Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat

Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat

Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat

 

Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat

Anak yang berusia di bawah dua tahun masuk dalam kelompok bayi. Perlu diketahui bila tempat wisata, restoran, hingga maskapai penerbangan menerapkan tarif dan ketentuan yang bertolak belakang untuk bayi.

Khusus maskapai, terdapat yang memberi tiket cuma-cuma pada bayi. Namun terdapat pula yang memberi “diskon” sejumlah persen dari tarif orang dewasa.

Berikut ini yang butuh diketahui saat berkeinginan membawa bayi terbang guna perjalanan wisata:

1. Usia

Hubungi dokter anak dan maskapai berhubungan untuk memahami aturan terbaru tentang terbang bareng anak di bawah dua tahun.

Tigerair Mandala dan Garuda Indonesia tak memperbolehkan bayi berusia tidak cukup dari tujuh hari guna terbang.

Normalnya bayi dirasa aman dibawa guna terbang saat sudah melalui usia tiga bulan, sebab imunitasnya telah kuat. Perlu diketahui bila kabin pesawat ialah ajang pertukaran virus penyakit. Vaksinlah bayi andai perlu divaksin.

Di samping surat penjelasan terbang dari dokter yang maksimal ditandatangani 72 jam sebelum penerbangan, sertakan pun asuransi penerbangan guna sang bayi.

2. Biaya

Anak berusia di bawah dua tahun seringkali diberikan tiket cuma-cuma oleh maskapai penerbangan. Tapi tak seluruh maskapai penerbangan menerapkan aturan tersebut.

Lion Air, Wings Air, Malindo, Batik Air, Citilink, dan Garuda Indonesia merealisasikan tarif 20 persen dari orang dewasa.

Lalu Sriwijaya Air dan NAM Air merealisasikan tarif 10 persen dari orang dewasa.

Sementara AirAsia dan Tigerair Mandala merealisasikan tarif Rp150 ribu.

Dan Jetstar merealisasikan tarif cuma-cuma jika bayi tidak duduk di lokasi duduk sendiri guna rute dalam negeri dan rute antara Australia dan Selandia Baru.

Maskapai pun membolehkan orangtua memangku anak berusia di bawah dua tahun, namun satu orang dewasa melulu dibolehkan memangku satu anak.

3. Pilih penerbangan

Pilihlah penerbangan yang pas dengan masa-masa sang bayi tidur. Jangan memaksakan bayi yang baru berusia sejumlah minggu terbang lebih dari tiga jam.

Tempat duduk terdepan atau dekat koridor adalaharea sangat aman untuk membawa bayi.

Area terdepan seringkali mempunyai ruang lebih guna kaki, sedangkan bangku dekat koridor memungkinkan orangtua menggendong bayi keliling kabin andai sang bayi mulai rewel.

4. Datang awal

Datanglah lebih mula ke bandara supaya bisa mempersiapkan situasi bayi sebelum terbang, tak tergesa-gesa saat melalui pintu keamanan, serta lapor untuk petugas maskapai.

Ajak bayi bermain atau beri ia santap sehingga ia dapat langsung tertidur ketika pesawat lepas landas.

5. Ikut aturan

Walau telah diberi izin membawa bayi atau sudah menunaikan harga tiket guna bayi, penumpang tetap mesti mengekor aturan yang diberlakukan maskapai, salah satunya mengawal ketenangan dan kebersihan.

Hal ini butuh diingat, sampai-sampai penumpang dengan bayi dapat mengantisipasi keadaan andai sewaktu-waktu bayinya menangis atau merengek.

6. Saat terbang

Biasanya bayi menangis sebab lapar, desakan udara di telinga, kedinginan, atau kebosanan. Ketahui penyebab bayi tidak jarang menangis sampai-sampai tahu teknik meredakannya.

Susui bayi sesudah lepas landas dan sebelum mendarat. Menelan menangkal bayi dari merasakan kesakitan telinga dampak perubahan desakan udara. Empeng pun dapat menolong.

Bawalah perangkat utama bayi, laksana popok, baju cadangan, susu dan makanan, selimut, empeng, dan mainan favorit, sekitar penerbangan. Ketahui bahwa maskapai tak meluangkan perlengkapan eksklusif bayi dalam pesawat.