Hidup dengan Pekerjaan yang Tidak Dicintai Itu Menyiksa

Hidup dengan Pekerjaan yang Tidak Dicintai Itu Menyiksa

Hidup dengan Pekerjaan yang Tidak Dicintai Itu Menyiksa

Hidup dengan Pekerjaan yang Tidak Dicintai Itu Menyiksa

Mencintai diri sendiri bukanlah perbuatan egois. Justru dengan menyukai diri sendiri, kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara anda ada yang mesti melewati tidak sedikit hal berat dalam hidup hingga rasanya telah tak punya asa apa-apa lagi. Namun, dengan kembali menyukai diri sendiri dan berbenah diri, cahaya baru dalam hidup bakal kembali bersinar. Melalui di antara tulisan yang diantarkan dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu guna Mencintai Diri ini anda akan memetik sebuah ilham baru yang bisa mencerahkan pulang hidup kita.

Oleh: Regina

Semakin menginjak usia dewasa, sejumlah dari anda sebagai wanita semakin kendala untuk memperjuangkan dan menghargai khayalan dan kemauan dalam diri masing-masing. Saya sendiri mengalaminya, dan saya merasakan tidak sedikit sekali kendala dan rasa stress sebab memungkiri suara hati saya sendiri demi orang lain. Tindakan menyakiti diri sendiri ini saya alami di bangku kuliah dan ketika bekerja. Kemudian, saya sadar bahwa saya perlu memburu apa yang benar-benar menjadi khayalan saya

Tidak Dapat Kuliah pada Jurusan yang Diminati

Saat bakal duduk di bangku kuliah, saya tidak dapat dengan bebas memilih jurusan perkuliahan yang saya inginkan. Sejak ayah saya berpulang, kakak saya menggantikan posisi ayah saya dalam menafkahi family termasuk mengongkosi perkuliahan saya. Dia sukses sesudah lulus dari jurusan akuntansi dan mendapat kegiatan dengan gaji bagus di di antara perusahaan asing. Melihat situasi kakak saya itu, maka ibu dan tante mendesak saya supaya menempuh edukasi pada jurusan yang sama.

Padahal akuntansi sama sekali bukan kemahiran dan bukan minat saya. Mengingat saya tidak dapat membebani kakak saya dengan ongkos kuliah yang membengkak, maka saya menyimpulkan untuk menginjak jurusan yang sama dengannya ketika kuliah, terutama sebab dia pun menginginkan saya menjadi di antara mahasiswa jurusan akuntansi pula. Namun meskipun lulus dengan IPK yang baik, saya menjalaninya dengan berat hati dan sarat kesulitan. Saya butuh tenaga tambahan untuk bisa lulus dari masing-masing mata kuliah, terutama sebab saya tidak tertarik dan tidak mempunyai bakat pada bidang iniĀ  http://68.183.234.248/sultan99/.

Mencari Pekerjaan yang Tepat

Setelah lulus dan mendapat pekerjaan, rupanya kesedihan dan penderitaan yang saya alami semakin bertumpuk. Meskipun gaji yang diperoleh diatas teman-teman yang menempuh kegiatan dibidang yang sama, tetapi hati saya menangis dan menjerit. Ini salah. Tempat saya seharusnya bukan di sini. Yang saya impikan dan harapkan bukanlah bekerja di bidang ini.

Beberapa bulan sesudah itu, saya menyimpulkan untuk resign. Setelah itu, saya hidup cocok dengan apa yang saya impikan dan harapkan. Saya senang menyanyi dan menulis, maka saya semakin memperdalam potensi dan minat saya pada kedua urusan itu. Saya mulai mengunggah lagu-lagu yang saya cover di internet, mengekor lomba-lomba menyanyi dan menulis, dan mempelajari tidak sedikit hal dari keduanya.

Banyak kegagalan dan rasa malu yang saya petik dalam menekuni kedua bidang tersebut, tetapi saya menghargainya. Dengan kegagalan, saya memperkaya empiris dan semakin belajar akan kelemahan dan keunggulan saya. Meskipun saya baru sukses memenangkan sejumlah lomba dan belum mempunyai pekerjaan tetap pada kedua bidang tersebut, tetapi saya merasa paling puas dan hidup saya menjadi lebih berarti. Sebagai perempuan, anda mempunyai hak guna memperjuangkan dan menghargai suara hati kita.

Tidak selamanya menjalani asa orang lain ialah jalan hidup yang baik guna kita. Karenanya tidak boleh pernah mengkhianati suara hati sendiri. Dengan menyukai harapan dan khayalan sendiri, anda pun telah menjalankan keharusan untuk menyukai diri sendiri. Dengarkan suara hatimu dan percayalah padanya, supaya kita juga lebih merasakan hidup dan mempunyai kehidupan yang bermakna.