Imbas Virus Korona Food Vlogger Ogah Santap Daging Kelelawar Lagi

Imbas Virus Korona Food Vlogger Ogah Santap Daging Kelelawar Lagi

Imbas Virus Korona Food Vlogger Ogah Santap Daging Kelelawar Lagi

Imbas Virus Korona Food Vlogger Ogah Santap Daging Kelelawar Lagi

PESIARQQ – Seorang influencer media sosial (food vlogger) yang memfilmkan dirinya santap sup kelelawar kesudahannya merasa fobia dengan wabah coronavirus. Wang Mengyun tampak dalam videonya sedang asyik mengunyah daging kelelawar dalam semangkuk air kuah. Padahal kelelawar menjadi salah satu fauna yang dituding sebagai pembawa virus korona di samping ular.

Video tersebut direkam di suatu restoran di Wuhan. Mengyun mengklaim film itu diciptakan tiga tahun kemudian sebagai teknik untuk mengindikasikan gaya hidup masyarakat lokal di sana. Dalam permintaan maaf untuk pengikutnya di platform media sosial Tiongkok, Weibo, dia berjanji tak akan santap kelelawar lagi.

“Maaf semuanya, saya tidak boleh santap kelelawar,” ungkapnya.

Mengyun pun mengatakan dia sudah menerima hujatan dan ancaman kematian semenjak video tersebut beredar. Padahal ketika itu dipungut pada 2016.

“Itu semua sebab pada 2016, saat saya sedang menyaring program wisata di Palau, suatu pulau Pasifik Selatan, saya santap sup makanan sehari-hari warga lokal. Kembali pada Mei 2016, saya tidak tahu apa terdapat virus pada masa-masa itu. Ketika video diluncurkan saya melulu ingin mengenalkan gaya hidup masyarakat setempat. Saya tidak tahu kelelawar bakal menjadi sarang penyakit,” ujarnya.

Kelelawar populer dalam penyembuhan tradisional Tiongkok. Kelelawar diandalkan dapat menyembuhkan sekian banyak penyakit laksana malaria dan batuk. Kotorannya dirasakan menyembuhkan penyakit mata.

Sementara itu, pejabat Tiongkok meyakinkan bahwa wabah coronavirus atau virus korona jenis baru mula muncul di pasar fauna di Wuhan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) menuliskan hasil tes menunjukkan insan tertular virus dari hewan di pasar tradisional makanan laut Huanan.

para berpengalaman sebelumnya mengira virus tersebut berasal dari ular yang dijual. Namun, CDC tidak bisa mengklarifikasi kebenarannya. Pasar tersebut memasarkan sejumlah hewan liar tergolong berang-berang, landak, anak serigala, dan tikus.

“31 dari 33 sampel positif dikoleksi dari zona barat pasar, lokasi stan perniagaan satwa binal terkonsentrasi. Hasilnya mengindikasikan bahwa wabah coronavirus baru paling relevan dengan perdagangan fauna liar,”

Pasar Huanan Seafood Wholesales familiar menjual fauna hidup. James, seorang guru bahasa Inggris yang tinggal di sekitar pasar, mengatakan, pasar tersebut memang tidak jarang kali sibuk.

“Pasar tersebut terkenal sebab menjual tidak sedikit hewan hidup yang aneh. Jadi tidak terdapat yang terkejut sama sekali saat muncul bahwa virus tersebut mungkin berasal dari fauna yang tidak biasa,” ujarnya.