Heboh Restoran Kenakan Pajak Corona Biar Usaha Bertahan

Heboh Restoran Kenakan Pajak Corona Biar Usaha Bertahan

Heboh Restoran Kenakan Pajak Corona Biar Usaha Bertahan

Heboh Restoran Kenakan Pajak Corona Biar Usaha Bertahan

Di tengah pandemi corona yang tengah melanda dunia, banyak pengusaha yang memutar otak untuk bertahan di industrinya masing-masing. Salah satu yang terkena efek akibat corona yaitu usaha restoran.

Meski dirundung penghasilan yang semakin seret, tak kemudian para pelaku usaha ini menarik pemasukan lewat tagihan yang tak masuk akal.

Baru-baru ini daerah makan Por ejemplo Goog’s Pub & Grub di Holland, Michigan menghebohkan jagat twitter. Pemilik usaha ini menerapkan pajak baru baru para pelanggan yang berkunjung ke daerah makan mereka. Pengelola mengenakan pajak Covid-19 bagi para tamu.

Dikutip berasal dari TMZ, Minggu 17 Mei 2020, pemilik resto tersebut, Brad White, mengatakan usahanya kudu sanggup beradaptasi di tengah perekonomian yang tidak stabil. Hal ini ia melaksanakan sebagai usaha menutupi kenaikan harga bahan pokok dan persediaan restoran.

White mengatakan bahwa tiap tiap pembelian dapat dikenakan cost tambahan sebesar 86 sen untuk seluruh model barang pesanan layaknya tas, peralatan makan, bumbu dan wadah styrofoam bagi pesanan take-away. Heboh Restoran Kenakan Pajak Corona Biar Usaha Bertahan

Pemiliki resto berikut mengatakan, sebelum pandemi corona melanda, restonya sanggup menjual 1.500 burger per minggu dengan harga satu bungkus daging yang cuma US$50 (Rp700 ribu).

Namun, sehabis Covid-19 melanda, harga satu bungkus daging sanggup mencapai US$96 (Rp1,4 juta). Covid-19 sudah memukul keras pabrik daging di seluruh negeri, menjadikan pengolahan daging menjadi sulit.

Setelah penjelasan White tersebut, nampaknya penduduk terasa jelas mengapa pihak restoran kudu menambahkan pajak tambahan. White termasuk mengaku, sebagian besar orang jelas perlunya pengelola restoran melaksanakan menambahkan pajak.

Namun tak seluruh setuju dengan tindakan White. Ada pula yang menuduhnya coba mengekspolitasi costumer dengan alasan pandemi.

White membantah tudingan berikut dengan mengatakan usahanya sudah melaksanakan penghematan di berbagai hal. Salah satu caranya yaitu dengan memecat sebagian karyawan. Sebelum pandemi, resto milik White miliki 35 pegawai, sementara ini dirinya cuma miliki 16 pegawai.

Selain itu, White selalu terasa miliki tanggung jawab untuk memelihara para pegawainya yang cuma 16 orang. Ia kemudian tingkatkan upah per jam mereka berasal dari US$6 (Rp90 ribu) menjadi US$10 (Rp150 ribu).

White pun memastikan untuk para pelanggannya dapat menghapuskan pajak Covid-19 dikala suasana ulang normal.

Pandemi corona sesungguhnya memukul keras banyak sektor industri. Beginilah tidak benar satu langkah para pengusaha memutar otak mereka agar selalu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pandemi corona memicu miliarder kebangsaan Perancis, Bernard Arnault, tekor. Kekayaan pemilik brand Louis Vuitton, LVMH Group ini melorot hingga ratusan triliun rupiah.

Yang melansir Indian Express, Kamis 14 Mei 2020, kekayaan Arnault anjlok 19 persen th. ini, dan hartanya ambles US$30 miliar atau tidak cukup lebih Rp448 triliun (estimasi rupiah 14.935 per dolar AS), menurut knowledge Bloomberg Billionaire Index.

Per 6 Mei yang lalu, Arnault kehilangan jumlah duwit yang mirip dengan jumlah duwit yang justru diraup miliarder Amazon, Jeff Bezos di masa pandemi.

Keluarga Arnault sudah mengawali menggerakkan usaha fesyen sejak 1980. Salah satu brand kenamaan mereka, Louis Vuitton, miliki profit margin sebesar 45 persen.

Merek product fesyen dan style hidup yang dikelola group LVMH khusus diperjualbelikan untuk para orang kaya, yang hendak menggunakan duwit mereka untuk barang mewah.

Namun sejak virus Corona menyebar, seluruh tak mirip lagi. Hampir sebagian besar butik fesyen milik LVMH tutup didalam jangka sementara lebih berasal dari sebulan.

Kegiatan ” orang kaya” layaknya fashion show yang diiringi pesta, kehidupan malam yang mewah dan restoran mewah tutup karena physical distancing kudu diterapkan.

Parahnya, di tengah suasana demikian, Arnault termasuk kudu membayar USD 16 miliar untuk proses akuisisi perusahaan perhiasan, Tiffany & Co.

