Hindari kebiasaan Makan Sebelum Tidur, Kenapa?

Hindari kebiasaan Makan Sebelum Tidur, Kenapa?

Hindari kebiasaan Makan Sebelum Tidur, Kenapa?

Hindari kebiasaan Makan Sebelum Tidur, Kenapa?

Banyak berasal dari kita, memakan camilan sebelum tidur merupakan ritual yang menggembirakan dan memuaskan. Mulai berasal dari makan keripik, biskuit, sereal, sampai keju sebelum tidur ditunaikan sehingga nantinya tak menjadi lapar saat tidur.

Pada saat yang bersamaan terhitung anda pasti pernah mendengar bahwa untuk tidak makan di malam hari sebab itu jelek bagi pencernaan dan berat badan.

makan sebelum tidur pasti mempunyai banyak dampak kesehatan bagi tubuh  LudoQQ pokerace99.

Hindari kebiasaan Makan Sebelum Tidur, Kenapa?

1. Masalah pencernaan

Antara perut dan kerongkongan (saluran yang membawa makanan berasal dari mulut ke perut) adalah katup berotot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah, menurut Institusi Nasional untuk Diabetes dan Ginjal (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases/NIDDK).

“Terkadang katup itu senantiasa terbuka dan sangat mungkin isikan lambung dan cairan pencernaan mengalir lagi ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi,” ujar pakar gastroenterologi di Klinik Cleveland, Scott Gabbard, M.D.

Sensasi terbakar yang tidak membuat nyaman itu disebut gastroesophageal flux (refluks asam).

Dari itu kemudian sanggup terhitung mengakibatkan sakit maag. Sakit maag itu sendiri sanggup dipicu oleh beberapa hal, terhitung makan kemudian berbaring, menurut Mayo Clinic.

Dokter Gabbard mengatakan kala seseorang berbaring secara horizontal bersama perut penuh, ia dapat kehilangan dampak gravitasi yang menopang merawat isikan perut senantiasa rendah.

Menurut United State National Library of Medicine, kalau anda merasakan sakit perut lebih berasal dari dua kali seminggu, bisa saja saja menderita penyakit yang disebut GERD (gastroesophageal reflux).

Risiko lainnya kalau makan sebelum tidur yaitu dispepsia. Ini merupakan serangkaian tanda-tanda layaknya sakit perut, mual, menjadi tidak nyaman, dan perut bagian atas menjadi kembung atau terbakar.

Jika itu berlangsung lebih berasal dari dua minggu atau disertai bersama tanda-tanda lain, sebaiknya menemui dokter yang sanggup menopang menangani itu.

“Makan banyak sebelum tidur sanggup memperburuk tanda-tanda yang ada,” kata Gabbard.

Camilan atau makan malam yang porsinya lebih besar dapat lebih perlu saat yang lama untuk sanggup dicerna bersama baik. Jadi, camilan di malam hari yang ideal adalah yang porsinya kecil atau sedikit dan dimakan beberapa jam sebelum tidur

2. Masalah pada kualitas tidur

Jika anda secara teratur makan sebelum tidur dan mengalami ada problem untuk tidur nyenyak, sanggup saja tersedia jalinan antara keduanya.Jika asam lambung naik itu dapat membuat ketidaknyamanan dan menjadikan seseorang tidak sanggup tidur.

Faktanya, tradisi saat tidur yang padat sanggup berikan sinyal ke tubuh dan pikiran. Memang benar kalau tidur didalam kondisi perut menjadi lapar terhitung dapat mengganggu tidur.

Namun, kalau anda makan camilan untuk mencegah rasa lapar saat tidur, maka lakukanlah bersama menyimak porsinya.

3. Masalah berat badan

Banyak berasal dari kami mengasosiasikan makan malam bersama bertambahnya berat badan.

“Ada beberapa penelitian yang perlihatkan jalinan antara makan malam, berat badan, dan manfaat metabolisme,” kata profesor psikologi psikiatri di Parelman School of Medicine, University of Pennsylvania, Kelly C. Allison, Ph.D.

Sebuah tinjauan literatur yang diterbitkan dalam Physicology & Behavior tahun 2018 yang ditulis oleh Allison menyimpulkan bahwa saat makan berdampak pada berat dan manfaat metabolisme. Khususnya, bersama makan malam yang tertata berpotensi berkontribusi didalam hal tersebut.

Pengalihan mengonsumsi kalori ke hari berikutnya sanggup mengubah ritme sirkadian tubuh, yang menopang sesuaikan metabolisme.

“Tubuh kami diatur sehingga terjaga dan makan serta beraktivitas di siang hari,” kata Allison.

Meskipun begitu, Allison mengatakan harus lebih banyak penelitian perihal kaitan kedua hal tersebut.

“Ini masih beberapa besar perihal nilai gizi dan kuantitas makanan yang dimakan, bukan perihal waktu,” ucap profesor psikologi berasal dari Pennsylvania itu.

Pada intinya, jadikan camilan atau makanan jadi porsi yang kecil, lewati makanan yang berserat, berlemak, pedas, atau asam sebelum tidur. Atur saat terhitung dan kalau tanda-tanda tetap berlanjut segera temui dokter.