Hukuman Skorsing dan Denda kepada Edinson Cavani Dianggap Tidak Fair

Hukuman Skorsing dan Denda kepada Edinson Cavani Dianggap Tidak Fair

Hukuman Skorsing dan Denda kepada Edinson Cavani Dianggap Tidak Fair

Hukuman Skorsing dan Denda kepada Edinson Cavani Dianggap Tidak Fair

Kontribusi Edinson Cavani untuk Manchester United diakui kala mencetak gol kemenangan 3-2 atas Southampton FC (29/11). Namun, setelah laga di St Mary’s tersebut, Cavani menuai kontroversi.

Yaitu, gara-gara unggahan ”negrito” striker asal Uruguay itu di Instastory. Cavani sejatinya hanya bermaksud untuk membalas ucapan selamat dari sahabatnya sesama Amerika Latin. Namun, negrito di Inggris ditafsirkan sebagai ucapan berbau rasis. Daftar di sini

Kemarin (1/1) Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mempersalahkan unggahan Cavani lantaran menyalahi aturan terkait tindakan pelecehan rasisme di dalam pasal E3 ayat 1 dan 2. Sanksi larangan bermain dalam tiga laga pun dijatuhkan untuk striker berjuluk El Matador tersebut.

Sanksi itu efektif berlaku saat United menghadapi Aston Villa dini hari tadi (2/1). Lalu, melawan Manchester City di semifinal Piala Liga (7/1) dan kontra Watford FC dalam putaran ketiga Piala FA (10/1). Semua laga dimainkan di Old Trafford.

Selain sanksi tiga laga, pemain 33 tahun tersebut diharuskan membayar denda GBP 100 ribu (Rp 1,91 miliar). Denda itu nantinya didonasikan untuk program penanganan rasisme di Inggris.

Menurut Manchester Evening News, Cavani juga diminta untuk menghadiri pendidikan tatap muka terkait dengan pengetahuan tradisi Inggris.

’’Saya bisa menerimanya karena saya mengerti jika saya masih asing dengan kebiasaan dalam bahasa Inggris,’’ ucap Cavani dalam pernyataan di akun Instagram-nya, @cavaniofficial21.

Mantan pemain Paris Saint-Germain dan SSC Napoli itu kembali menegaskan bahwa negrito yang dimaksud adalah panggilan untuk teman akrab.

”Orang yang mengenal saya pasti memahaminya. Saya hanya mengekspresikan kasih sayang saya sesuai dengan budaya dan cara hidup saya,” imbuh Cavani.

Di sisi lain, sanksi yang diterima Cavani memicu gelombang pembelaan dari beberapa pemain Premier League asal Amerika Latin.

Salah satunya bek United asal Argentina Marcos Rojo. ’’Lebih banyak orang yang lebih mengerti siapa kamu ketimbang mereka,’’ bela Rojo di akun media sosialnya