” Virus Corona adalah badai prima untuk menghancurkan usaha fesyen dan perhiasan,” kata pemilik lembaga konsultasi Ortelli & Co. in London, Mario Ortelli.

Untuk memelihara agar usaha selalu bertahan hidup, perusahaan merencanakan memangkas 30 hingga 35 persen belanja modal mereka th. ini dan menunda pembukaan toko baru serta renovasi outlet.

Outlet Sephora (salah satu brand kosmetik LVMH) di Amerika termasuk sudah memangkas 3.000 pekerja terhadap awal April lalu.

Pendiri Virgin Group, Richard Branson, merencanakan melepaskan saham perusahaan area angkasa, Virgin Galactic. Nilainya saham yang dapat dijual itu mencapai US$504,5 juta atau kira-kira Rp7,56 triliun.

” Virgin bermaksud menggunakan hasil apa pun untuk menolong portofolio usaha liburan dan perjalanan world yang terdampak COVID-19 yang belum dulu berlangsung sebelumnya,” kata perusahaan dikutip berasal dari Liputan6.com, Selasa 12 Mei 2020.

Penjualan hingga 25 juta lembar saham biasa Virgin Galactic dapat dijalankan secara bertahap lewat transaksi broker biasa.

Saham yang ditawarkan cuma mewakili di bawah 22 persen berasal dari total saham Virgin Galactic milik Branson. Nilai total saham mencapai US$2,32 miliar (Rp34,61 triliun), di mana harga per saham US$20,18 (Rp301.067) per saham.

Maskapai penerbangan Virgin Group, menjadi tidak benar satu yang terpukul penurunan tajam terhadap industri penerbangan imbas pandemi Virus Corona. Bulan lalu, Branson mengatakan Virgin Atlantic dan Virgin Australia dapat membutuhkan utang pemerintah.

Bahkan, maskapai penerbangan asal Inggris Virgin Atlantic menentukan untuk memangkas 3.150 pekerja dan menghentikan sebagian penerbangan imbas pandemi Corona yang belum menyatakan tanda-tanda dapat berakhir.

CEO Virgin Atlantic, Shai Weiss menyatakan, selama 36 th. beroperasi, maskapai tidak dulu hadapi suasana layaknya Covid-19 dimana hampir seluruh sektor mengalami kehilangan yang luar biasa besar.

Maskapai mengatur ulang siasat untuk mempertahankan kelangsungan usaha dengan mengurangi cost operasional dan menumpuk duwit tunai.

” Sangat gawat karena kami sanggup mengembalikan keuntungan di th. 2021. Ini bermakna kami kudu mengambil langkah untuk membentuk ulang Virgin Atlantic. Saya ingin bukan itu masalahnya, namun kami terlalu kudu mengurangi pekerja,” kata Weiss.

Kebijakan kerja berasal dari tempat tinggal (work from home/WFH) menjadi “ ladang uang” bagi segelintir orang. Selain pemilik aplikasi vdeo coneference zoom, wabah Covid-19 termasuk sudah mempunyai tumpukan duwit bikin CEO Cloudflare Inc, Matthew Prince.

Nilai saham perusahaan asal San Fransisco, Amerika Serikat berikut naik 14 persen menjadi US$28,52 (Rp424.441) per lembar, memicu kekayaan Matthew menyentuh angka US$1,08 miliar (Rp16,07 triliun), demikian laporan Bloomberg Billionaires Index.

” Cloudflare menjadi penyedia sarana steeaming, gaming dan e-commerce dikala orang-orang melaksanakan kegiatannya berasal dari rumah,” kata analis Bloomberg Intelligence Mandeep Singh.

Sejak IPO terhadap September lalu, nilai saham perusahaan tercatat melonjak 90 persen. Cloudflare dikenal dapat penyediaan jaringan dan manajemen trafik yg memungkinkan web cloud-based beroperasi dengan lebih efektif.

Matthew yang menolong peluncuran perusahaan di th. 2009 miliki saham kira-kira 12,5 persen, tetapi Co-foundernya Michelle Zatlyn miliki saham 4,8 persen.

Ketika diimintai info perihal kejelasan standing miliarder Matthew, juru berkata Cloudflare Daniella Vallurupalli belum menambahkan komentar dan respon apapun.

Dengan demikian, Matthew turut berhimpun dengan jajaran miliarder yang jadi kaya selama pandemi Corona selain CEO Amazon Jeff Besoz, CEO Netflix Reed Hastings dan CEO Zoom Eric Yuan, yang kekayaannya naik dua kali lipat th. ini menjadi US$7,8 miliar (Rp116,07 triliun).

Sementara didalam penutupan perdagangan, Cloudflare diprediksi meraup keuntungan US$87 juta (Rp1,29 triliun) terhadap kuartal I th. ini, naik 41 persen berasal dari th. sebelumnya, demikian menurut analis didalam survey Bloomberg.  Cerdaspoker Domino99