Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Bertemu Penyandang Disabilitas

Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Bertemu Penyandang Disabilitas

Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Bertemu Penyandang Disabilitas

Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Bertemu Penyandang Disabilitas

Sebagian besar orang dapat memiliki sedikit kesulitan atau rasa canggung saat hendak berkomunikasi bersama penyandang disabilitas. Hal ini disebabkan orang-orang tersebut tidak mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Mereka cenderung cemas salah atau cemas menyinggung perasaan penyandang disabilitas tersebut. Untuk menangani hal ini, seorang jurnalis lepas yang juga penyandang disabilitas, Raya AlJadir, membagikan hal-hal yang mesti dihindari saat berjumpa dengan difabel.

Menatap lama

Hindari berikan tatapan mendalam terhadap penyandang disabilitas. Melihat seseorang yang tidak serupa bisa saja menyebabkan kita penasaran. Namun, hal tersebut dapat menyebabkan orang yang dilihat tidak nyaman.

“Kami bukanlah sebuah tontonan atau semacam hiburan untuk menyebabkan Anda tertarik untuk memandang,” tulis Raya.

Memandang tidak bisa beri tambahan informasi. Jika memiliki pertanyaan, kita bisa langsung menanyakan bersama sopan. Hal ini jauh lebih baik dibanding berdiri di satu titik, menatap, dan menyebabkan orang tidak nyaman  Cerdaspoker Domino99.

Mengalihkan pandangan saat berbicara

Ketika berada di kejauhan seseorang cenderung memandangi, namun saat berhadapan dan berkata langsung seseorang malah mengalihkan pandangan. Melihat ke arah orang yang tengah berkata adalah isyarat menghargai orang tersebut.

Jangan sampai cuma gara-gara lawan berkata adalah seorang penyandang disabilitas, seseorang menampilkan rasa hormat yang kurang. Jika penyandang tersebut memanfaatkan kursi roda, maka baiknya berjongkok agar ketinggian atau levelnya sama bersama mereka.

Dengan demikian, pandangan bisa sejajar, suara bisa terdengar bersama baik, dan mengobrol pun lancar.

Hindari Kontak Berlebihan

Menepuk kepala

Seorang penyandang disabilitas tidak mengharapkan ikatan atau pelukan emosional. Bukan juga tepukan di kepala. Seseorang mesti sadar, bahwa lakukan kontak yang terlalu berlebih itu tidak baik.

Raya menambahkan, rekannya dulu berjumpa bersama seseorang yang menepuk kepala. Hal ini dirasa penting sebagai isyarat perpisahan bagi penepuk itu. Padahal, seseorang bersama disabilitas sama sekali tidak membutuhkannya. Mereka bukanlah anak kecil.

Tidak berkata secara langsung

Orang-orang tidak boleh melewatkan penyandang disabilitas bersama lebih menentukan berkata terhadap temannya terutama dahulu. Beberapa orang bersama disabilitas terasa tidak nyaman bersama orang asing yang menanyakan terhadap teman, keluarga, atau pengurus yang nampak non-disabilitas mengenai penyandang disabilitas yang ditemaninya.

Padahal, orang-orang asing itu bisa langsung menanyakan terhadap orang bersangkutan. Teman Raya sempat mengalami hal serupa. Teman yang memanfaatkan kursi roda menanyakan terhadap seorang pria, namun pria itu malah menjawabnya melalui perawat pengguna kursi roda tersebut.

Jangan menanyakan penyebab disabilitas

Rasa penasaran sebetulnya selalu ada didalam diri manusia. Namun, menanyakan mengenai penyebab disabilitas seseorang yang tidak dikenal bukanlah hal baik.

Pengetahuan mengenai disabilitas sebetulnya penting, namun mesti menyaksikan juga waktu, tempat, serta orang yang ditanya. Penyandang disabilitas juga bisa membedakan mana yang menyatukan Info untuk keperluan ilmu dan mana yang menanyakan cuma untuk memuaskan rasa penasaran.