Ini 4 Mitos Umum dari Bleaching Gigi Yang Jarang Di Ketahui

Ini 4 Mitos Umum dari Bleaching Gigi Yang Jarang Di Ketahui

Ini 4 Mitos Umum dari Bleaching Gigi Yang Jarang Di Ketahui

Ini 4 Mitos Umum dari Bleaching Gigi Yang Jarang Di Ketahui

Ludoqq Domino99  –  Senyum putih yang berkilau tidak melulu membantu meningkatkan keyakinan diri, tapi pun menunjang penampilan. Bagi mendapatkannya, formalitas pemutihan gigi masih populer dan sangat diminati.

Namun, masih ada sebanyak mitos dan kesalahpahaman mengenai pemutihan gigi ini. Seperti contohnya memutihkan gigi dirasakan dapat merusak gigi secara permanen hingga dari sisi keuangan terkesan boros.

Berikut ini ialah 4 mitos yang sangat umum mengenai pemutihan gigi:

1. Pemutih yang dipasarkan bebas sama bagusnya dengan di klinik

Sejumlah penelitian mengejar bahwa natrium klorit yang adalahbahan aktif pada mayoritas produk pemutih gigi yang dipasarkan bebas, secara signifikan dapat meminimalisir kekerasan pada gigi. Hal ini diakibatkan karena adanya asam dan membuatnya rentan merasakan pengikisan di permukaan gigi.

Di samping itu, ketidakjelasan komposisi bahan kimia yang terdapat di dalam produk pemutih gigi yang dipasarkan bebas akan paling berisiko. Beberapa di antaranya berisi bahan kimia berbahaya, tergolong zat beracun yang dapat menghanguskan gusi dan merusak gigi.

2. Jadi tidak dapat menikmati kopi

Setelah mengerjakan pemutihan gigi, pasien dianjurkan untuk menghindari minuman ataupun makanan yang dapat mengakibatkan pewarnaan, laksana kopi dan anggur. Namun tersebut tidak guna selamanya atau permanen. Dokter gigi merekomendasikan guna menghindarinya melulu untuk sejumlah hari kesatu sesudah perawatan. Ini sebab pori-pori pada gigi seseorang tetap tersingkap pada periode itu yang diakibatkan oleh reaksi kimia.

3. Dapat menciptakan gigi sangat putih

Efektivitas formalitas pemutihan gigi sebetulnya bervariasi antara pasien satu dan lainnya. Hal ini tergantung pada jenis noda, ketebalan enamel, struktur gigi, dan umur dari pasien. Bagi itu, supaya mendapatkan hasil yang diharapkan, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi. Ini dilakukan supaya prosedur yang dilaksanakan tepat.

4. Buat gigi lemah dan sensitif

Mitos yang beredar pada beberapa orang mengatakan, pemutihan gigi dapat mengakibatkan gigi menjadi lemah dan lebih sensitif. Ternyata ini salah. Sebenarnya, urusan itu adalahsejumlah risiko potensial, tergolong iritasi gusi atau bahkan kehancuran saraf. Namun urusan itu dapat diatasi andai melakukan pemutihan gigi dengan tenaga berpengalaman gigi yang profesional.

Di samping itu, penelitian pun menunjukkan bahwa teknologi pemutihan gigi terbaru, laksana gel pemutih yang digiatkan oleh laser dioda dapat meminimalisir bahkan menghilangkan risiko tersebut.