Heboh Pembagian Nasi Bungkus Berlogo Anjing di Tanjung Priok, Ini Temuan Polisi

Heboh Pembagian Nasi Bungkus Berlogo Anjing di Tanjung Priok, Ini Temuan Polisi

Heboh Pembagian Nasi Bungkus Berlogo Anjing di Tanjung Priok, Ini Temuan Polisi

Heboh Pembagian Nasi Bungkus Berlogo Anjing di Tanjung Priok, Ini Temuan Polisi

 

Di sedang pandemi virus Corona Covid-19, warga Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara dihebohkan dengan pemberian nasi bungkus berlogo kepala anjing dan bertuliskan nasi anjing, nasi orang kecil, bersahabat dengan kucing #Jakartatahanbanting.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut, tim Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Jakarta Utara segera bergerak menyelidiki insiden tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Yustri, persentase lauk pauk dalam nasi bungkus tersebut tidak memiliki kandungan unsur anjing. link alternatif pokercc

“Dugaan sementara berjalan salah persepsi antara pembuat, pemberi nasi, dengan penerima nasi,” ujar Yusri Yunus,

Bantuan nasi bungkus selanjutnya diberikan oleh komunitas ibadah kristiani bernama ARK Qahal yang berpusat di Jakarta Barat.

Yusri mengatakan, tim Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Jakarta Utara termasuk segera laksanakan uji persentase pada lauk pauk dalam nasi bungkus tersebut.

Menurut Yusri, dalam nasi bungkus tersebut tak ada persentase makanan yang diharamkan bagi umat Muslim.

“Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain,” kata Yusri.

Logo dan Tulisan

Sementara itu, untuk logo dan tulisan yang dianggap provokatif, Yusri mengatakan, sesudah terdapatnya pemeriksaan, arti nasi anjing digunakan sebab analisis bahwa anjing merupakan hewan setia.

“Dan nasi anjing sebab porsinya lebih besar sedikit berasal dari nasi kucing, dan diperuntukkan untuk orang kecil untuk bertahan hidup,” ucapnya.

Yusri menyebut, kejadian pertolongan nasi anjing itu berjalan pada Minggu, 26 April 2020 dini hari.

Warga Warakas, Tanjung Priok yang menerima pertolongan nasi bungkus selanjutnya menjadi dilecehkan dengan logo dan kata-kata provokatif tersebut.

“Warga yang menerima makanan selanjutnya menjadi dilecehkan dengan pertolongan bungkusan nasi dengan tulisan ‘nasi anjing’ dengan analisis bahwa isikan berasal dari bungkusan makanan adalah daging anjing serta kenapa warga umat Muslim diberikan makanan anjing,” kata Yusri.

Mendapat Info tersebut, tim segera mendatangi daerah selanjutnya dan menyatukan sebagian keterangan saksi, dan mengamankan sebagian orang ke Mapolres Metro Jakarta Utara untuk dijalankan pemeriksaan.

Yusri menuturkan, pihaknya telah memanggil RT dan RW setempat untuk dimintai keterangan atas momen tersebut.

Atas insiden ini, pemberi pertolongan nasi diminta sebabkan video klarifikasi serta tidak manfaatkan arti yang menyebabkan perspektif lain, sementara memberi tambahan bantuan.

“Meminta pihak pemberi makanan untuk mengganti arti nasi anjing dengan arti lain yang tidak menyebabkan persepsi lain,” jelas Yusri.