Harga Selangit Rekaman Asli Pendaratan Manusia Pertama di Bulan

Harga Selangit Rekaman Asli Pendaratan Manusia Pertama di Bulan

Harga Selangit Rekaman Asli Pendaratan Manusia Pertama di Bulan

 

Harga Selangit Rekaman Asli Pendaratan Manusia Pertama di Bulan

Bertepatan dengan peringatan 50 tahun tujuan pendaratan insan kesatu di Bulan, cuplikan video yang mengabadikan momen bersejarah tersebut telah dipasarkan lewat lelang dengan harga selangit.

Balai lelang di Amerika Serikat, Sotheby’s, melelang tiga rekaman orisinal tujuan Apollo 11 keluaran NASA dengan harga US$ 1,82 juta atau berkisar Rp 25 miliar. Demikian dilansir dari CNN, Minggu (21/7).

Harga tersebut meningkat 8.000 kali lipat dari nilai semula yang ditunaikan oleh pemagang NASA, Gary George, ketika ia membelinya dalam suatu lelang yang disponsori pemerintah pada 1976 –kata pihak Sotheby’s.

Video-video yang dilelang masih dalam situasi semula sebagaimana mereka diproduksi. Mereka belum direstorasi, dinaikkan kualitasnya, atau di-reproduksi ke medium lain.

“Rekaman video adalahgambar sangat awal, sangat tajam, dan sangat akurat yang masih terdapat tentang tahapan kesatu insan di Bulan,” kata Sotheby’s dalam sebuah penjelasan tertulis.

“Lima puluh tahun yang kemudian hari ini, kami menjangkau pencapaian insan terbesar di dunia, dan apa yang anda ingat secara universal mengenai peristiwa tersebut paling baik didokumentasikan dalam rekaman ini,” tambah Cassandra Hatton, wakil presiden dan spesialis senior di Departemen Buku & Manuskrip Sotheby’s, dalam rilisnya.

Rumah lelang tidak menuliskan siapa yang melakukan pembelian rekaman pendaratan insan kesatu di Bulan itu.

Rekaman, dalam medium kaset. Berisi gambar-gambar yang telah ditunjukkan di semua dunia: tahapan kesatu Neil Armstrong, Buzz Aldrin menuruni tangga di belakangnya dan memantul di permukaan bulan, dan semua astronaut menempatkan bendera Amerika di sana.

Tetapi gambar-gambar tersebut “lebih tajam dan lebih berbeda” daripada yang diperlihatkan di lokasi lain, kata Sotheby’s.

Rekaman yang diperlihatkan pada siaran televisi jaringan kehilangan kualitas video dan audio dengan masing-masing transmisi dari menara pemancar ke pemancar lain, tambah Sotheby’s.

Pada 20 Juli 1969, wahana Eagle dari Apollo 11 tiba di Tranquility Base.

Beberapa jam kemudian, pada 21:56 CT (0356 GMT), Neil Armstrong menciptakan sejarah dengan menjadi orang kesatu yang berlangsung di Bulan.

Armstrong, sang komandan tujuan Apollo 11, menuliskan saat mendarat, “Houston, Tranquility Base di sini. Eagle sudah mendarat.” Houston merujuk pada pusat kontrol tujuan Badan Antariksa AS (NASA).

Charlie Duke, komunikator NASA, merespons dari kontrol tujuan di Houston: “Roger, Tranquility. Kami mendengar kita di darat. kita sempat membuat tidak sedikit orang susah bernapas (menunggu kabar Anda). Kami (kini) bernapas lagi.”

Beberapa jam kemudian, saat sang astronaut kesatu kali melangkah ke permukaan Bulan, Armstrong menyampaikan kalimat bersejarah: “Satu tahapan kecil guna seorang pria, satu lompatan raksasa guna umat insan (It’s one small step for man, one giant leap for mankind).”

Saat itu, Armstrong tak sendiri. Jejaknya kemudian dibuntuti oleh teman awak Apollo 11 lain, Buzz Aldrin. Sementara Michael Collins, sesama teman misi, tetap mengorbit di Bulan guna memegang kontrol komunikasi.

Gary George ialah seorang mahasiswa kiat di Lamar University saat ia magang di NASA Johnson Space Center dan kadang-kadang pergi ke lelang surplus pemerintah, kata Sotheby’s.

Pada Juni 1976, ia menunaikan US$ 217,77 guna sekitar 1.150 gulungan pita magnetik yang dipunyai NASA.

George memasarkan dan menyumbangkan beberapa dari kaset itu, namun dia menyimpan tiga, sesudah ayahnya menyimak bahwa mereka diberi label “APOLLO 11 EVA | 20 Juli 1969, REEL 1 [–3]” dan “VR2000 525 Hi Band 15 ips.”

George cuek saja, hingga dia tahu pada 2008 bahwa NASA sedang berjuang menemukan kaset aslinya guna peringatan 40 tahun pendaratan di Bulan, kata Sotheby’s.

Kaset-kaset tersebut mempunyai durasi campuran 2 jam dan 24 menit, dan mereka mengindikasikan keseluruhan pendaratan Bulan laksana yang tampak oleh staf Mission Control, dari perjalanan kesatu ke panggilan telepon dengan Presiden Richard Nixon ketika itu, kata lokasi tinggal lelang.

BACA JUGA :

Krisis mulai mengHantui negara Islandia Negara Termahal di Eropa