Gara gara WhatsApp Pendapatan Telkom Berkurang

Gara gara WhatsApp Pendapatan Telkom Berkurang

Gara gara WhatsApp Pendapatan Telkom Berkurang

Gara gara WhatsApp Pendapatan Telkom Berkurang

Cerdaspoker DominoQQ  –  Guru besar FEB Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengahadiri acara bedah kitab #MO (Mobilisasi dan Orkestrasi) dengan tema Memasuki Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham.

Acara tersebut diadakan oleh Kementerian Keuangan dalam rangka pesta rakyat literasi di Gedung Dhanapala, Jakarta.

Dalam peluang tersebut, Rhenald bercerita bagaimana tehnologi tidak sedikit mempengaruhi kehidupan insan termasuk perusahaan.

Salah satunya ialah PT Telkom Indonesia (Persero), di mana dia menjadi komisaris utama di perusahaan kepunyaan negara tersebut.

Rhenald mengatakan, pergantian tekhnologi menciptakan pendapatan Telkom tidak sebesar pada zaman dahulu. Voice atau suara sebagai di antara sumber penghasilan Telkom sekarang sudah digantikan oleh software Whatsapp. Whatsapp diketahui menawarkan ekspedisi suara cuma-cuma tanpa memakai pulsa.

“Saya kini di Telkom. Saya lihat wah, tak waras ini pusat gempa bumi, disrupsi disini. Jadi terdapat 6 pilar, yang kesatu terdapat superapps dalam satu jam orang memakai superapps, dengan superapps kamu bisa mengerjakan apa saja. Contohnya apa? Whatsapp,” ujar Rhenald Kasali.

“Ini menciptakan Telkom susah, income Telkom yang sangat besar apa? voice. Voice dipungut cacing pita namanya Whatsapp. Ini memungut income nya Telkom, terdapat Whatsapp,” sambungnya.

Penjualan Koran

Dia melanjutkan, situasi yang sama pun terjadi pada surat kabar atau koran. Orang sekarang tidak lagi melakukan pembelian surat kabar untuk memahami kabar terkini. Sebab, internet telah menawarkan berita yang lebih cepat dan opsi yang lebih banyak.

“Sama dengan surat kabar, surat kabar tersebut 10 tahun lalu telah dikasih tahu teori tekhnologi akan mengolah kehidupan namun enggak terdapat yang peduli. Hari ini penghasilan dari jualan koran nggak terdapat lagi,” jelasnya.

Tidak melulu Telkom dan surat kabar, peran televisi pun sekarang sudah digantikan oleh Youtube. Kondisi tersebut menciptakan sebagian penghasilan perusahaan televisi tergerus.

“Pendapatannya turun telah begitu cost of production nya dijaga seperti itu, sedangkan Youtuber pendapatannya berapa? cuma buat video 15 menit cost of productionnya hanya HP seadanya dan dapatnya berapa? Atta Halilintiar dalam berita dilafalkan sekitar Rp20 miliar per bulan,” tandasnya.

“Bahkan industri bakal dan tengah dihantui oleh fenomena kehilangan the main yang menjadi sumber pendapatannya.” Ungkap Rhenald dalam penjelasan tertulis, Jumat (16/8/2019).

Contoh yang diserahkan oleh Rhenald ialah surat kabar. Banyak surat kabar yang menjadi korban dampak perubahan zaman. Industri itu menjadi kehilangan penghasilan dari penjualan koran.

Kemudian disusul era televisi, begitu pun dengan telekomunikasi yang bukan lagi dapat hidup dengan mengandalkan penghasilan dari suara.