India Menggratiskan Tiket Masuk Taj Mahal Selama Idul Adha 2019

India Menggratiskan Tiket Masuk Taj Mahal Selama Idul Adha 2019

India Menggratiskan Tiket Masuk Taj Mahal Selama Idul Adha 2019

 

India Menggratiskan Tiket Masuk Taj Mahal Selama Idul Adha 2019

AGODAPOKER Idul Adha di India, atau pun dikenal sebagai Bakra Eid atau Bakrid, bakal dirayakan pada Senin, 12 Agustus 2019.

Ada kabar baik untuk semua wisatawan yang berencana untuk mendatangi Taj Mahal pada hari raya Idul Adha, yang pun dikenal sebagai emblem cinta.

Semua turis tak bakal dikenakan ongkos masuk alias gratis, sekitar durasi tiga jam pada masa-masa Bakrid.

Hal tersebut dikarenakan Salat Idul Adha akan dilangsungkan di masjid yang terdapat di dalam objek wisata tersebut, yang diprediksi akan dihadiri oleh tidak sedikit orang.

Archeological Survey of India atau Survei Arkeologi India yang mengelola website warisan dunia Unesco itu, telah memberitahukan bahwa pihaknya tidak bakal memungut ongkos masuk untuk seluruh orang yang hendak datang ke Taj Mahal pada Senin besok.

Berdasarkan keterangan dari instruksi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut, semua pengunjung diizinkan masuk ke Taj Mahal tanpa biaya apa juga antara pukul 07.00 hingga 10.00 masa-masa setempat.

Semua konter karcis masuk akan diblokir selama masa-masa ini. Namun, semua pelancong akan dicek dengan ketat. Tidak diperkenankan membawa tas plastik, benda tajam, korek api, pemantik api dan barang-barang riskan lainnya. Ini dilaksanakan demi mengawal keselamatan dan ketenteraman lingkungan Taj Mahal.

Setelah jam 10.00, wisatawan yang baru datang ke Taj Mahal mesti membayar ongkos masuk reguler.

Untuk turis lokal atau warga asli India, otoritas memutuskan harga 50 rupee per orang atau selama Rp 10.000. Sedangkan guna warga negara asing, tiket masuk dibanderol harga 1.100 rupee atau selama Rp 220 ribu.

Untuk penduduk negara asing dari negara-negara anggota Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan (SAARC) dan Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC), wajib menunaikan tiket masuk sebesar 540 rupee atau selama Rp 108 ribu.

Masuk ke kubah utama dari monumen, dikenakan ongkos tambahan 200 rupee atau Rp 40.000, terlepas dari kedudukan kebangsaan pengunjung. Anak-anak di bawah umur 15 tahun, diperbolehkan masuk tanpa tiket.

Libya Mengimpor 350.000 Domba guna Kurban
Sehubungan dengan Idul Adha, Libya mengimpor 350.000 kambing untuk kurban. Hal itu dikatakan oleh Pusat Kesehatan Hewan Nasional Libya pada Jumat, 9 Agustus 2019 masa-masa setempat.

“Semua kambing yang diimpor dalam situasi kesehatan yang baik,” Zakaria al-Khatali, direktur Jenderal Pusat, mengatakan untuk Xinhua, dilansir pada Sabtu, 10 Agustus 2019.

Sebagian besar kambing yang bakal disembelih ketika Idul Adha, yaitu 90 persen dari keseluruhan, berasal dari Spanyol, kata al-Khatali.

Idul Adha ialah salah satu hari cuti keagamaan yang dirayakan di semua dunia masing-masing tahun. Umat muslim biasnya memotong fauna kurban laksana kambing, domba, atau sapi.

Perayaan Idul Adha di Libya tahun ini dibayangi kekhawatiran adanya serangan. Pasalnya, ibu kota negara, Tripoli sudah menjadi medan konflik bersenjata yang mematikan antara pasukan pemerintah yang didukung PBB dan tentara yang berbasis di timur.

Idul Adha di Afghanistan
Idul adha yang dirayakan di tengah kekhawatiran bakal konflik dan perang pun terjadi di Afghanistan.

Di pasar tersingkap yang ramai di Kota Jalalabad, di unsur timur Afghanistan, semua petani menjajakan domba berbulu panjang dan pelanggan memilih hewan untuk disembelih guna Hari Raya Idul Adha pada Minggu 11 Agustus 2019.

Di tengah persiapan menjelang hari raya itu, tersimpan tanda tanya besar di pikiran mereka, mengenai “apakah perdamaian bakal datang ke Afghanistan, atau akankah perang empat dekade terus berlanjut?”

“Kami haus bakal perdamaian di Afghanistan. Setiap hari, tidak sedikit orang kami terbunuh. Kami merayakan Idul Adha dengan berita sedih,” kata Sayed Jan, warga setempat laksana dikutip dari AFP.

Seperti tidak sedikit orang Afghanistan, Jan ingat dengan baik gencatan senjata pendek antara pasukan Taliban dan Afghanistan sekitar Idul Fitri tahun lalu, ketika hari raya umat Muslim lainnya. Saat tersebut musuh menempatkan senjata dan bertukar salam.

Tahun ini, Amerika Serikat dan Taliban dipercayai berada di tepi keputusan guna menjalin kesepakatan yang mendesak pasukan Amerika meninggalkan Afghanistan dengan imbalan sekian banyak jaminan Taliban.

Namun, bahkan saat perundingan berlangsung, medan perang dan korban sipil terus meningkat. Juli menjadi bulan sangat mematikan sekitar lebih dari dua tahun, dan masih belum jelas kapan gencatan senjata bakal terwujud.

Sambutan hari raya yang paling dinanti-nantikan dari pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada pada hari Kamis, tidak melafalkan gencatan senjata yang diinginkan tidak sedikit warga Afghanistan.

“Taliban mesti duduk dengan pemerintah Afghanistan guna perjanjian perdamaian dan mereka mesti memberitahukan gencatan senjata sekitar Idul Adha,” kata Hamim Sadiq, penduduk lokal lainnya.

“Rakyat Afghanistan mesti merayakan Idul Adha dengan damai. Kami sudah kehilangan segalanya sekitar lebih dari 40 tahun perang.”

BACA JUGA :

3 Penyebab Terpisahnya Benua di Dunia pada 250 Juta Tahun Lalu