasa selalu benar sepanjang waktu. Kalau suamimu merupakan orang yang tepat, dia juga akan merasa bersalah atas kesalahan yang telah dilakukannya.

Suamimu mengalami depresi
Depresi itu menular. Saat seseorang mengalami deperesi, ia cenderung melihat dunia -termasuk kamu- melalu kacamata hitam. Kalau kamu mengadopsi pandangan suamimu yang seperti itu, kamu juga akan tenggelam secara emosional dalam perasaan tersebut.

Suami mudah tersinggung dan bersikap kasar
Tanda terakhir ialah mudah tersinggungnya suami dan sering bersikap kasar juga cenderung membuatmu depresi. Dorongan untuk menyakiti seseorang adalah kebalikan dari dorongan untuk mencintai, memelihara, dan berusaha untuk lebih dekat.

Setiap perlakuaan kasar yang kamu terima, hal ini bisa memicu timbulnya depresi. Begitu pun sebaliknya, setiap bentuk apresiasi membuatmu merasa senang dan lebih dihargai.

Nah itu tadi tujuh tanda hubungan rumah tangga yang bisa memicu depresi di dalamnya. Hal ini harus segera kamu tangani agar dampak yang dirasakan, enggak berkepanjangan. Semoga bermanfaat!