Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

 

Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Siapa sih yang tak dambakan memanjakan anak? Apalagi selagi ia tetap kecil. Kasih sayang sudah pasti Mama limpahkan bersamaan ia bertumbuh. Bahkan kadang lewat mainan.

Namun, sembari si Anak beranjak dewasa, kecuali Mama tetap memanjakan anak, maka bakal membuahkan persoalan besar di lantas hari. Tidak tersedia orang yang mau dekat-dekat bersama remaja yang selamanya dimanjakan orangtuanya. Apalagi nantinya menjadi orang dewasa yang tidak mandiri.

Sejatinya, Mama justru tidak bakal menopang anak untuk menghadapi kehidupan kecuali tetap memanjakannya. Apalagi kehidupan begitu keras. Dengan memanjakannya, Mama justru sebabkan masa depan si Anak menjadi suram.

Jadi, apa yang perlu Mama lakukan? Berikut hal yang dirangkum oleh Agodapoker Poker Legenda

1. Biarkan anak menghadapi masalahnya
Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Bisa menjadi sukar bagi Mama untuk melihat si Anak gagal dalam suatu hal yang menurut Mama mungkin sepele dan bisa dihindari kecuali Mama menopang dia melaksanakan hal tersebut. Misalnya nilai ulangannya jelek gara-gara ia tak sebabkan pekerjaan rumahnya.

Berilah ia pemahaman bahwa hal itu bukan disebabkan gara-gara ketidakmampuannya mengerjakan soal, tapi gara-gara ia tidak cukup keras berusaha. Dan hal layaknya itu membuahkan konsekuensi dalam kehidupannya.

Mama bisa memberinya “sanksi” bersama tidak memperbolehkannya bermain game sebelum ia mendapatkan nilai bagus, misalnya. Selanjutnya, biarkan si anak memecahkan kendala di hadapannya sendiri.

2. Tuntutlah anak agar terlibat dalam pekerjaan rumah tangga
Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Seiring usianya bertambah, kini tak tersedia ulang alasan bagi si Anak untuk menghindar berasal dari pekerjaan rumah tangga. Buatlah ia sibuk di rumah, bersama menopang memasak, atau menyapu dan mengepel. Beri ia tanggungjawab untuk mengawasi adik selagi Mama pergi ke minimarket misalnya.

Di lain pihak, Mama perlu memastikan si Anak paham apa saja yang perlu ia melaksanakan berkenaan tugas yang Mama berikan. Mama juga perlu bersabar kecuali anak nampak tidak cukup mahir mengatasi hal-hal sepele. Beri ia instruksi yang paham dan yang terpenting, berikan pemahaman di balik apa yang Mama berharap bersama memberinya tugas-tugas semacam ini.

3. Berhenti berikan segala yang diinginkannya
Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Bergaul bersama teman-teman sebayanya di sekolah bisa menjadi sebabkan si Anak jadi ia perlu mengikuti mode agar di terima oleh teman-temannya. Model sepatu teranyar atau tas jenis terkini bisa menjadi selamanya ia incar bersama memintanya kepada Mama.

Bisa menjadi berasal dari faktor harga, sepatu atau tas itu tak semahal yang Mama awalnya perkirakan, dan Mama bakal bersama bahagia hati mencukupi permintaan si Anak. Namun, Mama juga perlu berhati-hati. Memenuhi segala yang anak dambakan bisa menjadi sebabkan si Anak tak siap untuk menghadapi kekecewaan yang perlu ia hadapi, dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, alih-alih berikan segala yang inginkan, ajaklah si Anak untuk berpikir, apakah barang-barang itu merupakan hal yang terlampau dibutuhkan olehnya dan bukan yang sekadar ia inginkan.

4. Ajak anak berpikir panjang
Ini 6 Cara untuk Berhenti Memanjakan Anak, Demi Masa Depan Anak

Mama juga perlu mengajari anak untuk memutuskan target dan berupaya untuk mencapainya. Jika ia dambakan sesuatu, tas baru misalnya, tahan permintaan Mama untuk langsung membelikannya. Alih-alih, ajari anak untuk berpikir bagaimana agar ia bisa mendapatkan keinginannya tersebut.

Salah satu pilihannya pasti saja menyisihkan dan menabung uang saku yang ia terima berasal dari Mama. Biarkan ia berupaya dalam jangka selagi yang tak singkat untuk berupaya meraih apa yang ia inginkan. Mama juga bisa memberinya gagasan untuk berjualan kepada teman-temannya. Dengan demikan, maka anak bakal punya kebiasaan untuk merencakan sebuah kesuksesan.

5. Mama juga perlu studi berbicara “tidak”

Anak yang manja adalah produk berasal dari orangtua yang selamanya menuruti apapun keingina si anak. Berhenti memanjakan anak berarti Mama juga perlu studi untuk menghindar diri. Ada orangtua yang kuatir untuk berbicara tidak gara-gara dambakan menjadi kawan dekat bagi si Anak. Mereka berpikir bersama selau berbicara ya, maka anak bakal dekat dan terbuka pada orangtua.

Kini Mama yang perlu studi untuk berbicara “tidak.” Jangan kuatir si Anak menghindari kecuali keinginannya tak terpenuhi. Dengan mendengar kata tidak, si Anak bakal studi pula bahwa tersedia batas-batas terentu yang perlu ia pahami di dalam keluarga. Mama juga perlu tegas dan tega dalam menegakkan aturan yang sudah Mama tetapkan di keluarga. Jika Mama punya kebiasaan memanjakannya, bisa menjadi al ini awalnya jadi tak nyaman. Namun, lama-kelamaan anak juga bakal studi menghadapinya, mirip layaknya Mama.

6. Namun, benarkah ia manja?
7

Mama tetap sangsi apakah Mama terlampau memanjakan anak atau tidak? Jika demikian, maka Mama perlu melihat bagaimana si Anak memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Apa yang berlangsung kecuali keinginannya tak terpenuhi? Apakah ia melawan gurunya atau pelatih olahraganya? Apakah ia marah kecuali teman-temannya tak mengimbuhkan apa yang ia maui? Apakah ia juga kerap melawan Mama atau kakak dan adiknya kecuali ia tak mendapatkan yang ia minta?

Mama bakal paham berasal dari langkah anak memperlakukan orang-orang di sekitarnya ini. Jika jawabannya adalah ya, maka Mama punya PR untuk menopang si Anak membangun keterampilan sosial dan tabiat yang lebih baik untuk menghadapi kehidupannya. Demi masa depan anak yang lebih baik, Mama jangan mudah menyerah ya.

Mama bisa juga mendapatkan referensi berasal dari artikel-artikel tersebut ini dalam mendidik anak yang beranjak remaja.